Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Ujian telah tiba


__ADS_3

seluruh siswa kelas Xll bersiap - siap karena hari ini akan di laksanakan ujian akhir sekolah, dimana para kakak kelas sedang berjuang disitulah para adik kelas sedang berlibur karena mereka memang libur 1 minggu karena sedang di laksakannya ujian akhir sekolah.


"Bissmilah, Aku yaqin akan mendapatkan nilai terbaik" ucap deril sambil merapihkan baju seragamnya dan mengambil tas untuk pergi kesekolah.


"Pagi Sayang, Aduh anak mamah sudah siap berangkat kerja, baru mamah akan memanggil mu untuk sarapan sayang" ucap sang mamah yang berdiri di depan pintu , niat ingin mengetuk pintu dan mengajak deril turun ke bawah eh si anak sudah rapi aja.


"Pagi mah, Iya deril hari ini kan ujian jadi harus datang lebih awal biar lebih tenang saat ujian nanti" ucap deril yang di rangkul sang mamah untuk turun ke meja makan.


"Bagus lah kamu memang anak yang rajin mamah yaqin pasti nilaimu paling tinggi nanti" ucap sang mamah yang menyemangati anaknya


"Amin mah, wah ini semua mamah yang masak" ucap deril melihat menu favorit yang ada di meja makaan itu.


"iya sayang ,itu mamah sengaja masak untuk kamu biar semangat ujiannya hari ini, cepat lah duduk kita makan" ucap mamah mempersilahkan anaknya duduk


"Wahh, pasakan mamah itu tidak ada tandingan nya slalu aku rindukan setiap aku jauh dari mamah" ucap deril yang memang dirinya lebih suka tinggal di apartemen milikny


"Kamu sih malah tinggal di apartemen mu itu, coba kamu disini mamah gapap koq masakin tiap hari untuk anak mamah yang tampan ini, tapi kamu malah menolak ketika mamah memasak di apartemenmu slalu kamu bilang tidak usah biar aku mandiri jangan slalu di manja" ketus sang mamah sambil memanyunkan bibirnya.


"Aduh mamah koq jadi cemberut gitu, deril memang ingin mandiri mah, tapi kan deril juga setiap libur tidur disini nemenin mamah, malah sekarang aku lama disini" ucap deril yang memang kali ini dia tidur lebih lama di mention mamahnya karena dirinya sedang ujian jadi ingin slalu dekat dengan mamahnya meminta doa nya agar di beri kelancaran.


"Iya tapi mamah kan ingin tiap hari ya kalo bisa kamu nanti kuliah disini saja, mamah tidak ingin kamu jauh sayang" dengan wajah yang sedih karena sebenarnya sang mamah tidak rela di tinggal jauh oleh deril.


"Sudah lah mah, kita makan saja, aku juga sudah memantapkan hati kemana aku akan melangkah , mamah hanya cukup mendoakan aku dan mensuport aku , aku janji akan sering pulang dan akan secepatnya membereskan kuliah ku nanti" terang deril agar sang mamah tidak cemas terhadapnya.


"Ya sudah sini mamah suapin yah" ucap sang mamah yang ingin memanjakan anak bujang nya itu.


"Tidak mah, aku bukan anak kecil lagi, ayo lah mah, aku ini sudah besar masa mamah mau nyuapin aku sih" tolak deril


"Tidak apa apa sayang, sekali saja, biar mamah mengenang dulu masa kamu kecil yang slalu mamah suapin" ucap mamah deril sambil menyodorkan sendok berisi nasi dan lauknya


"Baik Lah" Dengan pasrah deril membuka mulutnya dan mengahbiskan makanan yang disuapin sang mamah.


"Deril sudah kenyang mah, deril harus segera berangkat" melihat jam tangan nya sudah pukul 06.20


"ya sudah, kamu hati - hati di jalan jangan ngebut, kalo kamu mau di antar pak supir aja yang akan mengantarmu sayang". ucap sang mamah menyodorkan air minum kepada deril

__ADS_1


"Tidak usah mah , aku naik motor saja lebih cepat" berdiri dari duduknya dan mencium tangan sang mamah "Asslamualaikum mah, doa'in deril" sambil berlalu ke arah pintu


"waalaikumsalam, dasar anak itu, semoga apa yang akan menjadi tujuan mu akan segera kamu raih" dengan menatap punggung sang anak yang sudah tidak terlihat


Dengan mengendarai motor sportnya, deril hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di sekolah dengan kecepatan lebih tinggi tapi santai akhinya tiba juga di sekolah tepat pukul 06.50 menit masih ada waktu sepuluh menit untuk menetralkan prasaan gugupnya .


