
Tidak terasa Ujian akhir sekolah akan di adakan minggu depan dimana anak kelas Xll harus mempersiapkan segala sesutunya dari mulai belajar , menjaga kesehatan mengurangi bermain agar nanti pas hari Dimana ujian itu tiba otak yang akan di gunakan akan terlihat fresh tidak stress. 😅
"Kita main dulu yu sore ini, sebelum otak kita bekerja keras minggu depan" ajak erul
"Baiklah aku tunggu di tempat biasa" jawaban datar deril
"Ok , aku akan datang kesana, aku hubungin dulu teman kita si ilyas , dia belum kembali lagi ke luar negri jadi apa salahnya menghabiskan waktu bersama" jelas erul
"Hubungi saja, dan Ingat..!! aku tidak mau kou terlambat lagi seperti kemarin" menatap tajam ke arah erul.
"Siap Bos, serem amat tatapan matamu" Melihat tatapan deril yang seolah -olah ingin menerkamnya.
tidak ada jawaban karena deril langsung masuk ke kelasnya.
Bel pulang pun berbunyi semua siswa bergegas keluar kelas untuk pulang kerumah.
hari ini orlin dan jasmin libur kerja karena ingin menikmati makan di restoran yang katanya harganya tuh tidak menguras kantong sehingga orlin dan jasmin penasaran ingin mencicipi menu yang ada disana.
"Aduhhh" ucap orlin yang sedikit badannya terhempas kedepan karena ada yang menyenggol tanganya.
"Uppstt.. Sorry" ucap seorang pria dengan kaca mata hitam tangan nya 🙏 yang tidak sengaja menyenggol orlin yang sedang berjalan bergandegan tangan dengan jasmin tepat di pintu restoran tersebut.
"Ahh iya tidak apa-apa kak" ucap orlin memegangi tangan yang tadi tersenggol
"Sekali lagi aku minta maaf Nona" membuka kaca mata hitamnya.
"Wahhhh tampan sekali, apa aku bermimpi" ucap jasmin yang mengagumi ketampanan pria tersebut.
"Tidak nona , ini nyata dan aku minta maaf , perkenalkan nama ku ilyas Panggil aku iyas saja boleh" menyodorkan tangan nya untuk berkenalan.
"Orlin" menyambut salam kenal dari pria itu.
"Jasmin kak" lama memegang tangan pria itu sambil memperhatikan wajahnya yang tampan.
"Jaga matamu" ucap orlin yang membuyarkan lamunan jasmin
"Eh iya, maaf" sambil tersenyum malu melepaskan salam tangan pria itu.
"Apa kalian kesini untuk makan ,gimana kalo kita makan bersama saja, kebetulan aku akan makan besama teman-temanku" ucap ilyas.
"Tidak kak, terimakasih tawarannya, kami akan makan berdua saja" tolak orlin
"Ikhh kamu kenapa menolak ajakan dia sih lin" Jasmin membisikan ketelinga orlin tapi tidak di jawab nya malah menarik tangan jasmin untuk masuk kedalam.
__ADS_1
"Cantik sekali" gumam ilyas melihat orlin yang berjalan mendahului nya.
"Kamu lagi magag jadi scurity disini yas, sungguh tidak kuduga" ucap deril menepuk pundak ilyas.
"Astaga kau mengagetkan ku saja" menoleh ke arah deril
"Lagian kamu ngapain berdiri disini" sambil berjalan masuk tidak menghiraukan ilyas yang ikut membuntuti dari belakang.
"Tadi aku ketemu bidadari di depan pintu ril, jadi aku terpesona dibuatnya" tersenyum membayangkan wajah cantik orlin
"Alahh kamu itu semua wanita yang bertemu kamu pasti bilang cantik seperti bidadari sudah basi tau" ucap deril yang tau teman nya ini mengoleksi banyak wanita bisa di bilang playboy cap gayung.
"Sorry gue telat dikit" ucap erul yang berlari ke arah meja dimana deril dan ilyas sudah duduk disana.
"Tidak aneh" ucap deril ketus.
"Ya sorry dong , ayo kita pesan makanan dulu aku sudah lapar" ucap erul yang membuka buku menu.
