Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Panti Asuhan


__ADS_3

sepulang dari sekolah orlin berniat akan jalan kaki ke tempat bengkel yang tidak jauh dari sekolah untuk mengambil sepedanya yang tadi bocor saat di perjalanan ke sekolah, dengan langkah sedikit berlari orlin keluar dari kelas nya menuju gerbang sekolah , ternyata orlin melupakan sesuatu bahwa hari ini dia harus ikut dengan deril yang ntah mau kemana langkah orlin baru keluar dari gerbang sudah di hadang oleh deril dengan motor sport nya membuat seluruh maha siswa melihat kedekatan mereka dan ada juga yang menghujat dengan kata-kata ketika melihat kedekatan mereka.


"Aku harus segera sampe ke bengkel aku mau ambil sepedaku" gumam orlin sedikit berlari keluar daei kelas menuju gerbang


"Hey Tunggu..!!! Cepat Naik" ucap deril yang menghdang langkah Orlin pas di depan pintu gerbang sekolah


"A-ada apa kak" bingung orlin karena tiba tiba deril menghadang nya da suruh naik di motornya


"Cepat naik, apa kamu melupakan sesuatu? kamu masih mudah tapi pelupa dasar nenek- nenek" ejek Deril.


"Hah, Apa, nenek-nenek, emang muka ku Keriput seperti nenek-nenek, Dasar cowok aneh" memsang wajah cemberut kesal.


"Iya mukamu kaya Nenek sihir jelek, baru tadi pagi aku bilang sudah lupa, cepat naik" menarik pergelangan tangan orlin untuk segera naik ke motor nya.


"Liat itu siswa baru sudah menggoda kakak senior kita, Dasar cewek miskin pasti dia menggoda untuk menarik perhatian kak deril yang tampan itu agar dia bisa naik motor sport nya, secara dia sendiri ke sekolah pake sepeda bututnya itu" ucap siswa yang melihat kedekatan orlin dengan menatap penuh kebencian


"iya bener menjijikan sekali , tampang aja alim tapi aslinya sangat murahan" jawab teman yang lainnya yang juga menatap tidak suka ke arah orlin


sedangkan orlin yang di tatap para siswa tersebut merasa risih apalagi dengan hujatan yang mereka lontarkan yang masih di dengar jelas oleh orlin , apa seburuk itukah orang miskin di mata mereka sehingga mereka berfikiran seperti itu.


"Sudah cepat naik, malah bengong, saya hitung sampe tiga" ucap deril yang membuyarkan lamunan orlin.


orlinpun terpaksa menaiki motor sport deril tanpa memperdulikan omongan mereka setelah orlin naik ke atas motor dan deril langsung menjalankan motornya tidak lama kemudian erul melihat kerumunan di depan gerbang dengan penasaran melihat ternyata deril yang membonceng orlin entah mau pergi kemana mereka berdua dari arah belakang erul mengikuti mereka.


"mau kemana mereka , koq tumben mereka bareng, biasanya orlin pake sepeda dan juga deril biasanya cuek tapi sekarang mereka malah berduaan, aku harus ikutin mereka" gumam erul dalam hati dan langsung bergegas menyusul deril mengikuti dari belakang


di dalam perjalanan hanya ada keheningan, tidak ada yang memulai berbicara, orlin ingin sekali menanyakan akan di bawa kamana dia, tapi belum berani berbicara, tapi orlin juga harus tau akan di bawa kemana , mau tidak mau orlin pun membuka percakapan nya terlebih dulu.


"Maaf kak, kita sebenarnya akan pergi kemana" tanya orlin


"Jangan banyak bertanya , pegangan yang erat aku mau menambahkan kecepatan nya nanti kamu terbang aku tidak akan tanggung jawab" ketus deril.


"prasaan aku baru nanya kenapa seolah olah aku banyak bertanya, sungguh aneh pria ini" gumam orlin dalam hati

__ADS_1


"Astaghfirullah, Pelan - pelan dong kak, kakak sengaja yah ingin aku terjatuh" ucap orlin yang di kgetkan dengan kecepatan motor lalu mengerem mendadak sehingga orlin sedikit terguncang.


