Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
makan malam


__ADS_3

Sesampai di tempat dimana orlin duduk , akhirnya mereka bercengkrama di kursi tepat di bawah pohon.


"Wahh pantesan lama banget beli cimol aja, ternyata kalian ini malah asik berpacaran" ucap orlin sambil berdiri dari duduknya


"Siapa yang pacaran , kebetulan tadi itu aku ketemu ka erul disana, jadi aku ajak aja sekalian kesini" ucap ketus jasmin yang tidak suka di tuduh berpacaran.


"iya Lin kakak boleh gabung bersama kalian ga disini, tadi sih kakak kesini sebenernya sama deril, cuma aku tidak tau itu anak kenapa malah pergi lagi" jelas erul


"Coba ka Erul tanya tuh sama Orlin kenapa sama ka deril" ucap jasmin yang langsung duduk dan memakan camilannya.


"Tunggu sebentar, kenapa harus bertanya ke kamu Lin, emang tadi kamu ketemu deril?" tanya Erul


"Hmm, iya kak tadi kita sempet ketemu" jawan orlin.


"Lalu?" menatap orlin dan jasmin mencari tau jawaban selanjutnya.


"Lalu, Lalu apa ya kak" tanya orlin berpura tidak tau.


"Jangan coba berpura - pura tidak tau dan tidak terjadi apa - apa lin , jujur aja sama ka erul" ejek jasmin sambil terus memakan camilannya.


"Apaan sih kamu, tadi tuh kalo bukan gara-gara kamu ga bakaln terjadi hal seperti tadi , tau ga" ketus orlin


"Sudah jangan bertengkar, emang tadi ada kejadian apa , coba ceritain" sambil duduk di rumput


"Itu tadi tuh orlin nabrak ka deril kak" ucap jasmin


"Nabrak gimana maksud nya" bingung erul


"Tadi tuh aku ga sengaja kak, karena lagi asik jajan , aku lari Mundur dengan menghadap jasmin jadi tidak tau kalo ada ka deril di belakang" Orlin menjelaskan kejadian tadi.


"pasti tuh anak marah- marah sama kamu ya Lin" ucap erul


"ya begitulah kak" ucap orlin


"Sudah ku duga, dia mh emang gitu, jangan terlalu di anggap lin" jelas erul


Di tempat lain Deril sampai di mention mamah nya, deril masih tinggal disini karena masih ujian 2 hari lagi jadi mau tidak mau deril harus tinggal di sini karena sang mamah ingin slalu menyemangati anaknya, melayani makan nya saat di meja makan ,membuatkan susu hangat tiap pagi dan malam sebelum tidur.


"Hey Sayang, sudah Pulang lagi nak" ucap sang mamah yang melihat deril akan naik tangga menuju kamar nya.


"Iya mah, deril ke kamar dulu ya mah" melanjutkan langkahnya menuju kamar.


"Kenapa tuh anak, tumben cepat pulang, padahal baru keluar tadi" heran sang mamah.


Hari semakin gelap , Orlin dan jasmin pun bergegas untuk pulang, begitupun erul diapun ikut pulang untuk istirhat da belajar karena ujian masih 2 hari lagi.


"Ayo kita pulang,hari sudah larut malam" ucap Orlin

__ADS_1


"Iya Lin kakak juga mau pulang, Mau istirhat dan belajar" Erul berdiri dari duduknya


"Iya kak, Harus semangat kak belajarnya, biar dapat nilai bagus" ucap jasmin memberikam semangat.


"Iya terimakasih, kalo begitu kita bareng saja gimana, dimana sepeda kalian?" tanya erul


"Itu sepeda kami kak, kakak duluan aja , lagian kak deket sini rumah kakak kalo kami masih cukup jauh" tunjuk orlin ke arah sepeda nya terpalkir.


"Tidak apa-apa kalo kalian mau kakak antar juga boleh koq, dengan senang hati" ucap erul


"Tidak usah kak, kami berdua koq, kakak pulang aja duluan" ucap jasmin.


"ya sudah lah kalo gitu, kalian pulang hati-hati yah" ucap erul


"iya kak, by" sambil berlalu dari sana menuju sepeda yang terpalkir.


"by" sambil berlalu kearah motornya


sesampai di rumah Orlin bergegas membersihkan diri dan makan malam bersama keluarga seperti biasa.


"Assalamualaikum" membuka pintu rumah.


"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang nak, cepat ke kamar bersihin badanmu nanti kita makan" ibu nauren yang mendekati sang anak lalu menerima uluran tangan orlin dan memeluk sang anak.


"Iya bu, orlin ke kamar dulu ya bu bersihin badan" ucap orlin sambil melepaskan pelukannya.


"Cepatlah, ibu dan ayah tunggu di meja makan" ucap sang ibu.


