Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Restoran


__ADS_3

Di lain tempat orlin pulang dari tempat kerjanya, meskipun orlin capek dengan kegiatan hari ini di sekolah tapi tidak menurunkan semangatnya untuk masuk kerja , karena orlin tidak mau menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi pilihannya ini.


"Alhmdulilah Bisa pulang lebih awal hari ini" Gumam orlin yang berjalan mengambil sepedanya.


Sepanjang perjalanan orlin mengayunkan sepedanya pelan sambil bernyanyi riang dan dari arah belakang terdengar Suara Pria yang memanggilnya , orlin pun meminggirkan sepedanya dan melihat kebelakang.


"Orlin, Lin..!!" teriakan pria itu.


"Ah , siapa yang memanggilku" gumam orlin dan melihat ke belakang "Ohh Tuhan, kak erul mau apa dia?".


"Hallo Lin, kamu baru pulang kerja?" tanya erul.


"Eh Hallo kak ,iya aku baru plng kerja, kakak mau kemana? tanya orlin.


"Aku mau ketemu teman- teman di restoran Seafood yang ada di sebrang sana, ayo ikut kakak kita makan disana Lin" ajak erul.


"Ah tidak terimakasih kak, aku mau pulang, hari sudah sore , mau istirahat juga" tolak orlin.


"Ohh iya kamu tadi kena hukuman deril yah di sekolah, aduh.. maafin teman saya ya lin, dia memang gitu ga suka liat orang lelet"


"tidak kak, aku nya saja yang lelet memang pantas untuk di hukum" orlin tersenyum ke arah erul.


"Manis" gumam erul


"Apa kak?" mendengar erul mengucapkan kata yang sedikit terdengar orlin.


"Ah tidak Lin" menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Ya sudah kak Aku pamit dulu, mari kak" Pamit orlin


"Iya lin hati-hati" di balas senyum oleh orlin.


"Ah manis sekali sih dia kalo senyum begitu, bodohnya aku tadi hampir saja terdengar orlin" merutuki kebodohan nya tadi.


Erul tiba di restoran terlihat deril dan teman yang lain sudah menunggunya di meja ujung dengan mengarahkan pandangannya ke pusat kota.


"Kamu sebenernya lewat jalur mana? apa kamu tersesat menuju kesini?" kesal derill mendengar langkah erul , memang deril dan teman nya sudah lebih dulu sampai.


"Aihh, kamu ini tau saja aku tersesat, Ya tersesat tadi aku bertemu bidadari di jalan jadi aku tersangkut disana".

__ADS_1


"Cihh, alesan yang tak masuk akal" berdesir tak percaya.


"Sudah lahh kita ini kesini kan untuk makan, Kalian ini malah Ribut" Ucap Teman yang sudah menunggu bersama deril yaitu ilyas dia baru pulang dari luar negri sebenarnya masih ada satu lagi teman mereka yang sekolah di luar negri yaitu Aldo cuma berhalangan hadir ia tidak bisa pulang saat ini.


"Silahkan Tuan mau pesan apa?" tanya pelayan yang menghampiri meja mereka


"Aku pesan Kepiting Saus Tiram Pedas tanpa nasi ya mba, Minum nya Jus jeruk jangan di tambah gula" pesanan erul


"Baik tuan" mencatat pesanan erul.


"Hmm, aku mau pesan.. (Bingung) ahh Ini sate madura, aku ingin mencicipinya, ternyata di lestoran seafood ini banyak menu nya juga ga hanya seafood wah keren sekali, aku pesan sate madura ya mba, minumnya teh manis aja" pesanan ilyas.


"Whattt...!!! Teh manis, Oh oh oh apa ga salah denger aku ini, Liat Deril ini Bule Dari Negri paman sam memesan teh manis. hahaha" Erul kaget dengan pesanan temannya itu lalu tertawa terbahak-bahak


"Lahh, emang apa masalahnya , aku sudah lama tidak menyicipi minuman Favorit anak SMA di indonesia ini, kalo disana kebanyak Bersoda dan beralkohol" jelas ilyas


"Maaf tuan apa yang ingin tuan pesan?" tanya Pelayan sambil tersenyum.


"Aku Lemon tea Saja mba" tanpa melirik ke arah palayan.


"Baik tuan saya permisi dulu" membungkukkan badan kepada mereka.


"Ah iya gimana nih perkembangan kalian apa kalian sudah punya kekasih?" tanya ilyas.


"Hahaha, Emang ada yang salah dengan pertanyaan ku , prasaan aku bertanya dengan penuh kebenaran" jelas ilyas.


"Kebenaran menurutmu, kamu sendiri di negri paman sam sudah berapa banyak Wanita yang kamu kencani" tanya deril.