"Makanya jangan melamun terus, pegangan yang benar" menyunggingkan senyum yang tak terlihat oleh deril tapi deril melihat ada motor yang mengikutinya ternyata temannya.


"apa aku sudah melewatkan sesuatu , mereka sungguh sangat dekat sekarang, sok dingin kamu ril sok munafik padahal kamu suka sama orlin tapi kamu seolah olah membencinya ,ahh aku akan mempermainkan prasaanmu ril" senyum Licik dari erul


sebenarnya tidak ada niat jahat dalam diri erul , hanya erul sengaja agar mereka semakin dekat karena erul melihat deril slalu bersikap dingin pada semua wanita dan baru kali ini dia melihat deril dekat dengan wanita , ya memang erul juga akui orlin sangat cantik gadis periang yang menggemaskan yang sempat masuk dalam bayangan tiap kali mengingatnya ingin skali memilkinya, tapi melihat kedekatan dengan deril , erul mengurungkan niatnya untuk mendekati orlin sebagai kekasihnya sebelum memiliki prasaan penuh kini dia akan fokus mendekatkan orlin dengan deril, ya meskpun cinta masa di sekolahan tidak menutup kemungkinan mereka akan berjodoh kembali di kemudian hari.


Deril memelankan Motornya dan mematikan mesin motornya di pinggir jalan membuat erul kaget pasti deril tau jika dia mengikutinya sendari tadi.


Deril menengok kebelakang dengan melambaykan tangannya untuk menyuruh erul meminggirkan motornya.


"Apa kamu tidak ada kerjaan Mengikuti kami sendari tadi" ucap deril


"Ahh iya, aku - aku tadi melihat kalian keluar dari sekolah tidak biasanya kamu membawa seorang wanita naik ke atas motormu itu ril" menggaruk kepala yang tidak gatal karena ketahuan mengikuti mereka jadi sedikit gugup.


"Kak erul Ayo ikut kami , ga papa kan kak?" tanya orlin kepada deril karena orlin rasa ketika ada erul orin sedikit tidak takut meskipun tidak tau akan di bawa kemana.


"emang kamu mau kemana Lin?" tanya erul


"Ya sudah kamu ikutin aku kalo kamu mau ikut" ucap deril langsung memakai helmnya


"Baik lah, aku akan mengikutimu dari belakang" erul pun sama memakai helmnya untuk bergegas mengikuti kemana deril akan membawa orlin


Kurang dari 30menit perjalanan, mereka sampai di sebuah panti asuhan yang dulu pernah mereka sambangi juga, Dengan rasa sedikit kebingungan orlin turun dari motor nya , dia tidak menyangka akan di bawah kesini lagi , tempat dimana banyak anak kecil yang kurang kasih sayang dari ayah dan ibunya tapi mereka terlihat sangat bahagia berada di panti ini bersama teman - teman nya, semua anak panti yang berada di taman melihat kedatangan deril dan teman-temannya membuat mereka berhamburan memeluk deril orlin dan erul secara bersamaan.


"Aduhhh, Anak - anak yang manis ini sangat Menggemaskan sekali sih" berjongkok mensejajarkan mereka dan memeluk mereka


"Hallo kakak Cantik dan kakak tampan, kami senang sekali di kunjungin kakak kesini, ayo kita main kak" ucap anak panti yang langsung menarik tangan orlin, deril dan erul.


"Tunggu sebentar, kakak tuh kesini ingin makan bersama kalian tapi nanti kakak orlin yang akan memasak untuk kalian semua. gimana?" ucap deril


"Aku mau , aku mau kak" sorak mereka dengan antusias.

__ADS_1


"Coba kalian nanti sebut makanan apa yang kalian inginkan biar nanti kak orlin yang akan membuat nya untuk kalian, Setuju" ucap deril dengan senyum licik nya.


