
Orlin masih kesal dengan sahabatnya ini, dia lebih baik diam daripada berbicara bikin emosi naik ke ubun-ubun bisa-bisanya dia merekomendasikan dirinya ke ka erul.
Jam istirahat pun tiba, dimana seluruh siswa keluar dari kelas nya menuju kantin untuk makan, orlin dan jasmin pun sama ingin keluar dari kelas nya tapi tiba-tiba ka erul datang ke kelas orlin membuat seluruh temannya memeperhatikan kedatangan erul, karena erul merupakan pria tampan yang banyak di gemari para gadis meskipun tidak setampan deril namun erul juga mempunyai wajah yang tak kalah tampan dari deril.
"Wahhh bening amat yah kalo di liat dari dekat" bisik para teman orlin yang melihat kedatangan erul ke kelasnya membuat para gadis menarik perhatian.
"Hy kak erul mau cari siapa?" sapa teman yang centil sambil memperbaiki penampilan agar telihat cantik di depan erul
"Hy, aku mau ketemu Orlin , tolong beriku jalan" ucap erul kepada cewek centil itu agar dia memberikan ruang untuk masuk bertemu orlin
"Upppst. Maaf silahkan kak" ucap cewek centil itu.
"Ikhh ngapain sih ka erul mau ketemu sama cewek kampungan seperti dia, menjijikan" kesal melihat erul yang menghampiri kursi dimana orlin duduk.
"Iya bener, ngapain juga ka erul bertemu dia, apa jangan-jangan dia sudah membuat masalah" ucap teman gank nya yang masih berdiri di dekat pintu kelas penasaran apa yang sedang di bicarakan erul dan orlin
"Hy lin, hy jasmin" ucap erul mendekati orlin yang sedang berdiri dari duduknya, karena tadi emang dia dan jasmin akan ke kantin berhubung ka erul datang jadi mereka masih berdiri di kursi tempat duduknya.
"Hy Kak, Ada apa ya kak mencari orlin?" tanya orlin yang sebenarnya orlin tau maksud dari kedatangan erul ke kelasnya tapi dia berpura-pura tidak tau.
"Hy kak erul, Duduk dulu kak" ucap jasmin dengan di tatap tajam oleh orlin membuat jasmin sedikit takut.
"Ah iya, duduk dulu aja lin santai , aku mau ngobrol santai koq, jangan tegang gitu". Ucap erul yang duduk di depan meja orlin.
"Bukan gitu kak, coba perhatikan disekeliling kelas ini menatap aneh ke arah ku, karena kk datang mencariku ke kelas" jelas orlin yang melihat di sekeliling emang benar banyak yang menatapnya penasaran.
"Biarin aja mereka punya mata jadi wajar aja ingin melihat kita, lagian aku ga perduli dengan mereka aku ingin menanyakan soal semalam lin, gimana?" tanya erul to the point.
"Liat dia sok imut banget sih, ihh dasar cewek kampung" ucap cewek centil teman orlin
"Iya , biarin aja lah , ayo kita ke kantin aja ngapain kita liat mereka lagian juga ga bakalan ka erul tertarik sama tuh cewek , liat aja penampilannya kampungan gitu , kesekolah aja bawa sepeda astaga itu anak bener-bener miskin" hahaha" ucap para gank centil.
__ADS_1
"Iya bener banget ga level dia sama kita ya kan, ya sudah ayo lah kita ke kantin saja" mereka pun berlalu dari kelas orlin menuju kantin
"Se-semalam apa ya kak, Aku sungguh tidak tertarik untuk ikut band kakak, lagian suaraku aja pas-pasan gini, kakak ajak dia aja tuh dia yang mau sebenernya bukan aku". Orlin menunjuk sahabatnya itu karena memang jasmin yang mau dan pernah mengajak orlin ikut tampil di perpisahan.
"Ya ampun lin, kamu masih aja marah sama aku, aku bukannya ga mau namun aku ga punya keberanian seperti mu" ujar jasmin melihat wajah orlin yang masih kesal dengan nya.
"Terus aku engga , gitu" ucap orlin kesal.
"Sudah jangan saling lempar, gimana kalo kalian ikut latihan aja sama kami, nanti kami yang akan memilih di antara kalian yang akan menjadi vokalis cewek.
