
Orlin dan erul masih bercakap dalam telpon ,orlin diam berfikir ada apa ka erul menelpon malam-malam gini, apa ada hal penting tapi apa . Membuat orlin penasaran.
"Langsung saja kak, kakak mau tanya apa sehingga kakak menelpon orlin malam-malam gini?" tanya orlin
"Ahh iya Lin maaf, kakak tadinya mau telpon kamu siang tadi cuma kakak tau kamu pasti sibuk kerja jadi kakak telpon sekarang, jadi Gini lin kakak mau tanya apa kamu mau nanti tampil di acara perpisahan bersama grup band kami, karena kami lagi membutuhkan vokalis wanita." jelas Erul
"Hmm, aku tidak tertarik kak, suaraku sangat jelek dan aku tidak ada waktu untuk latihan, aku jadi penonton saja kak. Maaf". tolak orlin
"Ayo lah lin, kakak butuh kamu, kata jasmin suara mu bagus kakak juga percya itu koq, kita hanya butuh 2 sampai 3x latihan saja lin tidak perlu tiap hari juga" menbujuk orlin
"Maaf ya kak, kakak cari yang lain saja kan banyak tuh anak dari kelas X, XI atau dari teman kakak sendiri"
"Kakak sudah cari kakak rasa hanya kamu yang cocok lin, kamu mau yah. Plisss" erul memohon
"Jangan gitu kak, beri kesempatan untuk mereka juga, siapa tau dari mereka memang ada yang mau dan suaranya bagus"
"Tolong lah lin, kakak janji ga akan ganggu kamu kerja , latihan sebisa nya kamu saja kapanpun harinya jam nya kami ikutin kamu"
"Hmm, aku bener - bener ga tertarik kak kalau aku mau sih sudah aku daftar sama jasmin, dia juga suaranya bagus koq kenapa malah suruh aku yang jadi vokalisnya bukan dia aja" orlin kesal dengan jasmin yang sudah merekomendasikan dirinya kenapa bukan dia saja.
"Tolong dong lin, plisss bantu kakak" masih memohon
"Ya sudah nanti orlin kabarin lagi aja kak, apa orlin bisa atau tidak nya, sekarang orlin ingin istirhat dulu" ingin mengakhiri telponnya.
"Yah, baik lah secepatnya kasih keputusan ya lin, kakak mohon semoga keputusan nya tidak mengecewakan , kakak tutup dulu yah selamat istirahat , maaf menggangu waktu nya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Orlin kesal sendiri kenapa bisa bisanya sahabatnya itu tega merekomendasikan dirinya untuk jadi vokalis wanita yang jelas-jelas orlin ga tertarik.
"Dasar itu anak , liat saja besok yah akan aku bejek- bejek dia" kesal orlin sambil memperagakan tangan nya seolah-olah ingin mengulek nya.
.....
Pagi haripun tiba dimana orlin bangun lebih awal seperti biasa mandi dan sholat subuh lalu pakai seragam dia turun untuk sarapan pagi bersama keluarganya.
__ADS_1
Setelah selesai jasmin pun datang untuk mengajak kesekolah bersama seperti biasa mengayunkan sepedanya, dengan raut kesal orlin pun melihat jasmin dengan tatapan mata yang ingin marah, membuat jasmin terheran-heran kenapa gerangan pagi ini.
tanpa banyak bicara jasmin pun mengayunlan sepedanya dari arah belakang mengikuti orlin karena sendari tadi orlin tidak bicara dengan nya jasmin berfikir kenapa dan ada apa kenapa aneh begini tidak biasanya membuat jasmin takut untuk sekedar menyapanya.
Sesampai di sekolah orlin lebih dulu memalkirkan sepedanya jasmin pun ikut menyusulnya, dengan penuh rasa takut memberanikan diri jasmin bertanya kepada orlin.
"Lin , Ka-kamu kenapa pagi ini tidak seperti biasanya?" tanya jasmin dengan nada sedikit takut
"Lalu" dengan nada kesal orlin terus berjalan menuju kelasnya.
