Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Pulang


__ADS_3

hari sudah semakin larut, matahari sudah tak terlihat lagi, orlin dan jasmin bergegas pamit untuk pulang .


"Kak, Terimakasih untuk hari ini yah, kami permisi untuk pulang" ucap Orlin menundukkan kepala.


"Iya sama-sama lin, kalian hati -hati pulang nya, maaf yah tidak bisa antar kalian" ucap erul.


"Tidak apa - apa kak, kami pulang berdua koq jadi tidak perlu khawatir dan tidak perlu di antar juga. kami permisi" ucap jasmin


Orlin dan jasmin berjalan kaki mendekati sepeda yang terpalkir di dekat taman , erul dan deril pun pergi meninggalkan taman itu.


"Hari ini sungguh asik ya lin , aku tidak menyangka kalo ka deril itu mempunyai hati yang baik, jarang juga anak seusia kita ini memikirkan anak panti yang tidak punya kedua orang tua" sambil mengayunkan sepedanya.


"Iya aku juga sangat terharu tadi, aku sungguh tidak menyangka bahwa ka deril akan membawa kita kesana, aku juga tidak menyangka ternyata uang ganti rugi itu bukan untuk dia tapi untuk mereka yang membutuhkan" jelas orlin


"Iya lin, aku jadi ingin ikut berpartisipasi kepada anak panti itu" ucap jasmin


"nanti kita kumpulin uang jajan kita aja untuk kita sumbangkan kemereka ya minimal sbulan skali gitu, kan lmyan untuk mereka" ajak orlin


"Aku setuju, Nanti aku juga akan cari kerja seperti mu lin biar aku punya sendiri untuk membantu mereka" jelas jasmin


"Kamu kerja bareng aku aja nanti aku tanyain ke bu susi masih ada lowongan untuk kamu juga tidak biar kita sama-sama bekerja disana" tawar orlin.


"Aku mau lin, coba tanyain yah ke bususi nya"


mereka sampai di rumah masing -masing pukul 6 sore.


tok.. tok.. tok..


"Assalamu alaikum"

__ADS_1


"Waalaikumslaam, kamu sudah pulang nak" ucap ibu nauren


"Iya bu aku sudah pulang" mencium tangan ibu nauren


"Aku ke kamar dulu ya bu mau mandi, maaf hari ini aku ga bawa makanan bu, karena tadi aku tidak masuk kerja" lirih orlin


"Tidak apa-apa, sudah sana kamu ke kamar dulu saja, nanti kita cerita setelah kita makan malam nanti" ucap ibu nauren.


Orlin pun masuk ke kamar nya untuk membersihkan badan dan mengerjakan kewajibannya, setelah itu orlin keluar kamar untuk makan malam seperti biasa bersama keluarganya, meskpun tadi orlin sudah makan tapi orlin tetap menghargai ibunya yang sudah menyiapkan makan malam itu.


"Bu, ayah" mendekati ayah dan ibu nya


"ayo mkan dulu nak" ucap ibu nauren


"Iya bu" orlin duduk di kursi dan mengambil nasi beserta lauknya


setelah mereka makan malam orlin pun bercerita kegiatan nya hari ini kemana saja, karena tadi orlin tidak bekerja pasti ada kegiatan lain yang membuatnya tidak masuk kerja.


"Bu , yah, tadi orlin tidak masuk kerja karena orlin lupa sehabis latihan bersama jasmin orlin main di taman dan ketemu sama orang yang dulu orlin pernah nabrak mtornya itu bu, orlin juga sudah ganti rugi dan ayah , ibu tau tidak uang ganti rugi itu untuk apa" tanya orlin membuat mereka menggelengkan kepalanya.