"Kou itu sudah terlambat , ingin segera makan pula sungguh nikmat sekali hidupmu, nanti kamu yang bayar hari ini".ucap ilyas
"Iya baik lah aku yang akan membayar hari ini" ucap pasrah erul.
nampak deril menyunggingkan bibirnya, ternyata bukan dia yang kasih hukuman tapi ilyas lah yang kasih dia hukuman.
"kamu cari siapa yas?" ucap erul yang ikut celingukan
"biasa lah dia playboy cap gayung siapa lagi yang dia cari kalo bukan wanita" ucap deril sambil bersendakep tangan dengan santai.
"Wahhh, kita harus belajar dari dia ril biar tidak jomblo" ucap erul.
"Ogah" jawab ketus deril.
"hahaha, yang ada wanita dekat denganmu itu akan ilfil ril , kamu dingin kaya es batu mana ada yang tahan dengan sikap mu itu" ucap ilyas.
"Benar juga , tapi dia banyak juga loh wanita yang deketin tapi dia nya saja cuek bebek" jelas erul.
"nah sedangkan dirimu bagaimana rul, apa tidak ada yang dekat denganmu sampai saat ini" tanya ilyas.
"Ada tapi aku tidak mau memberikan harapan penuh , karena aku akan kuliah di luar negri, kalo aku punya pacar apa jadinya nanti" jelas erul.
"Ohh , baiklah" masih celingukan dan mendapatkan tatapan gadis itu ternyata dia duduk jauh dari meja para pria.
"Woy, kenapa kamu senyum-senyum" erul membuyarkan lamunan
__ADS_1
"Tadi aku ketemu bidadari dan bidadari ku ada di ujung meja sana" ucap ilyas yang mengarahkan pandangan ke arah dimana orlin dan jasmin duduk
Erul pun mengikuti arah pandang ilyas , ternyata gadis itu seperti nya dia kenal karena terlalu jauh dan ramai juga jadi tidak terlalu jelas, lain hal dengan deril yang santai sendari tadi dia memang sudah melihat Orlin berada di restoran itu dan posisi duduk deril pun mengarah kepada sosok gadis yang sangat lucu itu.
"Bentar bukanya itu orlin sama jasmin ya ril" ranya erul yang masih menatap siapa dia.
"Hmm" di jawab singkat oleh deril.
"kamu kenal dengan gadis itu rul?" tanya ilyas.
"Iya dia adik kelas kami" jawab erul
"Benarkah, Aku ingin kesana sebentar ingin meminta nomber telponnya" berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi menghampiri orlin dan jasmin yang sedang makan.
"Jangan kalah cepat ril, liat si playboy itu sudah Bergerak , kou pasti akan kalah jika hanya diam di tempat" ucap erul menepuk pundak deril.
"Bicara apa sih kau ini, lagian mau dia sama ilyas atau sama siapapun aku tidak perduli" dengan menatap tajam ke arah gadis itu , entah prasaan seperti apa yang ada di dalam pikiran deril.
"Baiklah kita liat saja, kalo ilyas berhasil mendapatkan nya kalopun gagal aku akan maju mendekatinya" sengaja membuat deril sedikit cemburu nampak datar di wajah deril
"Silahkan" jawab singkat deril seolah tidak menampakan rasa cemburunya.
Nah di meja lain yang mana orlin dan jasmin sedang menikmati makanan mereka terkejut pria tadi menghampiri lagi.
"Ada apa kak?" ucap orlin yang melihat ilyas sudah sampai di mejanya.
"aku boleh gabung disini ga?" tanya ilyas.
"Bukankah kakak kesini bertemu teman kakak?" tanya nya lagi
"Iya, tapi sudah selesai pertemuan nya, maka dari itu aku ingin gabung disini"
"Duduk lah kak jangan berdiri seperti patung" jasmin mempersilahan ilyas duduk
"Terimakasih" langsung duduk di kursi nya
"apa kalian sudah selsai makan?" ucap ilyas yang melihat piring mereka sudah habis dan mereka sedang menikmati jus yang segar
"Iya kak kami sudah slesai" ucap jasmin
"Ohh iya, apa boleh kakak minta nomber telpon orlin" tanya ilyas meminta nomber orlin.
"maaf kak, aku tidak membawa hp dan tidak hafal nombernya". jelas orlin yang memang benar dia tidak slalu membawa hp dan lupa juga dengan no telpon.
__ADS_1