"Hay ril, Kamu baru sampai" ucap erul yang duduk di belakang deril


"Iya rul, biasa lah kalo tinggal di nyokap" dengan duduk dan meletakkan tasnya di bawah meja dan menyenderkan punggungnya.


"Wahh kamu ga boleh gitu, itu nyokapmu berarti sayang sama kamu ril" ucap erul


"Iya aku tau itu koq" jawab singkat deril


Tak berselang lama akhirnya di mulai ujian pertama mereka dengan mata pelajaran bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris


di tempat lain orlin dan jasmin seperti biasa bekerja tapi jam bekerja mereka jadi maju , dia masuk jam 8 pagi pulang jam 4 sore sampai satu minggu kedepan karena kakak kelas mereka sedang ujian.


"Bu aku berangkat kerja dulu yah, jasmin sudah nunggu di luar" ucap orlin yang memang jasmin sudah menunggu di luar dia mengirim pesan whatsApp.


"Iya bu, Assalamualaikum" mencium tangan sang ibu


"Waalaikumsalam"


"Orlin kerja pagi bu" ucap ayah risman yang baru keluar kamar.


"Iya ayah dia kerja pagi, karena sekolah kan sedang libur, ayo yah sarapan, tadi orlin sudah sarapan duluan .


"ohhh baik lah" ucap ayah risman yang langsung duduk di meja makan.


dalam waktu perjalanan kurang dari dua puluh menit sepeda orlin dan jasmin sudah terpakir di dekat warung nasi bu susi, mereka datang lebih cepat karena sebagian pasakan belum matang, orlin dan jasmin setelah masuk ia mengelap meja meja disana dan menata serapih mungkin , kemudia mereka pergi ke dapur membantu apa yang sedang mereka kerjakan agar lebih cepat selesai.


"Permiai ada yang bisa kami bantu tidak di sini" ucap orlin yang masuk bersama jasmin ke dapur


"ahh kebetulan , sini ini bantu kupasin dan potongin sayuran biar cepat selesai"

__ADS_1


"Ah baik lah, dan aku akan membersihkan sayuran yanh sudah di potong ya kak" ucap jasmin.


"Silahkan , ini semua kamu cuci" menyodorkan beberapa wadah berisikan beberapa sayuran dan menu yang lain yang akan di masak.


mereka berkutat di dapur sedangkan di tempat lain mereka sedang berfikir keras untuk menjawab pertanyaan yang membuat otak mereka sedikit berdenyut karena terlalu keras berfikir.


deril hanya membutuhkan waktu kurang dari empat puluh menit sudah menyelesaikan semua jawaban di kertas ujian tersebut, lalu dia menyerahkan jawabannya ke pengawas.


"Ini bu saya sudah selesai" menyerahkan lembar jawaban


"Wah cepat sekali ril, ya sudah kamu tunggu di luar saja biar mereka pada fokus menjawab". ucap pengawas di balas anggukan oleh deril yang langsung keluar dari kelasnya


kemudian selang lima menit di susul erul yang sudah menyelesaikan jawaban nya dan menyerahkannya ke pengawas , memang deril dan erul sama - sama mempunyai otak yang pintar.


"ini bu saya sudah selesai" menyerahkan lembar jawaban ke pengawas.


"baik lah , sekarang kamu keluar biar temanmu fokus kembali" ucap pengawas dan di anggukan oleh erul.


"Derilll...!!!" teriak erul sambil berlari mengejar deril yang sudah agak jauh berjalan.


"Berisik, nanti kamu bisa di hukum oleh guru, liat mereka masih pada tegang di dalam sana" pekit deril yang melihat ke belakang ternyata erul yang memanggil dengan keras.


"Ya sorry habisnya kamu cepat amat jalan" ucap erul.


"Cihh, kamu nya saja telat keluar kelas" ucap deril


"Ya hanya beda lima menit doang tadi ril, karena aku harus memeriksanya terlebih dulu" jelas erul yang tida di respon oleh deril.


mereka berdua menuju kantin sekolah untuk membeli minuman agar sedikit segar otak mereka setelah berfikir keras tadi.


"Ahhh , segernya" ucap erul yang sudah menyeruput minuman nya.


"Biasa aja kali, kaya yang tidak minum berabad abad saja" dengan santai meminum air es


"Yee ya kali aku ini apaan , sebelum satu abad aja mungkin sudah mati apalagi berabad abad" Menjawab dengan kesal yang di balas senyum kemenangan oleh deril.

__ADS_1


__ADS_2