
Tak berselang lama Nyonya Rumah kembali ke hadapan pak risman untuk memberikan bantuan nya berupa uang 30juta yang di masukkan kedalam amplop coklat dan memberikannya kepada pak risman.
"Ini Pak, uang yang bapak butuhkan" sambil menyerahkan amplop coklat tersebut.
"T..Terima kasih nyonya" dengan tangan gemetar menerima uang dari sang nyonya
"I..ini Berapa isinya Nyonya?" Tanya pak risman memang banyak skali dan ia tidak bisa menghitungnya karena tangannya gemetar sendari tadi.
"Itu 25jt pak, sesuai yang bapak Butuhkan, Nanti bapak hitung kembali di rumah , Karena hari ini pekerjaan bapak sudah selesai dan untuk membantu saya menata barang di kantor cabang itu akan di mulai besok" Jelas sang Nyonya.
"Terima kasih banyak nyonya, saya akan menggantinya tapi tidak untuk sekarang dan saya janji jika saya sudah punya uang akan saya ganti" Sujud syukur pak risman kepada nyonya
"Hey pak.!! Tidak boleh bapak bersujud kepada saya Ucap Syukur sujud hanya kepada Allah" Nyonya Syock dengan pak risman yang tiba - tiba sujud di kakinya dan Nyonya segera mundur beberapa langkah dari risman.
"Maaf nyonya, saya Terlampau bahagia, maaf kan saya ya Allah dan terimakasih nyonya Sudah mau menolong saya" ucap Pak risman
"Sudah jangan Bnyak berterimakasih. pakai saja uang itu pak, saya tidak meminta bapak untuk mengembalikannya, saya ikhlas menolong bapak" ucap Nyonya
"Tidak Nyonya saya akan membalikkan nya saya janji, hanya saya mhon nyonya untuk bersabar karena saya harus mengumpulkan dulu uangnya." lirih pak risman
"Terserah bapak saja, sekrang bapak pulang dan ini untuk upah nya hari ini karena sudah memasangkan ac" sambil menyodorkan beberapa lembar uang 100rb kepda pak risman.
"Tidak bu, ini sudah cukup bagi saya" tolak pak risman
"ini Rezki pak tidak boleh menolak dan ini memang upah jasa bapak" ucap nyonya.
"B..baiklah terimakasih banyak bu. saya akan datang lagi kemari untuk memulai pekrjaan saya, apa saya bisa langsung saja datang ke alamat kantor cabang ibu? " tanya pak risman
"bapak angsung datang saja ke tempat kantor cabang itu, dan ini alamt kantor cabang nya" sambil memberikan alamat kantor kepada pak risman
"Jl. Jend sudirman, Baik lah saya akan kesana besok pagi Nyonya karena dari rumah saya tidak begitu jauh" ucap pak risman.
__ADS_1
"Besok aga siangan aja pak, karena saya menghubungi pihak properti nya terlebih dahulu karena tadi saya baru memintanya untuk menambahkan beberapa barang dan mereka akan mengirimkannya besok siang sekitar jam 10'n" jelas Nyonya.
"Baik Nyonya, kalo begitu saya permisi dan saya berterimakasih atas semua kebaikan nyonya kepada saya, asslamualaikum.." Pamit dan nunduk ke arah Nyonya.
"Iya pak, waalaikumsalam" jawab nyonya.
Dan Di lain tempat Orlin pun sesudah memulai pekrjaan nya dan memang waktu begitu cepat tidak terasa sudah Adzan Maghrib waktunya Orlin bersiap pulang setelah menjalankan ibadahnya di rumah bu susi pemilik warteg itu.
"Alhamdulilah sudah waktunya pulang" menghembuskan nafas lega dan senang karena hari ini telah selesai bekerja dengan baik di hari pertama.
"Kamu sudah mau pulang nak?" tanya bususi sambil mendekati Orlin yang sedang membereskan beberapa piring yang sudah ia bersihkan dan terlihat sudah selsai pekerjaan orlin hari ini.
"Eh ibu, iya nih Udah selesai ini Orlin mau pamit pulang" sambil membalikkan badan nya menghadap bu susi.
"Ohh, baiklah kamu pulang saja sekarang sebelum hari makin berlarut malam karena kamu gadis dan rumah mu juga lmyan jauh takut kamu kenapa -napa di jalan" ucap bu susi.
"Baik bu, tenang saja saya gini - gini bisa Ilmu beladiri loh bu" sambil memeperlihatkan Kuda -kuda bela dirinya.
