Pernikahan Takku Inginkan

Pernikahan Takku Inginkan
episode 39


__ADS_3

Joseph terdiam apa yang dia rasakan memang benar sangat mencintai Kamila memang awal niatnya dulu untuk menebus kesalahannya tapi seiring waktu berjalan Joseph mulai mencintai Kamila


"Kemana kamu pergi " ucap Joseph


" aku tidak bisa menceraikanmu " ucap Joseph


Joseph mengambil ponselnya dari dalam saku celananya


"ayo dong angkat sayang "


"angkat"


"angkat " Joseph mondar mandir


Joseph segera menelpon depan karena Kamila tidak mengangkat telponnya


" Devan cepat cari Kamila pergi dari rumah "


"apa karena Kamila sudah tau yang sebenarnya? " tanya Devan


"iya dia sudah tau " ucap Joseph


"kenapa dia marah padamu? " tanya Devan


"sudah lah nanti ku jelaskan cepat kau cari Kamila aku khawatir dia sedang mengandung "


Devan segera melacak dimana keberadaan Kamila


Joseph segera turun kebawah dan memasukinya mobil untuk pergi kerumah ayah Kamila


sampailah Joseph di rumah ayah Kamila segera dia berlari masuk kedalam rumah


" ayah... ayaahhh" teriak Joseph


" ada apa ini kamu teriak-teriak begini" tanya Haris


" apa Kamila ada kesini? " tanya Joseph kembali


" tidak dia tidak kesini memangnya ada apa? "


" Kamila kabur pak dari rumah" ucap Joseph

__ADS_1


" apa? " Haris terkejut


" maafkan aku pak.. hiksss.. " Joseph menangis


" ada apa ini sebenarnya ? "


" sebenarnya aku yang menabrak ibu Kamila dulu "


" Apaaa?? jadi kamu yang menabrak istriku"


" iya pak maaf kan aku aku tidak melakukannya dengan segaja " ucap Joseph


" aku tidak bisa memaafkanmu pantas saja Kamila langsung pergi dari rumah mu dia tidak akan bisa memaafkanmu " Haris tegas


" cepat pergi dari rumahku dan segera urus surat perceraiannya " Haris mengusir Joseph mendorong tubuhnya


Joseph hanya bisa pergi karena dia mengerti pasti ayah Kamila tidak mudah menerima semua ini


" apa yang harus aku lakukan? " Joseph melamun


🌹🌹🌹🌹


Kamila terus berjalan tak tahu arah dan terus menitikan air mata


langit sudah sangat mendung sepertinya akan turun hujan


" creeek... creekkkk" suara hujan


" ahhh hujan " ucap kamila


Kamila berlari mencari tempat untuk berteduh , diaelihat sebuah cafe dan langsung berlari untuk berteduh


" adduuhhh" Kamila memegang perut yang belum makan siang


seseorang melihat Kamila yang basah kuyup dan juga terlihat sangat puncat


" ayo masuk diluar hujan sangat lebat" ucap Cantika


" ahh tak apa aku disini saja " ucap Kamila


" ayo masuk disini hujan dan kamu seperti sedang hamil ayo kasihan baby mu " Cantika terus memaksa karena kasihan melihat Kamila

__ADS_1


Kamila pun masuk meski hatinya ragu tapi apa yang dikatakan orang di cafe itu benar kasihan babynya


"ini makanlah " Cantika menyodorkan sepiring makanan


" ahhh tak usah " jawab Kamila


" ayo cepat makan wajahmu sudah sangat pucat , eh dan sepertinya kamu ganti saja dulu bajumu , diruang sana ada ruangan kosong kamu bisa ganti disana " cantika menunjukan kamar kosong itu


" terimakasih aku akan ganti baju dulu " Kamila berjalan menuju kamar itu


Selesai Kamila menganti baju dan kembali duduk di kursi tadi , Cantika menunggu di kursi tadi dengan sejuta pertanyaan yang ada di kepalanya


"ayo cepat dimakan " ucap Cantika


" baik " jawab Kamila


" Siapa namamu, dan kamu mau kemana? " tanya cantika


" namaku Kamila, aku tidak tau ingin kemana " jawab Kamila


" apa kamu tidak punya rumah? "


" aku tidak ingin pulang kerumah " jawab Kamila


" kamu sedang hamil jangan membuat suamimu khawatir"


" aku sudah bercerai " ucap Kamila


"ahhh maaf, namaku Cantika aku bos cafe ini " ucap cantika


" terimakasih untuk makananya " ucap Kamila


" Sama-sama , kamu jangan sungkan aku pun hidup sendiri di kota ini ayah dan ibuku sudah tidak ada " ucap cantika


" oh begitu ternyata kamu juga sendirian di dunia ini, aku masih punya ayah tapi aku tidak ingin membebankan ayahku " ucap Kamila


" apa kamu punya tujuan? " tanya Cantika yang sangat perihatin melihat kondisi Kamila saat ini


" aku pun tak tahu, aku ingin mecari kerja untuk kelangsungan hidupku dan juga baby didalam perutku " jawab Kamila dengan wajah sendu


Cantika melihat Kamila adalah wanita yang baik sangat sedih melihat Kamila sedang hamil harus berjalan tak tentu arah dan sedang mencari pekerjaan

__ADS_1


" bagaimana kalau kamu mau bekerja denganku? " tanya Cantika


__ADS_2