"Jawab dulu pertanyaan ku kenapa malah balik bertanya, ahh iya apa di sekolah kalian semua wanita tidak ada yang suka, aku sudah menebaknya sendiri. hahaha"


"Eh jaga Omongan mu itu, kita malah jadi idola nya mereka iya kan ril" jwab erul


"Nah tuh dia" jawabn singkat deril


"Permisi tuan ini pesanannya, silahkan dinikmati" ucap pelayan langsung menata pesanan mereka di meja.


"Makasih cantik" ucap ilyas yang di balas senyum tersipu malu pelayan tersebut langsung menundukkan wajah nya dan peegi dari sana.


"Wah wah wah, memang kamu itu playboy cap Gayung, liat pelayan tadi langsung tersipu . Hahaha" gelak tawa erul

__ADS_1


"Playboy itu tandanya aku laku , ketampanan ku ini di atas kalian, so kalian tampan tapi tidak laku sudah pasti ketampanan kalian itu tidak ada gunanya. percuma. hahaha" ejek ilyas


"Liat aja nanti aku akan dapatkan wanita yang aku cintai, aku tidak butuh mengoleksi banyak wanita aku akan mencintai satu wanita" jelas Erul di balas senyum deril yang tidak ikut berkomentar


"Wah wah wahh rupanya ada yang sedang Jatuh Cinta nih" mulai memakan makanan yang tadi di pesannya.


"Ya liat aja nanti, untuk saat ini aku fokus dulu dengan sekolah ku dan aku juga akan meneruskan kuliahku di luar negri" jelas erul


"Payah kamu rul , mending kamu kejar dulu cintamu nanti setelah kamu lulus dia akan menantimu, kalo kamu nanti lulus dia sudah sama yang lain bagaimana dengan hatimu, pasti kamu akan menyesal" ucap ilyas.


"Ahh tidak, aku juga belum memiliki prasaan lebih , jika memang dia jodohku pasti akan bertemu lagi dan bersamaa, pun jika dia bukan jodohku ya aku harus bisa melepasnya" jelas erul.


"Eiiitttss.. tunggu dulu, ini deril si pria dingin ini apa kabar , apakah masih tetap sama sifatmu ketika dekat dengan wanita" tanya ilyas menatap deril yang sendari tadi hanya diam menyimak yang mereka bicarakan tanpa mengomentari.


"Lahh dia mh jangan di tanya, Pria seperti dia ini wanita mana yang mau dekat dengan pria dingin seperti kulkas mana kaku kaya kanebo kering" Jelas erul.


"Sorry bro aku bukan pria seperti kalian yang melihat wanita langsung jatuh cinta, justru aku lebih memilah terlebih dulu sebelum aku jatuh cinta kepada wanita" jelas deril.


"Memilah Dengan cara apa, kamu aja di deketin wanita seolah olah kamu itu Jijik bersentuhan dengan mereka meskipun hanya berjabat tangan" cecar erul.


"Hahaha, kamu itu terlalu munafik deril , kalo kamu pria normal pasti kamu punya getaran berbeda ketika dekat dengan wanita. iya ga rul" ucap ilyas


"nah tuh dia , mungkinkah teman ku ini tidak Normal" erul dan Ilyas menatap deril


"Jaga ucapan kalian itu" menyoyor jidat kedua temannya


"Cihh, bercanda kali" ilyas dn erul memegangi jidatnya yang lumyan sakit.


"Sudah lah aku ingin pulang , lama -lama disini bersama kalian aku bisa gila" Deril langsung berlalu pergi darisana tidak lupa juga dia yang membayar makanan yang tadi di pesan bersama temannya.


"Ey tunggu ril, ayolah kau itu jangan marah , kita hanya bercanda" mereka berdua berlari mengejar deril kepalkiran


"Iya" jawab singkat deril yang langsung naik ke motor sport nya itu dan berlalu pergi dari sana.


"Yah, gimana sih tuh anak, masa gitu doang udah sensi kaya anak perawan sedang datang tamu saja" kesal ilyas.


"Iya yas, dia memang begitu tidak ada perubahan ketika bahas tentang wanita, sudah lah kita pulang saja" ajak erul


"Baik lah, nanti aku hubungi kalian lagi , aku disini hanya beberapa hari setelah urusan papahku beres aku kembali kesana, aku ingin menghabiskan waktuku disini bersama kalian" ucap ilyas.

__ADS_1


"Ok , nanti kita ketemu di tempat biasa saja sepulang sekolah" Langsung menancapkan gas motor sport nya .


Deril dan Erul memang suka motor sport untuk berpergian kesekolah atau nongkrong bersama temannya, karena malas bawa mobil , ya tau lah ibu kota jalanan macet susah menyelip jika motor lebih gampang untuk menyelip kendaraan lain dan cepat sampai juga.


__ADS_2