
Pak Haris pergi menuju Matrial untuk mengecek barang-barang yang masuk hati ini
" apa sudah datang truknya? "tanya pak Haris
" belum pak masih di perjalanan" Ucap pegawai
" oh baiklah saya akan tunggu di dalam "
Pak Haris berjalan menuju ruangannya meski pak Haris terlihat murung dan tidak bersemangat setiap hari tapi matrial ini adalah kewajibannya untuk membuatnya tetap berjalan, dia tidak ingin kesalahan dahulu membuatnya harus berhutang kembali dan membuat kekacauan lagi, hatinya tidak bisa berbohong bahwa selalu memikirkan Kamila anaknya yang entah ada di mana.
"Pak Haris..." Teriak pegawainya
"kamu mengagetkan saja ada apa Nita" Buyar lamunan Pak Haris
"ini tadi ada seorang gadis yang memberikan amplok ini untuk bapak " Ucap Nita
"apa ini? " pak Haris binggung
"saya permisi dulu pak " ucap Nita
Nita segera kembali menjaga kedepan
"apa ini? apa jangan-jangan ini dari pengadilan? " Ucap Haris
segera Haris membuka amplop itu dan Haris sangat terkejut karena surat itu dari Kamila
__ADS_1
"ahhh Kamila " ucap Haris terkejut
Kamila
ayah jangan cemaskan aku, aku berada di tempat yang aman dan juga jangan dulu cari aku untuk saat ini karena aku butuh waktu untuk menenangkan hati juga pikiranku , aku harus bisa mencerna dengan baik keadaan saat ini dan bila Joseph mencariku jangan katakan aku mengabari ayah
Aku mengabari ayah karena aku tidak ingin ayah merasa khawatir dan mencari-cariku mungkin saat keadaan sudah membaik aku akan kembali kepada ayah
Terimakasih ayah atas semuanya
i love you ayah
Melihat isi surat Kamila seketika Haris menangis dan menyesal atas berbuatannya dahulu yang tidak pernah memberi perhatian kepada Kamila setiap hari sibuk frustasi atas kematian istrinya
"maaf nak semua ini adalah salah ayah
Haris segera duduk di kursi dan menangkan dirinya
"ayah janji akan mengikuti apa yang kamu mau, ayah berdoa semoga kamu selalu sehat dan bahagia walau ayah tak tahu kamu ada dimana ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan calon cucu ayah "
Di lain tempat seseorang sudah menunggu dengan perasaan yang khawatir
"Tika bagaimana? " tanya Kamila sambil berlari menghampiri Cantika
"ehhh jangan lari-lari " ucap Cantika
__ADS_1
"bagaimana apa kamu bertemu ayahku? " tanya Kamila
"maaf ayahmu tadi tidak ada di sana tapi aku menitipkan suratmu pada seorang pegawai pasti suratnya akan sampai ke tangan ayahmu , ayo sebaiknya kita masuk kedalam " Cantika menuntun Kamila
"iya aku yakin ayah akan membacanya "
Kamila dan Cantika segera memasuki dapur untuk segera menyiapkan kebutuhan cafe karena sebentar lagi akan buka
"ahhh akhirnya selesai juga " ucap Cantika
"ah iya sambil menunggu pelanggan kita makan dulu pasti kamu sudah lapar " Kamila membawa makanan
"ah iya karena sebentar lagi kita akan kerepotan dengan pelanggan seperti kemarin sampai lupa makan " ucap Cantika
Seperti biasa Joseph sibuk dengan urusan kantornya karena dari minggu kemarin ada kendala di perusahan yang melibatkan Joseph harus turun tangan sendiri
"Pak ini makan siangnya " ucap Devan
"ah iya simpan saja di sana Dev" jawab Joseph
"ah baik lah " Devan kembali menuju ruangannya
Joseph mencium wangi dari makanan yang Devan bawa, membuat perutnya sangat lapar tidak seperti biasanya
" ah wangi ini membuatku lapar" Joseph bangkit dari tempat duduknya
__ADS_1
Joseph membuka makanannya dan segera menyandapnya seketika Joseph terkejut
"Kamila.. " ucap Joseph