
di sisi kamar lain Kamila sedang berpikir bagaimana dirinya harus menghadap Joseph yang selalu saja mengerjainya
"bila dari awal sudah bisa mengakhiri pernikahan ini sudah ku akhiri
aku kesal setiap hari hanya mengerjakan perkerjan robot yang tidak ada habisnya besok apa dia akan mengerjaiku lagi bila ayah tidak mempunyai hutang kepada keluarga Joseph sudah ku makan dia lahap-lahap laki-laki gunung es itu
coba dia sedikit saja bersikap manis padaku bukan bisanya hanya menyuruh-nyuruhku saja beri sedikit aku kelembutan mungkin aku bisa mencintainya dn melupakan Kak Bagas " gerutu Kamila kesal
" ingin sekali aku kabur dari sini tapi aku takut ayah akan di sakiti oleh keluarga Joseph " ucap Kamila kesal
Beberapa menit kemudian Kamila memejamkan mata dalam kekesalannya
waktu terus berputar dan berjalan sudah waktunya Kamila untuk bangun dan memulai aktifitasnya
"ahhh sudah pagi, ayo semangat Mila kamu pasti bisa " ucap Kamila
dikamar lain pun Joseph sudah bangun tapi dia masih pura-pura tertidur
"ckreeek" suara pintu terbuka
" aahh dia masih tidur, saat tidur lelap seperti itu dia keliatan manis coba setiap hari seperti ini jangan memasang wajah seperti gunung es terus " Ucap Kamila sambil menatap ketampan Joseph yang sangat sempurna meski Joseph keturunan eropa tapi wajahnya lebih mirip mirip orang- orang Korea karena ibunya adalah keturunan china
ganteng yah babang cha eun woo halu autor ini seperti ini lah wajah Joseph yang tampa paripurna 😄
__ADS_1
"duhh jauh-jauh sana manusia setengah ular " ucap Joseph menjauh dari Kamila
"apa manusia setengah ular " ucap Kamila kesal
" iya kau manusia setengah ular " ucap Joseph
"kau manusia setengah gila" ucap Kamila puas
"apa kau bilang aku gila, berani sekali yah kau , karena kau sudah menghinaku sana bersihkan taman menggunakan garpuh jika tidak lihat saja apa yang akan terjadi pada ayahmu " ucap Joseph dengan tatapan pembunuh
"dasar kerjaan hanya bisa mengancam saja" guman batin kamila
" apa bersihkan taman rumput itu yang luas menggunakan garpuh apa tidak salah itu tidak akan selesai 1 minggu " ucap Kamila kesal
" yah karena rumput-rumputku sangat sensitif awas saja kalau rumput-rumputku mati , awas bila kau tidak mengerjakannya akan ku awasi kau" ucap Joseph
Kamila keluar kamar dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan lagi kesal lebih mendominasi
berbeda dengan Joseph yang merasa puas dengan otak nya yang cerdas
" ahh aku tidak terpikir untuk mengerjainya seperti itu, tapi otakku ini benar-benar cerdas " ucap Joseph merasa puas
terdengar ponsel berdering ..
"krrriiiingg... krriiiing.. " suara ponsel
__ADS_1
" ada apa Devan menelponku pagi- pagi begini " ucap Joseph
" ada apa Van? ucap Joseph
" Bos gawat mamy dan ayah mu sedang menuju kerumahmu " ucap Devan
" Apa? ucap Joseph kaget karena dia tadi menyuruh Kamila untuk membersihkan rumput dengan cepat joseph berlari kearah taman
"bos.. bos.. " ucap Devan
bosnya itu sudah lari terbirit-birit dengan rasa takut ketahuan orangtuanya atas apa yang dia lakukan pada Kamila
" heh.. hey.. kau cepat kesini sudahi dulu itu bersih-bersih rumputnya " ucap Joseph berteriak kearah Kamila
" ada apa kenapa kau menyudahi hukumannya" ucap Kamila berjalan kearah Joseph
"mamy dan ayah sedang di jalan kesini " ucap Joseph napas terenggah-enggah
"oh mamy dan ayah kesini biarkan saja mereka melihat bahwa aku selalu di tindas oleh mu " ucap Kamila senang
" cepat bersihkan badan mu ganti baju yang cantik jangan banyak omong sebelum aku menelpon ayahmu" ucap Joseph mengancam
" kau hanya bisa mengancamku saja " ucap Kamila pergi dengan sangat kesal
" dasar laki-laki gila , psikopat, serigala" guman batik Kamila
__ADS_1
bersambung