Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
cemburu


__ADS_3

"Masa sih kamu lupa dengan Nomber telponmu" tanya ilyas yang tidak percaya masa iya lupa dengan hpnya.


"Iya kak aku tidak ingat karena hpku baru jadi nomber juga baru" jujur orlin.


"Ohh, jadi kamu baru ganti Hp ya, ya sudah tidak apa - apa. ,ini ada kartu namaku nanti kamu hubungi nomber ku saja" menyodorkan kartu nama


"ilyas Suryatama" Ucap orlin dan jasmin bersamaan membaca nama di kartu nama tersebut.


"Ya itu lah namaku dan Keluargaku" jelas ilyas.


"Baik lah kak, aku simpan nanti aku masukkan ke hpku" ucap orlin


"Jangan lupa yah, hubungi aku nanti, aku kesana dulu. by" Berdiri dari tempat duduknya dan berlalu dari sana.


"Dia tampan sekali ya lin, aku jadi pingin punya pacar tampan yang ga kalah tampan dengan deril dan erul" ucap jasmin karena di sekolah mereka berdua jadi idola para wanita


"Pacar mulu yang kamu pikirin, belajar yang pintar nanti setelah kamu sukses pasti banyak cowok yang mau" ucap orlin


"Lahh sekarang juga kalo mau sih banyak yang daftar jadi calon pacar ku" jelaa jasmin


"Kenapa tidak pacaran saja" sambil meminum air yang masih tersisa di gelas.


"Ogah, karena aku cari yang tampan" jelas jasmin sambil memandangi ilyas yang sudah duduk bersama temannya.


"Tampan saja tidak cukup , memang kamu akan memandangi ketampanan nya saja" ucap orlin


"Bentar deh Lin, liat kak ilyas duduk disana bukankah itu kak deril sama kak erul yah? menunjuk meja dimana ilyas dan teman - temannya duduk.


"Masa sih, Wahh kamu bener jasmin" setelah menengok ternyata memang mereka yang duduk disana.


"Tunggu, berarti dia? Upppsstt , teman dekatnya, wahhh luar biasa 3 orang yang sangat tampan bersatu" terang jasmin.


di meja lain, ilyas duduk kembali untuk menikmati makanan yang tadi dia pesan.


"Gimana berhasil tidak misimu" tanya erul yang melihat teman nya sudah duduk dan makan

__ADS_1


"Bentar dulu, aku lapar banget" ucap ilyas sambil mengunyah makanan


"Lagian so so'an deketin cewek dasar playboy cap gayung" ketus deril


"tenang dulu dong, Udah tau aku ini playboy mana ada wanita yang akan menolak ketampanan ku" sambil mengelap mulutnya yang sedikit belepotan.


"Wah wah wah, jadi tadi kamu berhasil deketin tuh cewek" menatap ke arah deril seolah olah mengejeknya.


"Ya iya lah seorang Ilyas dengan urusan wanita pasti jagonya" jelas ilyas


"Terus sudah dapat nomber telponnya" tanya erul


"Hmm, Aku sih memang belum punya nomer nya dan cewek itu cukup unik juga masa iya lupa dengan nomber telpon sendiri, ya dia bilang sih hp nya baru dan aku heran dia juga lupa membawa hp nya, sungguh gadis yang unik" tersenyum membayangkan wajah orlin tadi.


"Itu sih alesan dia nya saja, itu tanda nya dia tidak mau ngasih nombernya" ucap deril senang karena tidak di kasih nombernya oleh orlin.


"Eiitts tunggu saja dia pasti menghubungi ku, karena aku sudah kasih kartu namaku, dia pasti menghubungi nomber ku" penuh percaya diri.


"Sial kenapa dia malah menerima kartu nama nya sih, ahh apa lagi aku ini kenapa malah jadi ngurusin itu anak sih, bodo amat mau dia sama si ilyas ke si erul ke tidak perduli". Deril bergumam dalam hati


"Biarin aku kesambet, nanti kamu yang akan aku bunuh pertama kali" menatap tajam ke arah erul


"Wahhh aku ini masih pejaka belum mau mati" mengangkat kedua tangan nya melambay lambay.