"Setuju kak, Aku mau Burger, aku mau spagethi, aku mau pizza, aku mau hot dog, aku mau chicken, aku mau ayam goreng, aku mau tomyan dan msih banyak lagi yang mereka sebutkan" kurang lebih begitulah teriakan mereka karena mereka ingin mencicipi makanan yang hanya bisa mereka lihat dari layar televisi.


Orlin yang mendengarkan keinginan anak - anak itu membuat orlin bingung dengan ekspersi terkejut karena deril ngerjain orlin, bagaimana orlin bisa membuat makanan yang jumlahnya melebihi 5 menu sungguh akan sangat melelahkan sekali meskipun senang bisa bertemu anak panti tapi tidak juga dengan cara begini kan bisa memesan saja gofood yang lagi buming tinggal nunggu pesanan akan di antar ke tempat tanpa susah payah membuat atau mengantri di toko.


"Hey jangan melamun , Cepat Buatkan pesanan mereka" menjentikkan jarinya tepat di depan wajah orlin membuat orlin tersadar dari keterkejutan itu.


"Kenapa sih tidak pesan Online saja, Bikin Ribet dengan semua Menu yang mereka inginkan bukan hanya 1 tapi melebihi 5 menu, yang benar saja" kesal Orlin memalingkan muka nya.


"Kakak tidak mau yah membuatkan makanan untuk kami?" ucap anak panti dengan muka sedih


"Aduhh, maaf maaf bukan kakak tidak mau, hanya saja akan memakan waktu yang cukup lama , kalian akan lapar nanti menunggu makanan itu" jelas orlin yang menangkup pipi anak yang bertanya dengan gemas.


"Kamu ingat yah, karena tadi aku sudah menolongmu jangan lupa dengan bayaran mu, bukankah kamu sendiri yang menyanggupi nya" mengingatkan orlin


"Tunggu , ini ada apa yah, emang kamu ada masalah apa Lin dengan deril sehingga dia minta bayaran" tanya eruk yang sendari tadi diam memeluk anak panti


"Ahh itu tadi ka deril sudah menolong ku saat berangkat sekolah karena ban sepedaku bocor , kalo tidak ikut dengan ka deril mungkin aku sudah terlambat, tapi liat dia tidak ikhlas menolong malah meminta bayaran" ucap orlin yang menatap tajam ke arah deril


"Ril , aku tidak menyangka ternyata kamu sejahat itu, masa iya Menolong orang tapi meminta bayaran, sungguh tidak berprikemanusiaan" kesal erul.


"Sorri yah, aku sebelum menolong dia , aku sudah meminta balasannya terlebih dulu dan dia menyanggupinya dan kamu jangan banyak alesan, kalo kamu punya uang kamu pesan sendiri pesanan mereka apa susahnya" jelas Deril menatap tajam kearah Orlin


"Ahh baiklah, aku akan menyiapkan semuanya , tenang yah adik adik nanti kakak akan menyiapkan nya untuk kalian apa kalian senang" ucap orlin


"Horeeee... aku senang aku senang" sorak gembira mereka


"Liat mereka sangat menginginkan nya jadi kamu harus membuat dengan sangat lezat" ucap deril


"Aku bantu ya Lin" ucap erul yang langsung di tahan deril


"No, biar dia yang menyiapkan sendiri , minta bantuan sama orang dapur dan kamu rul Ikut saya untuk mengajak mereka bermain bukankah kamu yang ingin mengikuti kami tadi" jelas deril

__ADS_1


"Cih, menyebalkan" langsung berlalu dari sana dan mengajak anak anak bermain.


Anak anak bermain bersama deril dan erul di taman dengan tertawa gembira bersama mereka , berlarian di taman, main ayunan, petak umpet dll, sehingga terlihat dari arah dapur Orlin memandangi mereka yang bahagia , sungguh orlin sangat terharu melihat anak panti disini, orlin sangat bersyukur masih memiliki orang tua lengkap tidak seperti mereka dan air mata pun menetes melihat mereka.


__ADS_2