"Ahh lelah sekali hari ini" gerutu orlin sambil meletakkan tas nya membuka sepatunya dan mengambil haduk untuk mandi.


tidak butuh lama orlin sudah keluar dari kamar mandi menuju lemari untuk mengambil pakaian piyama yang akan ia kenakan saat tidur, kemudian orlin bergegas keluar kamar untuk makan malaam bersama keluarganya seperti biasanya.


"Malam ayah?, maaf orlin telat" sapa orlin memeluk ayah yang sudah berada di meja makan.


"Tidak apa-apa, Duduk lah sayang, kita makan bersama" mempersilahkan duduk.


"Ayah ibu, orlin tidak bawa makanan tadi, karena orlin ingin main di taman jadi tadi menolak makanan dari bu susi


"ini sudah banyak makanan sayang, tidak perlu lagi kamu bawa tiap hari ke rumah" ucap sang ibu.


"Iya sayang liat ada bebrapa menu di meja makan ini, tidak kalah lezat nya juga sama masakan di rumah makan tempat mu bekerja" ucap ayah risman.


"Iya ayah, bu, ayo kita makan,orlin sangat lapar hari ini" memulai mengambil nasi .


"Makan lah yang banyak biar tidurmu nyenyak sayang" sambil menaruh lauk di atas piring orlin


"Iya nanti orlin gendut dan makin jelek Gimana dong bu" ucap orlin

__ADS_1


"anak ayah ini paling cantik siapa yang berani bilang jelek akan ayah beri perhitungan" ucap ayah risman


"Ayah ini emang orlin anak TK apa , yang kalo ada sesuatu di sekolah langsung ayah datangin. haha" orlin mengingat dulu sang ayah begitu ketika ada yang mengejeknya.


"Sudah makan dulu, kita berdo'a, jangan ngbrol kalo lagi makan" ucap sang ibu sambil berdoa masing masing .


Acara makan malam di rumah orlin selesai, kita balik ke deril, yang ketiduran saat belajar dan belum makan malam.


Tok.. tok.. tok..


"Sayang"


"nak , makan dulu yuk , makan malam sudah siap" tidak ada sahutan dari dalam.


"Deril, sayang" membuka pintu kamar ternyata tidak di kunci "Mamah masuk yah" sambil masuk ke kamar deril , mencari anaknya, yang ternyata sedah tertidur di meja belajar nya.


"Sayang ,bangun nak, kita makan malam dulu yu, nanti kamu lanjutin tidurnya" memebelai rambut putranya yang tertidur di meja belajar.


"Ahh iya bu, maaf aku ketiduran" mendongkakan badan menoleh ke sang mamah.


"Tidak apa-apa koq, pasti kamu sangat capek, cepat turun ke bawah kita makan, lalu kamu lanjut lagi istirhat"


"Iya bu, tunggu 5 menit lagi aku akan turun, mau Cuci muka terlebih dulu" ucap deril yang. berdiri dari duduknya.


"Baiklah, mamah tunggu di meja makan, jangan lama ya" sambil menepuk tangan deril pelan dan berlalu dari sana.


Deril pun mencuci mukanya, agar rasa ngantuk itu hilang, sebenernya deril malas makan malam karena ngantuk, tapi kasian sama mamah pasti sendirian nanti makan malamnya karena kalo ada deril mamahnya akan makan bersama di meja makan.


"Cepat sini nak, nih liat mamah masak apa malam ini" melihat deril keluar dari kamar turun kebawah lewat tangga


"Iya mah, tunggu sebentar" jawab deril dari arah tangga.


"Wahhh ini mamah yang masak?" ucap deril yang melihat ada berbagai menu seafood di atas meja makan tersebut karena sang mamah tau kesukaan deril itu apa.


Flashback


Ketika deril pulang tadi dengan raut wajah sedikit tidak mood dan heran juga melihat anaknya padahal baru pergi sudah pulang lagi, akhirnya sang mamah berinisiatif membuat makanan kesukaan deril untuk di makan malam ini.


"Aku Bikin Seafood aja kali yah,biar deril senang , kelihatannya dia lagi kesal" menatap punggung deril yang sudah masuk ke kamar


"Baik lah, aku liat dulu bahan - bahannya masih ada tidak di kulkas ya" berlalu menuju kulkas.


"Bi , masih ada seafood di kulkas?" tanya kepelayan yang ada di dapur.


"Masih ada Nyonya, cumi , udang, kerang ijo , kerang dara" menyebutkan yang ada di kulkas.


"Keluarin semua bi, aku mau masak semuanya buat anakku" ucap sang nyonya.

__ADS_1


"Baik nyonya, biar kami aja yang masak nyonya" ucap pelayan


"tidak bi ini aku masak spesial untuk dia.


__ADS_2