
Joseph telah sampai di rumah
" kamu sudah pulang nak? " tanya Merta
Joseph tidak menjawab dengan cepat dia belari menuju kamarnya
"semakin hari aku semakin takut akan sikap Joseph uang selalu berusaha tegar tapi tetap hatinya sakit " batin merta sambil meneteskan air mata
di dalam kamar Joseph segera memeluk pinkai photo istrinya
" saya cepatlah pulang aku tak sanggup lagi lama-lama aku bisa benar-benar gilaa hiksss" tangis Joseph
" apa kau tidak merindukanku? "
"apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? "
"maafkan aku Kamila saat itu aku sedang mabuk dan tak sengaja menabrak ibumu maafkan aku Kamila hiksss"
" bagaimana aku harus menebus semua kesalahan ini aku tak sanggup dengan apa yang sekarang terjadi aku ingin semuanya kembali seperti dulu lagi "
"ahhh... aku tak sanggup lagi sayang cepatlah pulang "
Di balik pintu ada seseorang yang mendengarkan semua ucapan Joseph
"apa yang harus aku lakukan " ucap Wiliam
"aku takut anakku menjadi frustasi "
"aku harus segera mengungkap kejadian ini " segera Wiliam pergi dari kamar Joseph
Wiliam berjalan menuju ruang kerjanya dan dengan segera menelpon seseorang
__ADS_1
" cepat kamu ungkap apa yang terjadi atas kecelakaan itu tenang saja soal uang aku tak pernah pelit kepada mu " Wiliam dengan tegas
" siap Bos kami sedang mencari orang yang berada di TKP saat itu " ucap dari telpon
" yah bagus " ucap Wiliam
"oh iya bos kami sudah menemukan dimana menantumu berada " ucap seseorang dari telpon
" ada dimana dia sekarang? " tanya Wiliam dengan gembira
"dia bekerja di sebuah restaurant bos "
" oke terus awasi menantuku jangan sampai Joseph tahu dulu soal ini karena kita harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi "
"ya siap bos "
" yah cepatlah kau cari kebenarannya sebelum menantu ku melahirkan "
segera Wiliam mematikan telpon itu
"syukurlah menantu ku ada di tempat yang aman namun bagaimana keadaannya bila dia bekerja dengan kehamilannya? " Wiliam merasa cemas
"besok pagi akan ku telpon lagi anak buahku untuk melihat Kamila "
dikamar Joseph terus saja tak henti-hentinya Joseph menangis sambil memeluk bingkai photo istrinya sampai dia tertidur lelap
" sayangg... cepat kembali "ucap Joseph
" aku tak mau karena kamu terlah mengkhianati ku yang mencintaimu dengan tulus " ucap Kamila
"sayang maafkan aku maafkan aku tapi aku harus bagaimana menebus kesalahannya padamu aku tak tau caranya " ucap Joseph
__ADS_1
" akuuuu sangat..... " ucap Kamila
"krikngg.... krikngg... " bunyi alarm
Segera Joseph terbangun
"ternyata ini hanya mimpi " ucap Joseph
" kesalahan yang ku perbuat mungkin sulit Kamila maafkan tapi aku akan mencoba dan berusaha untuk menyakinkan Kamila hal itu karena ketidak sengajaan " ucap Joseph
Segera Joseph bersiap untuk pergi kekantor
"hooaammmm.. " Kamila menguap
"Cantika ayo sudah siang bangun " Kamila membangunkan Cantika
"iya aku bangun... pagi ini banyak sekali yang harus aku beli di pasar " sambil berancak dari tempat tidur
"iya cepat sebelum terlalu siang sayurannya segarnya akan habis "
segera Cantika berganti pakaian dan bersiap berangkat
" byee aku pergi dulu " ucap Cantika
"oke bye " jawab Kamila
Kamila melihat dirinya di cermin
" aduuhh momy semakin mengendut saja tapi tak apa demi kalian momy rela gendut yang penting kalian sehat yah di dalam perut momy " ucap Kamila sambil tersenyum
"baik momy .. " Kamila menirukan suara bayi
__ADS_1