
Deril yang langsung tidur kembali di kasur nya yang empuk , sehingga sang mamah membangunkan kembali untuk makan
"Ihh, dasar anak itu" meletakkan box makan tadi di meja, lalu berjalan menuju kamar putranya .
"Bangun sayang, ayo makan dulu, nanti kamu bisa tidur lagi, cepat lah bangun" ucap sang mamah membangunkan deril
"Bentar lagi mah, aku ngantuk" jawab deril.
"Cepat bangun atau mau mamah siram" acaman sang mamah.
"Ahh baik lah aku bangun, dengan muka bantal duduk di tepi ranjang mata sedikit merem.
"ayo ke kamar mandi cuci mukamu itu, lalu makan , ayo ayo" mendorong sang anak untuk segera masuk ke kamar mandi.
"Iya deril bersihin muka dulu" berjalan menuju kamar mandi dengan malas.
"Mamah tunggu lima menit kamu tidak keluar kamar mamah akan masuk lagi" ucap sang mamah yang berlalu keluar dari kamar deril.
Sepuluh menit kemudian, Deril keluar kamar berganti baju rumahnya karena dia habis mandi agar tida ngantuk lagi karena sang mamah pasti akan berteriak lagi seperti di hutan , deril malas berdebat sama sang mamah jadi lebih baik menuruti nya .
"Mamah lagi buat apa" mendekat ke dapur membuka lemari es untuk mengambil air putih dingin sambil melihat sang mamah sedang berkutit di dapur.
"Mamah lagi bikin camila untukmu biar kamu ada teman nonton tv" ucap sang mamah.
"Teman nonton tv, mamah bikin camilan yang berubah jadi manusia". herang dengan jawaban sang mamah.
"Apaan sih kamu, masa iya camilan berubah jadi manusia emang kamu kira power rangger yang bisa berubah". ucap sang mamah.
"Habisnya mmah bilang buat teman nonton" ucap deril
"Iya kan kamu kalo nonton tv tidak bengong jadi bisa sambil makan camilan gitu" jelas sang mamah
"Yahh, bilang ke dari tadi" memutarkan badannya malas bicara dengan mamah.
"Sudah sana makan, sudah mamah siapkan di meja makan, ada susu hangat juga nanti kamu minum" ucap sang mamah.
"Masa aku makan minumnya susu hangat" ketus deril
"Kamu bisa minum susu nanti sehabis selesai makan sambil makan camilan ini kan ini masih mamah proses pembuatan" ucap sang mamah yang masih berkutat dengan bumbu dan macemnya.
"Ahhh iya gimana mmah aja , deril makan ya mah, mamah sudah makan". mendekati meja makan dan membuka box nasi makan itu.
"Sudah sayang, makan lah, kamu makan yang kenyang habisini nasi dan lauknya, itu enak loh masakan di warung bu susi yang dekat dengan proyek pembangunan itu" jelas mamah
"Ohh , lmyan enak koq ini". sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Iya kan, memang enak koq dsana masakannya, ohh ya tadi kamu kenal sama yang ngantar pesanan mamah ini?" tanya sang Mamah
"Itu si orlin adik kelas deril". mengambil air minum dan meminumnya
"Ohh, cantik juga dia, tapi koq dia yang nganterin apa dia bekerja disana atau dia memang anak tukang warung itu ya" bingung mamah deril
__ADS_1
"Hah, Cantik di lihat darimana nya mah", ga ada menarik nya sedikit pun, katanya sih dia kerja". ucap deril "Memang sih dia Cantik" tersenyum sendiri
"Hey kalo ga cantik kenapa kamu senyum-senyum . hyooo, kenapa kamu tau kalo dia bekerja?." Ucap mamah melihat anak nya tersenyum
"Senyum apanya, engga koq, itu si erul yang pernah tanya ke dia, sudahlah ngapain mamah bahas dia ga penting" sambil mencuci tangan dan duduk di ruang tv menyalakan tv.
"Iya Kan mamah cuma tanya aja ril" jawab sang mamah sambil membereskan sisa makanan deril tadi.
Di tempat lain Orlin menggurutu sepanjang jalan, Ketemu pria kaku seperti deril memang bikin mood nya ancur hari ini.
"Dasar Pria Aneh pria kaku" sambil menjalankan Motornya untuk kembali ke tempat kerja.
beberapa menit kemudia motor orlin sampe di tempat warung bu susi, dengan Muka kesal orlin berjalan masuk melewati jasmin begitu saja.
"Hey Sudah pulang kou lin?" tanya jasmin memegang pergelangan tangan orlin yang melewatinya begitu saja.
"Sudah" lalu duduk di kursi yang kosong disana.