"Memang untuk apa?" tanya ayah risman dan di tatap penasaran oleh ibu nauren


"Untuk Anak panti asuhan bu yang ada di pinggiran kota , Aku kira uang itu memang untuk dia tapi kenapa syaratnya harus uang 5rb'n ternyata dia memang sengaja ingin membagikan nya kepada anak yatim dengan di tambah uang dari dia" jelas orlin


"Subhanallah Sungguh mulia sekali di zaman ini susah sekali menemukan orang yang mau peduli akan sesamanya seperti anak muda itu" ucap takjub ayah risman.


"Nah itu dia yah, aku jadi malu sendiri harusnya aku sebagai generasi muda memang harus memperdulikan lingkungan sekitar yang memang membutuhkannya, mereka disana sangat lucu-lucu yah, aku sampe terharu liat mereka karena kasian untuk usia kecil seperti itu tinggal di panti asuhan yang bahkan mereka tidak tau orang tua nya sendiri dan ada juga yang sengaja menitipkan anak nya di panti itu tanpa di kunjungi sama skali" jelas orlin.


"Sungguh kasian mereka, Suatu saat nanti ketika kamu sukses lin, jangan pernah lupa Untuk bersedekah kepada yang membutuhkan bisa juga jadi donatur seperti pemuda itu, karena bantuan dari kita ini sangat di butuhkan di panti asuhan atau panti jompo juga" ucap ibu nauren.

__ADS_1


"Iya bu, orlin sama jasmin akan sering berkunjung kesana untuk sekedar bermain dan membawakan makanan untuk mereka karena tadi mereka begitu antusias ketika kami datang"


"Alhmdulilah kalo gitu, ayah senang kamu bisa membantu anak panti itu, kalo boleh tau pemuda itu apa masih sekolah?" tanya ayah risman.


"Iya ayah masih sekolah, aku tidak tau sih kelas berapanya yang jelas dia masih SMA" jawab orlin


"Mungkin ibunya mendidik anak itu dengan sangat baik sehingga rasa pedulinya tinggi, anak seusia dia rata-rata cuek akan hal seperti itu apalagi berbagi dengan anak panti" ucap ayah risman


"Iya ayah, Ya sudah orlin mau istirahat dulu ya yah biar besok orlin langsung kerja aja ke warteg nya bu susi karena orlin kemarin tidak masuk jadi orlin pikir tidak ada salahnya besok orlin datang pagi-pagi memulai pekerjaan toh Tidak ada kegiatan ini" ucap orlin.


"Ya sudah sana kamu istirahat saja , pasti bu susi juga mengerti jika kamu memberikan alasan yang tepat" ucap ibu nauren di balas senyum oleh orlin


Orlin pun bergegas pergi ke kamar nya untuk beristirhat karena esok pagi dia akan berangkat pagi untuk bekerja ya itung-itung menggantikan waktu kemarin yang tidak datang ke tempat kerja.


Pagi haripun tiba, setelah sholat subuh orlin bergegas menuju tempat makan untuk sarapan pagi , waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi orlin selesai sarpaan langsung keluar rumah dan mengambil sepedanya bergegas untuk pergi ke tempat kerja.


"Pagi Bu, Wahh sudah mateng ini nas goreng nya pantesan tercium sampe kamar orlin" mendekati ke arah meja makan


"kamu ini, bisa aja, ya sudah kamu makan duluan saja biar nanti ibu dan ayah makan belakangan" sambil menyiapkan nasi goreng ke piring orlin dan menyiapkan air minumnya juga.


"Maksih bu, orlin duluan yah, karena orlin ingin cepat sampe di sana untuk membantu ibu susi" sambil mengunyah nasi gorengnya.


setelah selesai orlin berpamitan kepada sang ibu.


"Orlin berangkat sekarang ya bu. Assalamualaikum" mendekati ibu ke dapur sambil mencium tangan sang ibu.


"Cepat sekali kamu sarpan nak, ya sudah kamu hati-hati di jalan"


"Iya bu" sambil berlari ke arah pintu dan bergegas mengayunkan sepedanya.

__ADS_1


__ADS_2