
"ayo jalan " ucap wiliam
Kamila segera membereskan barang belanjaan dan segera menyiapkan bahan-bahan yang harus dia masak
" Mila lebih baik kamu jangan cape-cape yah melihat perutmu yang sudah besar sudah harusnya kamu beristirahat soal persalinan kamu jangan pikirkan kita sudah cukup uang sekarang restaurant makin hari makin ramai aku akan segera mencari pengantimu agar segera kamu bisa istirahat" Ucap Cantika
"Tidak apa Tika aku merasa tidak berat kok mereka di dalam perutku amat sangat mengerti momynya amat sibuk jadi tidak mau menyusahkan " jawab Kamila
"tapi bila nanti sudah memasuki 8 bulan kamu harus istirahat jangan membantah ok " Tegas Cantika
" Baik ibu Cantik hehe " Kamila sambil tertawa
Seseorang sedang melamun di Kantor entah apa yang dia pikirkan tapi perasaannya amat sangat sedih
"sayang pasti perutmu sekarang sudah besar hikss... hikss" Joseph menangis
"harus kemana lagi aku cari dirimu "
"semoga secepatnya aku menemukan dirimu hati ini sudah tak sanggup lagi "
"Kreeekk... " suara pintu
__ADS_1
" Bos kamu kenapa? " tanya Devan
" Ntahlah hari ini aku amat sangat merindukan istriku " ucap Joseph amat lemah
"aku selalu mendoakan semoga nyonya segera ditemukan " ucap Devan
"yah aku takut bertemu dengannya disaat anakku sudah lahir amat akan makin bersalah diriku " ucap Joseph
"yah bos aku akan segera memberitahu anak buahku untuk segera terus mencari nyonya agar segera kembali " ucap Devan
"iya Dev segera mungkin temukan Kamila bisa-bisa aku jadi gila bila terus begini " ucap Joseph
"iya bos sabar yah " sambil menepuk pundak Joseph
Kamila memanggil Cantika
"Tika... tika... " ucap Kamila
"yaahhh Mil ada apa ? "ucap Cantika
" Apa besok kamu sambil pergi kepasar bisa memberikan surat untuk ayah ku ? " tanya Kamila
__ADS_1
"memang kamu ingin memberitahu apa? " ucap Cantika
" Aku ingin segera mengugat cerai suamiku lewat ayahku harus datang menemui keluarga suamiku sepertinya suamiku tidak kunjung menyelesaikan masalah berceraian ntah apa yang dia pikirkan padahal jelas-jelas aku melihat dia dengan perempuan sudah hamil mengapa dia belum juga mengurus surat cerai" Ucap Kamila
"oh oke baik besok aku akan mampir ke matrial ayahmu , tapi di pikir-pikir aneh juga memang mengapa suamimu belum mengurus juga surat cerai antara kamu dan dia, sepertinya ada suatu hal yang membuat suamimu belum bisa mengurus surat cerai " jawab Cantika
"memang benar Tika apa yang kamu ucapkan , akupun merasa heran mengapa dia belum juga mengurus surat cerai" ucap Kamila
"Berarti wanita hamil yang kemarin kesini bersama suamimu itu belum sah menikah " ucap Cantika
"Sepertinya memang begitu
Tapi aku tidak peduli mau mereka menikah SAH atau merek menikah tidak SAH atau menikah siri pun aku tak peduli lagi yang ku pedulikan saat ini adalah anak dalam perutku sehingga mereka bisa tumbuh bahagia meski tanpa ayahnya " Tegas Kamila
"tenang saja Mil ada aku disini yang akan selalu menemanimu dan juga anakmu "
" Percaya sama aunty yah akan selalu menjaga kalian " Cantika mengelus perut Kamila
"Makasih yah Tika kamu selalu ada buat aku dan anakku, aku pasti tidak akan lupa atas semua jasamu yang telah menolongku " Ucap Kamila
"Sudah kita sudah seperti keluarga jangan sungkan terus padaku kita adalah keluarga sekarang kamu adalah orang penting dalam hidupku " Peluk Cantika
__ADS_1
"Terimakasih Tik " Kamila memeluk erat