"Kamu kenapa lin , muka mu di tekuk gitu, emang tadi ada masalah dalam pengiriman?" Tanya jasmin
"Iya, aku lagi kesel, kamu tau ga aku kirim kemana tadi?" tanya orlin
"Emang kamu kirim kemana?" tanya jasmin
"Tadi aku kirim ke pria kaku yang nyebelin" jawab orlin
"Siapa yang di maksud pria kaku? Ahh apa jangan-jangan ka deril?" tebak jasmin
"Ya mungkin memang dia tidak tau kalo mamahnya yang pesan" ucap jasmin
"Iya, tapi ya tuh orang muka nya tuh nyebelin banget, bikin mood rusak" dengan berdiri mengambil air putih dan meminumnya hingga tandas.
"Hauss Bu?" tanya jasmin.
"Iya" dengan menatap tajam ke arah jasmin dan berlalu darisana
"Ihh dasar tuh anak, liat aja kalo suatu hari nanti kamu bucin juga sama dia" senyum lucu.
Waktu jam pulang pun tiba, orlin dan jasmin pulang dengan mengayunkan sepedanya seperti biasa. hari ini mereka tidak main dan langsung pulang ke rumah nya karena besok sekolah.
beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah masing -masing. orlin lebih dulu sampe rumah.
"Aku duluan yah" ucap orlin
"Ok, nanti besok kita berangkat bareng, by lin"
jasmin melambaikan tangan
"by" melambaikan tangan membalas jasmin
Orlin masuk terlihat kedua orang tua orlin sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan orlin untuk makan malam bersama seperti biasa.
__ADS_1
"Assalamualaikum" orlin masuk ke rumah.
"Waalaikumsalam" Ibu nauren mendekati pintu di sambut salam tangan orlin
"Kamu sudah pulang nak, cepat lah bersihin badan mu nanti ibu dan ayah nunggu di meja makan yah" Ucap bu nauren.
"Iya bu, orlin ke kamar dulu, yah" medekati sang ayah dan mencium tangan ayahnya
"Cepatlah bersihkan badanmu" ucap sang ayah.
"Baik yah" orlin berdiri dan berlalu dari sana masuk ke kamar.
"Hmmm, rasanya ingin rebahan dulu" mendudukan bokongnya di kasur dan merabahkan tubuhnya terlebih dulu
"Kenapa aku harus ketemu terus sama pria kaku itu sih, menyebalkan sekali" gerutu orlin membayangkan pertemuan tadi.
"Aih kenapa juga aku mikirin dia, ah lebih baik aku mandi , ayah dan ibu pasti sudah lapar nunggu aku datang" bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian orlin keluar kamar menuju mekan makan untuk makan malam bersama keluarga.
"Sini sayang makan, nih ibu sudah masak kesukaan kamu" ucap ibu nauren
"Wahhh ibu tau aja kalo aku sudah lapar banget, maaf ya nunggu lama" berjalan menuju meja makan
"Tidak koq, cepat lah duduk makan yang banyak" ayah risman mempersilahkan olin duduk.
"Makasih ayah" duduk du meja makan
"Wahhh ini mah kesukaan orlin semua, Tempe, tahu, sayur asam ikan asin sambel terasi dan lalaban beserta kerupuk" wahh mantapp kesukaan outor ini mah😅
Makan malam pun berjalan dengan Lahap , sampai orlin pun kekenyangan saking lapar dan lahap nya karena makanan kesukaan orlin.
"Ya Allah aku kenyang banget" dengan menyender ke kursi tempat duduknya sambil memegangi perut yang kenyang.
"Duduk dulu nontn tv aja dulu, jangan langsung tidur, biar turun dulu makanannya" ucap sang ayah.
"iya ayah, Lagian ga bakalan bisa tidur kalo kekenyangan gini" Dengan tersenyum ke arah ayah risman.
"Ah kamu ini , lagian makan koq sampe kekenyangan gitu, tidak baik loh, kalo udah kenyang jangan terus nambah dan nambah lagi bisa sakit perut nanti" ucap ibu nauren.
"Bukannya ayah dan ibu yang menyuruh orlin makan yang kenyang" ucap orlin sambil berdiri membereskan piring kotor dan mencucinya di dapur
"Iya tapi tidak bagus kekenyangan gitu kali Lin" ucap sang ayah
"Iya habisnya masakan ibu slalu bikin aku ketagihan ingin nambah dan nambah lagi ayah"
setelah acara makan malam selesai pun sudah lama bercengkrama di ruang tv bersama kedua orang tua nya, tidak terasa melihat jam sudah jam sepuluh malam.
"Ahh ternyata sudah jam Sepuluh, aku Tidur duluan ya ayah ibu. aku ngantuk" ucap orlin
"Tidurlah yang Nyenyak sayang" ucap sang ibu di balas senyum oleh orlin yang sudah berjalan menuju kamar nya.
__ADS_1