
Hari terus berganti tak terasa Kamila dan Joseph sudah waktunya pulang mereka melalui hari-hari di Korea dengan bahagia banyak moment-moment berharga disana yang membuat mereka pulang dengan rasa bahagia
" ayo saya kita bisa ketinggalan pesawat " ucap Joseph
" iya ini aku sudah selesai " Kamila segera mendekat Joseph
Joseph Kamila berjalan keluar dari hotel dan memasuki mobil menuju bandara
kini Kamila dan Joseph sudah berada di dalam pesawat
" terimakasih sayang untuk waktu yang kau luangkan ini bulan madu yang sangat menyenangkan" ucap Kamila
" iya sayang aku juga sangat bahagia dengan adanya bulan madu ini hubungan kita semakin dekat seperti sekarang " Joseph terus mengenggam tangan Kamila sampai tidak ingin melepasnya
menunggu perjalanan yang sangat panjang Kamila pun terlelap di pundak Joseph
" semoga secepatnya ada bayi kecil disini" Joseph mengelus perut Kamila
Joseph pun tertidur mengikuti Kamila ke alam mimpi
@@@@@
Kamila dan Joseph sudah tiba di bandara ayah dan ibu Joseph juga Kamila sudah menunggu kepulangan mereka di bandara
" aduuh yah ibu udah ga sabar apa mereka bawa oleh-oleh yang ibu inginkan " ucap Merta
" tenanglah bu mereka pasti membawanya karena mereka kan susah di hubungi setiap kali di telpon pasti sedang gempur membuat adonan " jawab Wiliam
" yah semoga saja " ucap Joseph
Joseph dan Kamila pun muncul keluar
" aahhh sayaaaang " Merta segera memeluk Kamila
__ADS_1
" ahh ibu " ucap Kamila
melihat itu ayah Kamila tersenyum melihat anaknya sangat di sayang keluar suaminya
" ahhh ayah " Kamila memeluk ayahnya
" apa kamu sehat ? wajahmu pucat begitu? " tanya Haris
" iya yah aku agak sedikit pusing " ucap Kamila
" sayang kamu pusing? " tanya Joseph
" iya sedikit mas" ucap Kamila
" ayo segera pulang bawa istrimu istirahat mungkin dia merasa lelah " ucap ayah Kamila
" iya dia pasti merasa lelah karena di Korea hampir semua tempat yang dia lihat di film-film Korea itu dia kunjungi " ucap Joseph
" haha ayoo pulang" Joseph tertawa
Segera keluarga Joseph pulang menuju rumah kecuali ayah Kamila langsung pergi menuju tempat bekerja
Joseph melihat Kamila sangat pucat segera Joseph menempelkan tangannya di kening Kamila
" hangat, apa kamu demam? " tanya Joseph
" sedikit aku juga sedikit mual " jawab Kamila
" segera sampai rumah kita panggil dokter " ucap Joseph
" iya nak kasihan sekali Kamila sangat pucat begitu " ucap Merta
Tibalah Joseph di rumah segera mengendong Kamila yang tampak tak berdaya untuk berjalan
__ADS_1
"ah mas tak usah aku berjalan saja " ucap Kamila
" jangan kamu sudah sangat puncat begitu " ucap Joseph
" Bu tolong panggilkan dokter yah " ucap Joseph
" Baik nak " ucap Merta
Joseph segera membawa Kamila masuk kamar dan membaringlan Kamila diatas tempat tidur
" mas aku ingin muntah bawa aku kekamar mandi " ucap Kamila
mendengar itu Joseph segera membawa Kamila masuk kekamar mandi
segera Kamila memuntahkan isi perutnya
" oeeekkk.... oeeekkk.. oooeeekk" suara di dalam kamar mandi
" apa kamu tidak apa- apa sayang, aku masuk yah " ucap Joseph
" jangan nanti kamu jijik oeeekkk" jawab Kamila
" aku tak akan jijik sayang kan kamu istriku paling cantikk dan paling aku cintai " ucap Joseph
" jangan mulai deh mas disaat kaya gini jangan gombal-gombal " Kamila membuka pintu kamar mandi dengan lemas
" aduhh sayang kamu ko lemas begini " seketika Joseph memegang tubuh Kamila yang hampir jatuh karena pusing
" aku pusing mas " ucap Kamila
Joseph mengendong Kamila kembali keatas tempat tidur
" kamu istirahat yah tunggu aku melihat apa dokternya sudah datang " ucap Joseph keluar dari kamar
__ADS_1