Mereka tertawa tapi tidak dengan deril yang masih menatap orlin di ujung meja sana , ilyas dan erul tidak memperdulikan apa yang sedang deril liat yang jelas mereka malah asik bercerita sambil makan camilan kentang goreng di cocol saos enak. 😅


Dari meja Ujung yang di tmpatkan orlin dan jasmin nampak mereka sudah selesai makan dan memanggil pelayan untuk membayar apa yang sudah mereka makan, ternyata setelah melihat daftar harga yang sudah mereka makan hanya menghabiskan 120rb saja, memang mereka berdua hanya makan tomyan dan camilan seperti pisang nugget dan kentang goreng minum jus jeruk dan jus strowberry. wow bnget kan 😁


"Waahhh cuma segini , Ini mba Uang nya, Orlin dan Jasmin Mengeluarkan uang 75rb'an dan memang mereka habis gajihan jadi kali ini mereka makan dengan membagi dua" maklum anak skolah belum bisa saling traktiran. 🤣


"Iya Nona, terimakasih atas Kunjungan nya, jangan lupa datang kembali" ucap pelayan tersenyum sambil menundukkan kepalanya ke arah mereka karena sangat lucu melihat tingkahnya


Orlin dan jasmin pun berdiri , Menundukkan badannya berucap sama-sama lalu pergi meninggalkan restoran itu.


Mereka berjalan dari arah ujung tidak melewati para pria karena orlin malu lewat ke depan mereka.

__ADS_1


"Akhirnya" ucap deril yang masih terdengar oleh kedua pria yang berada di meja yang sama.


"Akhirnya apa ril?" erul dan ilyas melihat tatapan mata deril ke arah mana kenapa tiba-tiba bilang begitu, ternyata disana tidak ada siapa siapa, erul dan ilyas mengangkatkan bahu nya ntah kenapa temannya ini.


"Engga koq, sudah lupakan, aku pulang duluan ya" berdiri dari tempat duduknya meninggalkan erul dan ilyas


"Eh kenapa tuh anak?" mereka berdua kebingungan.


"Ntah lah, ya sudah ayo kita pulang dan ingat ya kamu yang bayar rul . Hahaha"


"Ya tenang saja" melambaikan tangan ke arah pelayan.


setelah acara pertemuan ini usai mereka bergegas pulang ke rumah masing - masing, Deril seperti biasa ia akan pulang ke rumah libur sekolah ,karena besok sabtu jadi deril menginap di rumah mamahnya.


"Sayang Tunggu nak" ucap sang mamah yang melihat anak nya pulang langsung menaiki tangga.


"Iya mah, maaf aku kira mamah belum pulang, aku sangat lelah hari ini jadi ingin istirhat dulu mah" ucap deril


"Ya sudah , nanti mamah buatkan susu hangat untukmu biar badanmu enak" ucap mamah deril yang berada di bawah tangga


"Ok mah, terimakasih" langsung naik kembali dan masuk ke kamarnya.


"Hufftt rasanya sangat melelahkan hari ini, apa nanti orlin akan menghubungi ilyas yah, kenapa tidak menolak kartu nama nya atau bilang tidak punya hp gitu biar tidak bisa menghubungi" berbicara sendiri sambil merebahkan tubuhnya dan masih menggunakan sepatunya.


"Tidak tidak, kenapa aku jadi memikirkan dia, biarin saja mau dia sama siapapun aku tidak jadi maslah, sudah lah aku mau mandi saja, lama-lama otakku ini akan beku memikirkannya" bangun dari tidurnya dan melepaskan sepatu yang masih terpasang kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Nak ini susunya nanti di minum ya". ucap sang mamah yang masuk ke kamar deril meletakkan nya di meja dekat tempat tidur, rupanya ada suara air dalam kamar mandi.


"Iya Mah simpan saja disinu nanti aku minum" ucapan dari dalam kamar mandi yang sangat lantang.


"Ok baik lah ,mamah keluar dulu" keluar dari kamar deril menuju meja makan.


beberapa menit kemudian deril keluar menggunakan handuk yang di lilit di pinggang , melihat ada susu hangat di meja deril meminumnya terlebih dulu untuk menghangatkan badannya, kemudian kembali ke lemari untuk mengambil baju yang akan di pakainya saat santai di rumah sesudah selesai deril ngmbil sweter rajut yang ntah kenapa rasanya hari ini sangat dingin lalu ia merebahkan tubuhnya dikasur tapi teringat akan gadis remaja yang 2 tahun lebih muda dari dirinya karena dia masih kelas 1 SMA sedangkan dirinya akan Lulus tahun ini, deril menangkupkan badannya dengan tangan menopang dagu.


__ADS_1


kurang lebih seperti ini lah posisi deril saat ini, sambil tersenyum memejamkan mata ntah apa yang sedang dalam fikirannya.


__ADS_2