
"ada apa Devan katakan " Joseph semakin khawatir
" aku tidak bisa berbicara lewat telepon bagaimana kita bertemu " ucap Devan
" baiklah ketemu di tempat biasa oke "
"oke " jawab Devan
Setelah 30 menit berlalu Joseph sampai di sebuah cafe
Di susul Devan pun muncul dari arah masuk cafe
" kau harus menguatkan hati mu dengan apa yang aku bicarakan " Ucap Devan dengan wajah khawatir
" iya aku akan menguatkan hatiku cepat katakan " Joseph jadi tak sabar
" sebenarnya... ibu Kamila meninggal dunia... kareeeenaaa" Devan merasa gugup berbicara dan terbatah-batah
" apa penting kau membicakan ibu Kamila yang meninggal padaku" ucap Joseph
" ini penting karena ibu Kamila meninggal dunia karena kau " Devan berbicara dengan nada tinggi
" apa itu tidak mungkin apa yang ku lakukan " Joseph merasa binggung
" sebenarnya dulu saat kau di tinggalkan oleh Belian kau mabuk berat dan pulang membawa mobil sendiri tanpa kau sadari kau menabrak seorang ibu- ibu menyebrang jalan " ucap Devan dengan nada pelan
" apa kau bilang tidak mungkin aku penyebab ibu Kamila meninggal kenapa aku tidak ingat " Joseph masing binggung
__ADS_1
" karena keluargamu menyembunyikan kebenaran ini, mengapa ayahmu memaksamu menikahi Kamila? " tanya Devan
" apa karena aku menabrak ibu Kamila" Joseph semakin binggung
Joseph berpikir sangat keras untuk membuat apa yang Devan katakan menjadi masuk akal
Joseph teringat akan kata-kata ayahnya
" kau akan menyesal"
"apa aku akan menyesal karena yang membunuh ibu Kamila adalah aku dan bagaimana aku bisa menebus kesalahanku
aku sudah terlalu jahat padanya
ahhhkkk" guman hati Joseph frustasi
" Kau harus mulai menerima Kamila menjadi istrimu dan perlakukan dia dengan baik " ucap Devan
" tetap saja itu tidak akan sebanding dengan apa yang aku lakukan" jawab Joseph
" tapi setidaknya gantikan sosok ibunya yang selalu setia disisinya dan lupa Berlian" Devan menepuk pundak Joseph sambil berjalan pergi
Joseph masih berpikir dan menjernihkan isi otaknya
" pantas saja selama ini ayah membuat ayah Kamila berhutang besar kepada keluargaku ternyata alasan utamanya bukan untuk aku menikah saja dengan Kamila tapi aku harus bertanggung jawab atas hidupnya dan membuat dia bahagia " guman batin Joseph
" apa aku bisa? " guman batin Joseph
__ADS_1
Joseph pergi dari cafe itu dengan rasa yang tidak bisa dia jelaskan
Joseph membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan pergi ketempat yang sangat sepi
" ahhhkkkk harus bagaimana aku menghadapi dia " teriak frustasi
" aku sudah membunuh ibunya apa dia bisa memaafkanku
bagaimana ini aku memperlakukan dia dengan sangat kasar dan aku harus mulai dari mana bisa membuatnya bahagia
Aku hikss... hikss.. " tangis Joseph tak terbendung lagi
" ayah kenapa kau menyembunyikan ini dariku harusnya kau ceritakan padaku bukan seperti ini "
Joseph menghabiskan waktunya untuk berteriak dan menangis sampai hatinya merasa sedikit tenang dia pun kembali ke rumahnya dengan ke adaan yang sangat kacau
" Joseph ada apa denganmu? "tanya ibu Merta
" aku ingin sendiri " jawab Joseph berlari menuju kamar kerja
Kamila tak sengaja melihat Joseph yang sedang kacau
" ada apa bu ko mas Joseph terlihat sangat sedih? " tanya Kamila
" ibu pun tak tahu Kamila apa yang terjadi dengan Joseph, ibu melihat Joseph yang sekarang seperti melihat dia dulu yang sangat kacau " ucap bu merta
" kenapa lagi kau nak , jangan sampai yang membuatmu begini adalah Belian " guman batin bu Merta
__ADS_1