Pernikahan Takku Inginkan

Pernikahan Takku Inginkan
episode 46


__ADS_3

Kamila merasa gelisah entah kenapa hatinya merasa tidak tenang yang ada dipikirannya hanya Joseph


"mengapa aku memikirkannya? apa terjadi sesuatu dengan dia ? " batin Kamila


"tidak.. mungkin sekarang pasti Joseph sedang bersenang-senang dengan wanita itu " batin Kamila


Cantika melihat Kamila yang sedang melamun membuat dia merasa sedih entah apa yang di pikirkan Kamila


"Hey.. apa yang kamu pikirkan? " Cantika menepuk pundak Kamila


"ahhh.. kamu mengejutkan ku saja " jawab Kamila


"makanya jangan melamun dong, dari pada kamu melamun lebih baik kamu katakan padaku " ucap Cantika


"Bagaimana yah? aku sendiripun binggung ? "


"Binggung kenapa Kamila?


" perasaanku tidak enak dan terus saja memikirkan suamiku " Ucap Kamila


"sudah pasti tidak akan terjadi apa-apa pada suamimu " ucap Cantika


"yah semoga saja" ucap Kamila


"kenapa kamu masih saja memikirkan suamimu, aku jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian " Cantika berpikir keras


"mungkin saat ini aku belum bisa bercerita kepadamu karena aku masih mencintai suamiku dan itu membuat hatiku sakit tapi mungkin dengan berjalannya waktu hatiku akan membaik dan menceritakan dia kepadamu menjadi biasa saja " Kamila mengelus perutnya


"kamu pasti bisa Kamila kamu wanita kuat " ucap Cantika


"apa bisa aku meminta tolong padamu? " tanya Kamila

__ADS_1


"tentu apa yang bisa ku bantu? " tanya kembali Cantika


"tolong kamu kirim surat ini ke alamat ayahku tinggal " Kamila memberikan sebuat surat pada Cantika


"apa kamu masih punya ayah ? kanapa kamu tidak pulang? "


"Yah aku masih punya ayah tapi aku tidak ingin ayah ku harus menanggung beban hidupku dan aku tidak bisa bersembunyi dari Joseph bila aku tinggal di rumah ayahku " jawab Kamila


"ah kamu benar, jadi nama suamimu Joseph "


"aku minta tolong yah berikan surat itu pada ayahku supaya dia tidak merasa khawatir "


"Baiklah besok aku akan pergi kesana sambil ke pasar sudah kamu cepat tidur pasti kamu lelah seharian ini cafe sangat ramai kamu memang ahli sekali memasak " Cantika tersenyum lebar


" ah aku tidak lelah kok memang aku sangat suka memasak " Kamila membalas senyum Cantika


"ya sudah cepat istirahat tidak baik untuk bumil tidur malam-malam" Cantika menyelimuti Kamila


"ya cepat tidur " Cantika membaringkan tubuhnya di sebelah Kamila


Kamila dan Cantika memejamkan matanya dan mulai terbawa ke alam mimpi


"Kamila... Kamila.. cepat kembali" terdengar suara


"Kamila.. Kamila... "


Deg..


Kamila membuka mata..


"ternyata hanya mimpi begitu nyata mimpi itu tapi siapa yang ingin aku kembali tidak mungkin Jospeh "

__ADS_1


Kamila kembali memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas


Hari sudah pagi Kamila dan Cantika segera memulai aktivitasnya


Cantika segera bersiap pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan yang kurang


"Tika jangan lupa pesanku selamam" teriak Kamila


"Baik Mila pasti aku ingat " Cantika mengayuh sepedenya


Cantika mengayuh sepedanya menuju pasar dan dengan cepat dia berbelanja


"ahh akhirnya selesai juga, aku akan pergi ketempat ayah Kamila dan segeran kembali ke cafe, ayoo semangat " Ucap Cantika


Cantika terus menyusuri jalan alamat yang di berikan Kamila tidak begitu sulit karena lumayan dekat dengan pasar tidar terlalu jauh


"ah sepertinya matrial ini " ucap Cantika


Cantika segera masuk kedalam dan bertanya kepada seorang penjaga toko


"ahh apa ini benar matrial milik pak haris? " tanya Cantika


"iya benar tapi pak haris belum kesini karena ini masih pagi " jawab penjaga toko


"ohh boleh aku menitipkan surat ini pada Pak Haris? "


"Tentu saja biar saya sampaikan kepada Pak Haris"


"Terimakasih" Cantika menyodorkan sebuah amplop berwarna putih


Segera Cantika kembali menuju cafe karena seperti lagi hari sudah mulai siang cafe harus segera di buka

__ADS_1


__ADS_2