
Pagi yang cerah Berlian sudah berdandan dengan cantik danemakai baju sexy yang memperlihatkan sedikit belahan gunung kembar duanya
" aku akan mengodamu Joseph " ucap Berlian
" treeeddd... tredddd.. " suara ponsel
" ada apa mereka sudah menelpon pagi-pagi begitu pasti ini sangat penting " ucap berlian segera mengangkat telpon
" halooo... " ucap berlian
" nona ini sangat penting " suara di telpon
" ada apa cepat katakan"
" sebenarnya ibu Kamila meninggal karena mengalami kecelakaan "
"terus apa yang kamu maksud penting"
" nona dengar dulu "
" yang menabrak ibu Kamila adalah Joseph nona "
" apaaaa? " Berlian terkejut
" apa Kamila mengetahui ini " ucap Berlian
" sepertinya Kamila dan ayahnya tidak tahu karena saat kejadian itu tidak ada saksi yang melihat dan keadaan Joseph sedang mabuk berat untuk menutupi ini semua ayah Joseph menyuruh anak buahnya untuk membawa ibu Kamila ke rumah sakit dan bicara jiga orang yang menabraknya kabur " suara di telpon
" kenapa Joseph menikah dengan Kamila? " tanya Berlian
" karena ayah Joseph sengaja membuat usaha matrial ayah Kamila mempunyai hutang besar kepada perusahaan SA group sehingga ayah Kamila tidak mampu membayar dan harus menikahkan anaknya " suara di telpon
__ADS_1
" ya sudah terimakasih informasinya aku akan segeran transfer uang kepada kerjamu cukup bagus aku beri bonus yang banyak "
" terimakasih nona " suara di telpon
Berlian mempunyai senjata untuk menghancurkan rumah tangga Joseph dan Kamila
" aku tau sekarang Joseph kamu masih mencintaiku, kamu mencintai wanita itu karena rasa bersalah " ucap Berlian senang
Berlian segera pergi menuju kantor Joseph
Joseph berangkat pergi bekerja dan berpamitan pada istrinya
"sayang aku pergi dulu yah kamu jangan cape-cape di rumah diam saja istirahat yah "
Joseph mengelus perut Kamila
"iya mas aku tidak akan kecapean setiap hari aku hanya makan dan tidur "
"Daahhh mas" Kamila melambaikan tangan
"Dahh sayang " Joseph melambaikan tangan
Joseph memasuki mobil dan segera berangkat
"Devan apa da jadwal penting hari ini? " tanya Joseph
" hanya pertemuan dengan satu klien saja bos sepertinya tidak akan terlalu sibuk " jawab Devan
"bagus Dev aku ingin segera pulang " ucap Joseph
Tiba di kantor Joseph segera memasuki ruangan kerjanya dan segera menyelesaikan berkas-berkas yang harus di tandatangani olehnya
__ADS_1
Kamila sedang duduk menonton TV sambil memakan camilan itu yang setiap hari dia lakukan namun hari ini dia sedikit bosan
"ini membosankan apa yang harus ku lakukan "
"ahh iya bagaimana kalau aku memasak dan membawa bekal makan siang untuk mas Joseph " ucap Kamila
segera Kamila berjalan menuju dapur dan melihat apa yang bisa dia masak
"sayang apa yang kamu lakukan" ucap Merta
"ini mah Kamila ingin masak dan membawakan bekal makan siang untuk mas Joseph Kamila bosan seharian ini hanya duduk terus " jawab Kamila
"ah iya itu lebih baik ibu hamil harus selalu bahagia lakukan apa yang kamu ingin lakukan ibu pergi dulu yah "
"baik bu "
suara langkah kaki terdengar
"apa yang nyonya lakukan" segera bi Tarsih mengambil spatula yang di pegang Kamila
"ah apa sih bi ini aku bosan ingin memasak makan siang untuk mas Joseph " Kamila kembali mengambil spatulanya
"biar bibi saja nyonya takutnya kelelahan " ucap bi Tarsih
"ga akan lelah bi akukan hanya masak sedikit"
Bi Tarsih tak bisa menjawab dia hanya diam menemani nyonya mudanya memasak
"Bi tolong masukan masakannya kedalam bekal itu yah aku mau bersiap dulu untuk berangkat kekantor " ucap Kamila
"baik nyonya " ucap bi Tarsih
__ADS_1
Kamila kembali kekamar nya dan segera berdandan dengan sangat cantik