Perjalanan Hidup Gadis Periang

Perjalanan Hidup Gadis Periang
Persiapan Perpisahan sekolah


__ADS_3

Tak terasa Hari sudah mulai larut malam. , dimana pak risman dan Orlin sudah pulang dari kerja nya hari ini dan mereka menikmati makan malam bersama seperti biasanya dengan menu yang di bawakan orlin dari tempat kerja nya .


"Wahh ini menu nya banyak juga pasti enak- enak " ucap pak risman melihat menu du meja makan.


"Iya yah, itu orlin yang bawa, pasti enak lah kan gratis juga. " ucap Bu nauren.


"Iya Ayah itu orlin yang bawa dan emang gratis , ibu susi slalu membungkusnya untuk orlin bawa, katanya biar ayah dan ibu bisa menikmati masakanya" ucap Orlin.


"Tolong sampaikan ucap terimakasih dari kami untuk bu susi lin, ini semua sangat lezat sungguh" ucap pak risman


"Ayah tenang saja, sudah orlin wakilkan koq dari kemarin - kemarin" Orlin tersenyum ke arah orang tua nya.


"Syukur lah, Alhmdulilah kita slalu di pertemukan orang yang baik, ayah juga sudah mengembalikan uang lebihan kemarin tapi Nyonya tidak mau menerimanya malah di balikkin lagi katanya untuk upah ayah hari ini yang sudah menata barang di kantor nya" jelas pak risman


"Wahh Sangat baik skali hati nYonya itu ya yah, aku jadi penasaran pngen ketemu dan berucap terimakasih banyak karena sudah berbaik hati menolong kita" ucap Orlin.


"iya ayah, ibu juga ingin ketemu ingin berterimakasih juga"


"Nanti yah, kalian akan ayah ajak bertemu Nyonya". sambil memulai menyuapi makanan kedalam mulut.


Malam pun berlalu, pagi pun datang dan jasmin sudah datang ke rumah orlin pagi hari karena kalo siang orlin akan berangkat kerja


"Tok.. Tok.. tok.."


"Assalamualaikum" Jasmin mengetuk pintu


"Waalaikumslaam, Eh nak jasmin, sini masuk dulu, silahkan duduk dulu , orlin masih di kamarnya nanti ibu panggil dulu atau mau langsung ke kamar nya silahkan" memepersilahkan jasmin masuk


"Jasmin tunggu disini saja bu" jawab jasmin mencium tangan ibu nauren


"Ya sudah ibu panggil orlin dulu".


"Tok. tokk.. tok.."


"Lin , Ada jasmin nak sudah nunggu di ruang tamu" ucap ibu nauren di balik pintu kamar orlin


"Ohh iya bu, tunggu bentar" dan orlin pun membuka pintu kamar nya berjalan ke ruang tamu.


"Ayo kita kemeja makan dan sarapan, ibu sudah siapin Nasi goreng spesial loh, jangan nolak nanti nasi nya nangis" Ibu nauren mengajak jasmin untuk ikut kemeja makan.


"iya ayo jasmin kita mkan dulu saja, pasti kamu belum makan kan" ucap orlin

__ADS_1


"Iya aku memang belum sarpan tapi aku bawa bekal buat nanti di makan di sekolah" jawab jasmin


"Udah ayo cepat, kalo bekal itu buat nanti saja habis latihan pasti nanti lapar lagi dan aku juga akan bawa bekal buat nanti" ajak Orlin


"Ya sudah deh, maaf ya bu jadi ngerepotin"


"Ikh koq gitu, engga lah masa gini aja di repotin kan makan sendiri ga minta di suapin ibu ini kan" Ibu nauren Tersenyum ke arah jasmin


"Wahh wahh wahh tumben pagi begini sudah ada nak jasmin disini" ucap ayah risman


"Iya ayah, kita mau latihan di sekolah untuk persiapan nanti di perpisahan sekolah" Jasmin mencium tangan ayah risman.


"Emang kalian mau tampil nanti?" tanya pak risman


"Iya ayah, aku dan jasmin akan nyanyi nanti, ya itung - itung mengenang masa di sekola selama 3tahun ini, biar kita tetap ingat pernah belajar menuntut ilmu di sekolah pelita dan pernah membawakan lagu di hari perpisahan nanti" jawab Orlin


"Bagus lah kalo gitu, jadi kalian bisa meramaikan hari perpisahan kalian, kan hari itu memang di beruntukkan untuk kalian, daripada kalian melakukan kegiatan di luar mending di sekolah jadi bisa menyalurkan bakat - bakat anak yang akan tampil nanti" ucap pak risman


"Sudah cepat makan nanti kalo dingin ga enak loh ini masih anget gini enak dan ini ada kerupuknya juga pasti rasanya ga kalah lezat dengan lestoran" ucap ibu nauren mempersilahkann untuk makan


sesudah mereka makan mereka langsung berpamitan pergi keskolah untuk segera mendaftar dan berlatih nanti di sana karena memang di sekolah ada kelas musik jadi ruangan untuk berlatih ada dan guru pembimbing juga ada untuk membimbing para siswa yang akan membawakan lagu di acara perpisahan nanti.