"Kenapa malah jadi kami seolah ingin bergabung dengan band kakak pake acara di seleksi seperti itu". Cecar orlin
"Bu-bukan begitu lin , agar kamu nanti ada temen latihan dan juga aku ingin mendengar suara kamu dan jasmin ,ya syukur-syukur kalian berdua tampil" ucap erul
"Orlin aja kak, dia bagus suaranya kalo aku jelek aku juga ga punya keberanian seperti orlin"
"Terus.. Terussss" ucap orlin kesal.
"Iya lin bener kata jasmin, cukup koq misal kita 2-3x latihan sampe ke acara nanti asal kita bekerjasama dengan baik pasti nanti tampilan kita memuaskan" ucap erul.
"Hmm, ya sudah kalo gitu , aku mau ikut band nya kakak kalo kakak maksa , tapi untuk latihan biar aku yang menentukan jadwalnya, karena aku bekerja kakak tau sendiri kan" jelas orlin yang pada akhirnya setuju untuk gabung di bandnya erul.
"Nah gitu dong, makasih ya lin , nanti kamu tinggal kabarin kakak saja jika kamu siap latihan , kami pasti slalu siap koq kapanpun" ucap erul senang.
"Iya nanti aku hubungin ka erul lagi, ya sudah izinkan kami untuk pergi makan kekantin , bentar lagi jam istirahat akan berakhir" orlin mengakhiri perbincangan hari ini karena memang dia sudah sangat lapar
"Ah iya, maaf ya ganggu jam istirahat kalian, sebagai ucapan maaf dan terimakasih ku izinkan aku mentraktir kalian di kantin. Ayo" ajak erul kepada orlin dan jasmin
"Tidak kak, tidak kami akan makan berdua saja di kantin , aku ga mau jadi pusat perhatian para siswa nanti" tolak orlin
"Ihh lin kamu gimana sih, gratisan tau sayang, lagian jangan perdulikan mereka juga kali". Bisik jasmin
__ADS_1
"Diam, aku ga mau" menatap tajam ke jasmin
"baiklah, maaf ya kak kami seperti nya menolak tawaran kakak, mungkin lain kali saja" jasminpun akhirnya menolak tawan erul karena dia tidak mau sahabatnya ini makin kesal dengannya.
"Hmm , beneran ga mau nih, lagian jangan anggap mereka yang ada disana kan kita ke kantin mau makan bukan untuk hal lain" ucap erul.
"Iya kak, tapi maaf kami tidak bisa, biarkan kami pergi berdua saja". Tolak orlin
"Ya baiklah, ya sudah silahkan kalian duluan ke kantin , jangan lupa ya lin kabarin kakak secepatnya". erul kembali mengingatkan orlin
"iya kak" ucap orlin yang langsung pergi keluar kelas menuju kantin
"Kenapa sih kamu tuh lin orang udah baik-baik mau mentlaktir makan kamu tolak, kan lumayan bisa menghemat uang jajan" kesal jasmin
"Kalo kamu mau ya sana kamu aja yang pergi sama ka erul , aku lebih baik makan sendiri daripada harus jadi pusat perhatian para siswa" ucap orlin.
"Ya ga bisa gitu juga dong kan ka erul ngajak kami berdua masa aku aja yang pergi, lagian kamu cuek aja sih sama mereka toh sudah biasa ini mereka bersikap seperti itu kepada kita" jelas jasmin
"ya dan aku malas mendengar cemoohan mereka yang membuat kepala ku ini pusing" ucap orlin
"lagian kamu kan ga sendiri , dimana ada kamu ya ada aku begitupun sebaliknya, jadi kita hadapi mereka bersama"
"Aku malas akan hal itu jasmin, aku ladenin mereka juga ga akan ada untung nya yang ada malah ingin aku jambak rambutnya ingin aku pelinting tangannya" sambil mencengram tangan jasmin membuat jasmin kesakitan
"Awwww.. Ya ampun jangan mempraktekan ke aku dong , sakit ini, gimana sih" kesal jasmin sambil memegangi tangannya yang sakit.
"Rasain siapa suruh dari kemarin kamu buat aku kesal , ingin rasanya aku membuangmu ke dalam sumur , apa kamu mau?" tanya orlin
"Apaan sih, lagian mana tega kamu berbuat seperti itu kepada sahabat mu yang cantik ini"
"cihh, Pede amat jadi orang"
__ADS_1