
Kamila tertidur lelap di pelukan suaminya dan tidak merasakan lagi mual
" kamu pasti sangat lemas seharian ini hanya muntah-muntah terus " Joseph mengelus rambut Kamila
"kamu baik-baik disana sayang jangan membuat ibumu sakit begini kasihan" Joseph mengelus perut Kamila
Joseph keluar dari kamar tidur setelah istrinya tertidur lelap. Joseph berjalan menuju ruang tamu dan terlihat ayah ibunya sedang mengobrol
" selamat yah nak kamu akan segera memiliki anak, ayah baru dengan dari ibumu kalau Kamila hamil tadi ayah langsung pergi ke perusahan, apa kamu sudah memberitahu ayahnya Kamila? " tanya wiliam
" Belum yah mungkin besok Joseph beritahu " jawab Joseph
" apa Kamila masih tidak ingin makan? " tanya Merta
" iya bu kasihan dia sangan lemas dan terus saja mual , apa memang wanita hamil begitu?" tanya Joseph
" ah iya wanita hamil memang begitu tapi itu akan bertahan hanya sampai kandungannya menginjak 3-4 bulan, biasanya bila sudah lewat tidak akan mual lagi " jawab Merta
" iya bu semoga Kamila tidak mual lagi besok kalau sampai begitu dia tidak akan makan aku jadi khawatir " ucap Joseph
" iya besok ibu akan belikan susu ibu hamil untuk Kamila " ucap Merta
" ah iya tolong ibu belikan karena kan aku tidak tau " ucap Joseph
" yasudah sekarang lebih baik kita tidur ini sudah malam" Wiliam berdiri dari sofa di ruang tamu
Wiliam dan Merta berjalan menuju kamar tidur begitupun dengan Joseph menuju anak tangga naik kekamar nya
" hoaaammm, mengantuknya " Joseph membaringkan badannya
Joseph pun ikut tertidur karena sudah sangat lelah seharian ini dia terus bolak-balik kamar dapur kamar dapur
Kamila sudah terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul 8 pagi
__ADS_1
" waahh aku tidur sangat lelap " ucap Kamila
Kamila melihat kesamping Joseph sudah tidak ada disampingnya
Kamila beranjak dari tempat tidur dan Kamila kembali merasa mual segera Kamila berlari menuju kamar mandi
sementara itu Joseph sedang berbicara lewat telpon
" yah Kamila sekarang sedang mengandung " ucap Joseph
" wah selamat yah, ayah sangat senang sebentar lagi mempunyai cucu " jawab Haris
" apa ayah akan kesini? " tanya Joseph
"seperti dalam waktu dekat ini ayah tidak akan bisa kesana karena ayah sekarang sedang mengurus proyek di bandung, tapi nanti bila ayah sudah selesai pasti langsung ke rumah mu" jawab Haris
"baiklah yah kalau begitu sudah dulu yah aku mendengar sepertinya Kamila kembali mual" ucap Joseph
" Baiklah tolong jaga Kamila "
Joseph segera berlari ke arah kamar mandi
"oeeekkkk.... oeeekkkk" suara di dalam kamar mandi
" sayang kamu muntah lagi " terdengar suara di luar kamar mandi
"iyaa mas aku tak kuat perutku sangat mual " ucap Kamila
" Buka pintunya sayang aku akan masuk "
Kamila membuka pintu kamar mandi dengan sangat lemas seketika Kamila memeluk suaminya rasa mual nya langsung hilang
" apa anakmu ini ingin selalu dekat dengan ayahnya, setiap aku mencium aroma tubuhmu aku langsung tidak mual " ucap Kamila
__ADS_1
" anakku atau kamu yang ingin terus berdekatan denganku" jawab Joseph
" apa sih kamu mas " Kamila sebal
" jangan marah sayang mas kan hanya bercanda " ucap Joseph
tanpa menghiraukan ucapan suaminya kamila berjalan menuju kasur kembali dan membaringkan badannya
" sayang kamu harus makan dulu " ucap Joseph
" aku tak mau semuanya membuatku mual "
" kamu ingin makan apa? tanya Joseph
" aku ingin yang segar-seger dan pedas mas " jawab Kamila
" apa itu yang segar dan pedas? "
" ahhh rujak mangga muda mas " jawab Kamila
" yasudah mas bilang bi Tarsih untuk membelikan mangga muda di pasar " Joseph berdiri dan akan pergi menuju dapur tapi tiba-tiba
" aku ingin mangga yang punya tetangga kita " ucap Kamila
" apaaaa? " Joseph terkejut
" kenapa mas? "
" kamu ga salah ngomong kan mau mangga punya tetangga kita kan kita juga bisa beli sayang di supermarket banyak di pasar banyak " ucap Joseph
" mas aku ga mau , aku mau mangga yang punya tetangga kita, dan mas yang memetik mangganya "
" apaaaa? mas kan ga bisa manjat pohon, mana pohonnya tinggi banget " Joseph menepuk jidatnya
__ADS_1
" aku tidak mau tau mas harus bawa mangga itu "
Joseph merasa binggung harus bagaimana dengan keinginan istrinya yang sangat aneeh sekali