"Ayah , ibu, kita berangkat dulu yah. Assalamualaikum" ucap orlin dan jasmin mencium tangan ayah dan ibu.


"Ayah juga lngsung berangkat saja bu" mengambil tas dan bergegas untuk pergi bekeliling.


"Hati - hati ayah" mencium tangan pal risman.


Sesampai di sekolah Orlin dan jasmin bergegas masuk ke ruang osis untuk mendaftarkan diri untuk tampil diacara perpisahan nanti.


"Sinta, Tunggu sebentar , kita akan mendaftarkan diri untuk tampil di acara perpisahan nanti" ucap jasmin yang sedikit Berlari memanggil sinta skertaris osis yang kebetulan mau masuk ke ruangan osis itu.


"Iya ka Jasmin , ka Orlin silahkan masuk dulu" mempersilahkan kakak kelasnya masuk.


"Terimakasih" dan mereka pun bergegas masuk keruangan osis.


"Jadi gimana kak, kakak akan menampilkan apa di perpisahan nanti" tanya siska.


"kami berdua akan bernyanyi dan akan di iringi gitar oleh ka alex" ucap jasmin.


"Tapi kami nanti tampil paling akhir saja siska karena kami akan menyanyikan lagu perpisahan, kan tidak enak jika di awal atau di tengah acara kita nyanyi mellow nanti kita di timpuk batu" ucap orlin tersenyum ke arah siska

__ADS_1


"Ah ka orlin masa iya di timpuk batu, ya enggalah, ya sudah nanti di akhir acara saja kalo memang ingin tampil di akhir" ucap siska


"iya siska terimkasih"


Mereka berdua keluar dari ruangan osis tapi pas keluar, mereka bertemu dengan genk julid yang memang mereka akan mendaftarkan diri untuk tampil di acara nanti.


"ow. ow. ow.. liat.. kalian sedang ngapain di ruang osis , jangan jawab kalian sudah mendaftarkan diri untuk tampil. Hahaha, mau di timpuk batu sama siswa" Ucap ketua genk sambil melipat kedua tangannya.


"Hahaha.. Kalo kami akan tampil memang ada masalah untuk kalian, jangan asal bicara yah liat aja nanti kalian akan menangis melihat kami tampil" ucap Orlin


"Hah. menangis . hahaha kasian sekali , memang kami terharu melihat kalian tampil. sorry ga level bnget" jawab genk julid.


"Udah lah kita pergi saja lin, jangan kamu ladenin dia" ucap jasmin membisikkan ketelinga orlin.


"Awas minggir gue mau masuk" memaksa masuk dan menyenggol pundak orlin dan jasmin sehingga mereka berdua sdikit tergoncang karena nya.


"Aww. dasar genk julid , semoga kita tidak ketemu lagi dengan merka di SMA nanti" ucap jasmin.


"Sudahlah jangan di pikirin kita Latihan saja, apa kita latihan di luar sekolah saja biar kita fokus? gimana jasmin" Ajak orlin.


"Iya bner lin, kita di luar sekolah saja latihannya, karena sudah mood lagi disini setelah ketemu mereka". ucap jasmin.


"Hahaha, Ya sudah ayo kita mau latihan dimana?" tanya orlin


"Kita ke studio musik saja gimana , kan murah tuh yang ada di pertigaan jalan depan sana , aku denger sih hanya 100rb perjam. gimana?" ucap jasmin


"Boleh juga, tapi itu si kaku mau ikut latihan engga dia, apa hanya kitaa saja" melihat alex yang berjalan masuk kekelas.


"Ayo kita tanya dia mau ikut tidak" menggandeng tangan jasmin mendekati alex


"Lex ayo kita latihan kamu mau ikut tidak?" ucap Jasmin


"Latihan dimana?" tanya alex


"Di studio musik di pertigaan sana. gimana mau ikut tidak?" tanya jasmin


"Baik lah, tapi maf tidak bisa lama karena aku banyak urusan" ucap alex


"Alesan.." ucap Orlin


"Aku denger ya lin. awas kalian jika suara kalian ancur aku ga mau mengiringi gitar untuk kalian". ancam alex

__ADS_1


"tenang saja aku jamin kamu akan terpesona dengan suara kita" ucap jasmin membuat alex menyunggingkan bibirnya.


__ADS_2