"Lalu kenapa lin, jangan buat aku bingung dong , emang kamu lagi kesal sama siapa?" tanya jasmin
"Ohhh, jadi kamu tidak merasa yah , bagus.." dengan tepuk tangan orlin berkata seperti itu karena dia jujur kesal dengan anak satu ini, harus di beri pelajaran.
"Ma-maaf lin, apa kesalahanku jika aku memang bersalah biar aku tau penyebabnya jangan buat aku bingung"
"Fikir aja sendiri" bicara tepat di depan wajah jasmin membuat bulu kuduk jasmin merinding tidak biasanya temannya begini , kesambet kali yah.
"Ya Allahhh, kenapa itu anak , kesambet kali yah" dengan raut bingung jasmin duduk di sebelah orlin yang masih menatap nya sinis.
Orlin dengan santai duduk tapi raut wajah ingin menjabak temannya ini bila perlu dia cakar mukanya lalu dia gigit , bikin gemas.
Jam pelajaran pun di mulai sekarang pelajaran matematika, jasmin masih melamun memikirkan apa kesalahannya itu, sehingga tidak fokus apa yang sedang di terangkan gurunya di depan kelas.
"Ya Ampun Lin..." dengan kaget jasmin berdiri membuat semua teman yang ada di kelas itu menengok kearah jasmin yang tiba-tiba Bicara keras sedangkan suasana kelas sedang hening .
"Maaf, maaf kan saya bu" dengan malu jasmin menggaruk leher yang tidak gatal merutuki kebodohannya.
"Jasmin kamu maju kedepan, coba kamu kerjakan soal di depan" ucap guru karena jasmin tidak fokus dalam belajar.
"Ba-baik bu" dengan langkah gontai jasmin maju kedepan menjawab soal yang sudah ibu guru tulis di papan tulis.
Orlin yang melihat temannya di suruh maju kedepan mengerjakan soal di depan membuat nya ingin sekali tertawa.
"Rasain tuh , siapa suruh kamu merekomendasikan aku ke ka erul" Gerutu orlin
__ADS_1
Jasmin yang berada di depan kebingungan menjawab soal dari ibu guru yang harus jasmin kerjakan di depan para teman-temannya.
"Awas ya lin ,kamu pasti sengaja ingin menjebakku , ok aku terima" dengan penuh konsentrasi jasmin dalam mengerjakan soal di papan tulis itu sedikit sulit tapi jasmin bisa menyelesaikannya.
"Sudah bu" di saat jasmin ingin kembali ke tempat duduknya , ibu guru malah menahannya.
"Tunggu..!!" ibu guru bediri dari duduknya
"I-iya bu" jasmin kembali berdiri di depan kelas
guru pun berjalan ke arah papan tulis memeriksa yang sudah di jawab jasmin benar atau salah.
"Baik kamu boleh duduk, tapi jika saya melihat kamu tidak fokus dalam berlajar maka akan saya keluarkan kamu dari jam pelajaran saya . Kamu mengerti..??" ucap bu guru.
"Me-mengerti bu" menundukkan kepalanya.
"Sudah saya kamu duduk" menyuruh jasmin duduk kembali.
"Puas kamu" dengan mentap orlin yang sedang menahan tawanya.
"Belum, Aku belum puas, kenapa?" ejek orlin
"terus saja begitu" kesal jasmin
"lalu apa kabarnya kamu yang sudah merekemondasikan diriku kepada ka erul?" tanya orlin menatap tajam ke arah jasmin
"A-aku A-aku..
"Aku apa, coba jelaskan yang benar"
"Aku minta maaf Lin, Habisnya ka erul meminta nomber telpon kamu pada waktu itu, Aku bukan merekomendasikan kamu lin, secara memang kamu punya bakat untuk bernyanyi jadi aku kira ini cocok untuk mu" jelas jasmin
"Tanpa memberitahukan terlebih dahulu gitu, aku tidak menyangka kamu seperti itu, kenapa bukan dirimu saja, toh kamu yang ingin tampil di acara perpisaha sekolah kenapa malah melempar nya ke aku" kesal orlin
"Iya maaf lin, aku bener-bener Minta maaf, aku pikir kamu tidak aka marah kalau aku kasih nomber kamu ke ka erul". Jelas jasmin.
__ADS_1