"Hahaha, ya sudah aku pamit pulang ya bu, Assalamualaikum" sambil mencium tangan bu susi dan mengambil tasnya.
"Tunggu nak.. ini bawakan lauk untuk kedua orang tuamu, semoga mereka suka dengan masakan di warteg ini". sambil menyodorkan kantong plastik yang isinya berbagai macam lauk, Orlin tidak tau jika ibu susi menyiapkannya untuk di bawa pulang.
"I.. ini buat orlin bu, kapan ibu membungkusnya, koq orlin tidak melihat" Dengan wajah bingungnya melihat isi plastik, karenan setau orlin ia tidak melihat ibu susi mumbungkus lauk itu.
"Itu saat kamu tadi sedang Sholat maghrib ibu membungkusnya untuk kamu nak" ucap bu susi
"Ohh begitu. baiklah terimakasih banyak bu, Assalamualaikum" langsung berlari ke arah sepedanya di palkir.
"waalaikumslaam.. dasar anak itu" yang sudau menjauh dari warteg nya
Orlin mengayunkan sepedanya menyusuri jalan untuk pulang kerumah , karena memang waktunya sudah mulai malam dan jalanan pun sedikit macet tapi tidak dengan orlin karena ia mengendarai sepedanya di jalur sepeda jadi sedikit longgar untuknya, saat di jalan orlin melihat tukang Cilok yang ada di sebrang jalan tepat di dekat taman dan ia pun menyebrangi jalan itu untuk membelinya.
__ADS_1
"Wahh itu ada cilok , rasanya aku ingin makam cilok saat ini, dan Uangku, ahh cukup untuk membelinya" ucap orlin sambil melihat uang 10ribu di saku Rok sekolahnya, karena memang dia hanya mengganti bajunya pakai baju biasa untuk bekerja , orlin melihat arah untuk menyebrang.
"Pak beli Ciloknya 5rb aja, bisa kan pak?" tanya Orlin kepada penjual cilok
"Bisa Neng , berapapun yang ingin pelanggan beli akan saya terima" ucap tukang cilok.
"Bapak baik sekali, terimakasih pak" sambil menunggu ciloknya orlin mendengar ada yang memanggil namanya dari arah belakang membuatnya memutar badan untuk melihatnya.
"Orlin... " ucap lelaki tampan yang kemarin ia pernah bertemu pas kecelakaan kecil itu, ia sedang duduk bersama temannya dan melihat orlin sedang berada di tukang cilok yang ta jauh dari tempatnya duduk .
"Wah itukan ka erul yang waktu itu nolongin orlin, ada apa dia memanggilku?" Gumam orlin dengan raut penasaran
"Hey, Ketemu lagi kita Lin, Apa kabar dengan kaki dan luka - lukamu itu?" Tanya Erul yang menatap orlin
"Eh iya kak, aku Sudah sembuh koq malah lukaku aja sudah tidak membekas lagi" Tersenyum manis ke arah orlin.
"Neng ini Ciloknya" ucap tukang cilok yang sudah membungkusnya untuk orlin.
"Oh iya pak, ini uang nya" sambil menyodorkan uang 5rb ke tukang cilok.
"Maaf kak Orlin pulang dulu, karena waktu sudah mau malam orlin takut orang tua khawatir di rumah" ucap orlin
"Bentar Dulu Lin, kita ngobrol-ngobrol dulu aja, nanti aku antar kamu ke rumah, Boleh yah sebentar aja" ucap erul.
"Hmm, tapi aku tidak bisa lama - lama kak dan aku tidak mau di antar karena aku takut di curigai oleh para tetangga pulang larut malam bersama seorang lelaki". penolakan halus orlin
"Hmm, baiklah aku tidak akan mengantarmu, kita ngobrol di kursi taman sana yuk , ada temen aku juga disana yang waktu itu bersama ku dan kamu menabrak motornya" ucap Erul
"Wah gimana ini, aku takut dia minta ganti rugi, dan aku juga takut dia melaporkan saya ke polisi , apa yang harus aku lakukan sekarang. aku ingin meminta maaf lagi tapi aku takut dia menolak dan memintaku ganti rugi. ahhhk" gumam orlin dalam hati
"Hey koq kamu bengong, ayo kesana , tenang aja teman aku itu baik meskipun dingin orang nya tapi hatinya ga seperti itu koq". ucap Erul karena dia melihat wajah orlin yang sedikit ketakutan melihat deril temannya itu.
__ADS_1