
Joseph terdiam apa yang dia rasakan memang benar sangat mencintai Kamila memang awal niatnya dulu untuk menebus kesalahannya tapi seiring waktu berjalan Joseph mulai mencintai Kamila
"Kemana kamu pergi " ucap Joseph
" aku tidak bisa menceraikanmu " ucap Joseph
Joseph mengambil ponselnya dari dalam saku celananya
"ayo dong angkat sayang "
"angkat"
"angkat " Joseph mondar mandir
Joseph segera menelpon depan karena Kamila tidak mengangkat telponnya
" Devan cepat cari Kamila pergi dari rumah "
"apa karena Kamila sudah tau yang sebenarnya? " tanya Devan
"iya dia sudah tau " ucap Joseph
"kenapa dia marah padamu? " tanya Devan
"sudah lah nanti ku jelaskan cepat kau cari Kamila aku khawatir dia sedang mengandung "
Devan segera melacak dimana keberadaan Kamila
Joseph segera turun kebawah dan memasukinya mobil untuk pergi kerumah ayah Kamila
sampailah Joseph di rumah ayah Kamila segera dia berlari masuk kedalam rumah
" ayah... ayaahhh" teriak Joseph
" ada apa ini kamu teriak-teriak begini" tanya Haris
" apa Kamila ada kesini? " tanya Joseph kembali
" tidak dia tidak kesini memangnya ada apa? "
" Kamila kabur pak dari rumah" ucap Joseph
__ADS_1
" apa? " Haris terkejut
" maafkan aku pak.. hiksss.. " Joseph menangis
" ada apa ini sebenarnya ? "
" sebenarnya aku yang menabrak ibu Kamila dulu "
" Apaaa?? jadi kamu yang menabrak istriku"
" iya pak maaf kan aku aku tidak melakukannya dengan segaja " ucap Joseph
" aku tidak bisa memaafkanmu pantas saja Kamila langsung pergi dari rumah mu dia tidak akan bisa memaafkanmu " Haris tegas
" cepat pergi dari rumahku dan segera urus surat perceraiannya " Haris mengusir Joseph mendorong tubuhnya
Joseph hanya bisa pergi karena dia mengerti pasti ayah Kamila tidak mudah menerima semua ini
" apa yang harus aku lakukan? " Joseph melamun
🌹🌹🌹🌹
Kamila terus berjalan tak tahu arah dan terus menitikan air mata
langit sudah sangat mendung sepertinya akan turun hujan
" creeek... creekkkk" suara hujan
" ahhh hujan " ucap kamila
Kamila berlari mencari tempat untuk berteduh , diaelihat sebuah cafe dan langsung berlari untuk berteduh
" adduuhhh" Kamila memegang perut yang belum makan siang
seseorang melihat Kamila yang basah kuyup dan juga terlihat sangat puncat
" ayo masuk diluar hujan sangat lebat" ucap Cantika
" ahh tak apa aku disini saja " ucap Kamila
" ayo masuk disini hujan dan kamu seperti sedang hamil ayo kasihan baby mu " Cantika terus memaksa karena kasihan melihat Kamila
__ADS_1
Kamila pun masuk meski hatinya ragu tapi apa yang dikatakan orang di cafe itu benar kasihan babynya
"ini makanlah " Cantika menyodorkan sepiring makanan
" ahhh tak usah " jawab Kamila
" ayo cepat makan wajahmu sudah sangat pucat , eh dan sepertinya kamu ganti saja dulu bajumu , diruang sana ada ruangan kosong kamu bisa ganti disana " cantika menunjukan kamar kosong itu
" terimakasih aku akan ganti baju dulu " Kamila berjalan menuju kamar itu
Selesai Kamila menganti baju dan kembali duduk di kursi tadi , Cantika menunggu di kursi tadi dengan sejuta pertanyaan yang ada di kepalanya
"ayo cepat dimakan " ucap Cantika
" baik " jawab Kamila
" Siapa namamu, dan kamu mau kemana? " tanya cantika
" namaku Kamila, aku tidak tau ingin kemana " jawab Kamila
" apa kamu tidak punya rumah? "
" aku tidak ingin pulang kerumah " jawab Kamila
" kamu sedang hamil jangan membuat suamimu khawatir"
" aku sudah bercerai " ucap Kamila
"ahhh maaf, namaku Cantika aku bos cafe ini " ucap cantika
" terimakasih untuk makananya " ucap Kamila
" Sama-sama , kamu jangan sungkan aku pun hidup sendiri di kota ini ayah dan ibuku sudah tidak ada " ucap cantika
" oh begitu ternyata kamu juga sendirian di dunia ini, aku masih punya ayah tapi aku tidak ingin membebankan ayahku " ucap Kamila
" apa kamu punya tujuan? " tanya Cantika yang sangat perihatin melihat kondisi Kamila saat ini
" aku pun tak tahu, aku ingin mecari kerja untuk kelangsungan hidupku dan juga baby didalam perutku " jawab Kamila dengan wajah sendu
Cantika melihat Kamila adalah wanita yang baik sangat sedih melihat Kamila sedang hamil harus berjalan tak tentu arah dan sedang mencari pekerjaan
__ADS_1
" bagaimana kalau kamu mau bekerja denganku? " tanya Cantika