
Pagi hari di sebuah rumah sederhana
"hoaaammmm" Kamila menguap
" kamu sudah bangun? " ucap cantika
"ya, aku ingin mandi dulu karena badanku sudah lengket " Kamila berjalan menuju kamar mandi
"oke aku akan memasak sarapan " Cantika pergi kedapur
didalam kamar mandi Kamila terus saja berpikir , apakah suaminya itu mencarinya, apakah suaminya itu sekarang sedang berbahagia dengan wanita itu, apakah suaminya sedang merasa sedih, apakah apakah apakah terus saja Kamila berpikir
"sudahlah aku jangan memikirkannya lebih baik aku memikirkan hidupku dan harus kembali berbahagia demi anak-anakku, anak momy jangan sedih , momy janji akan menjaga kalian" Kamila mengelus perutnya dengan senyuman merasa kembali bersemangat
"ckreeek.. "suara pintu
" ayo cepat sini aku sudah memasak sarapan untukmu " ucap cantika
" ah jadi merepotkan " Kamila duduk di meja makan
"apa rasanya enak ? " tanya cantika
"apa aku boleh jujur? " tanya kembali Kamila
__ADS_1
"ah tentu saja" cantika mengaruk kepalanya yang tak gatal
" sebenarnya ini rasanya tidak enak hambar kurang bumbu, apa kamu juga memasak untuk cafe ini? " tanya Kamila
"yah tentu akukan disini tidak sanggup membayar koki" jawab Cantika
" ah mulai hari ini biarkan aku memasak makanan untuk cafe ini dan membuat menu-menu baru di cafe ini "
" ah baiklah, apa kamu tidak akan kelelahan? " tanya Cantika
"tidak aku akan dengan senang karena kamu membantuku aku juga akan membantumu, tapi aku tidak ingin keluar dari cafe ini karena aku takut mungkin keluarga suamiku mencariku" jawab Kamila
" Baiklah biar aku yang berbelanja untuk kebutuhan cafe oke, mulai sekarang kita akan memulai yang baru untuk cafe ini " Cantika merasa bahagia dan antusias dengan adanya Kamila yang membuat hidupnya nyaman dan seperti mempunyai seorang sahabat dan juga saudara
"ayah apa sudah ada informasi mengenai menantu kita? " tanya Merta
"Belum mah tapi ayah yakin Kamila tidak jauh dari sini " jawab Wiliam
" bagaimana dengan ayah Kamila yah? " tanya lagi Merta
"sudahlah bu biar ayah yang urus semua itu, ibu cepat selesaikan sarapannya " Wiliam selesai sarapan dan segera berangkat menuju kantor
Joseph hanya melamun saja di tempat tidur dan membayangkan semua kenangan indah saat Kamila masih ada semua kenangan indah itu membuat Joseph tak kuasa menahan air mata
__ADS_1
"hikss... hikss... sayang kamu dimana"
"aku tak bisa tanpamu " ucap Joseph
"ckreekk "terdengar suara seseorang membuka pintu
tapi tak Joseph hiraukan dia hanya terus menangis memikirkan istrinya yang mungkin tak bisa kembali padanya
" sayanggg kamu kenapa? " tanya Merta
Merta segera berlari menghampiri Joseph dan segera memeluknya
"sudah nak jangan menangis kamu harus kuat " ucap Merta
" aku tak bisa bu hatiku sakit setiap hari membayangkan Kamila tidak berada disampingku setiap bangun tidur, dia memasak makanan untukku dan menyiapkan semua keperluan ku selalu memeluknya di saat dia tidur, aku tak bisa bu kenangan-kenangan itu terus saja ada dalam pikiranku bagaimana mungkin aku bisa tanpa Kamila bu" Joseph terus saja menangis
" sabar sayang ibu yakin Kamila wanita yang kuat juga sangat baik pasti dia kembali padamu dan memaafkanmu karena itu terjadi diluar kendalimu bukan juga karena kesengajaan" ucap Merta
" aku khawatir dimana dia sekarang dan bagaimana keadaannya setiap hari aku selalu membuatkannya susu tapi sekarang aku tak bisa bu hiksss.. "
"sudah kita berdoa semoga Kamila tetap baik saja " ucap Merta
"terimakasih bu karena ibu sekarang bisa memahamiku dan tak pernah menyalahkan ku" Joseph memeluk ibunya dengan erat
__ADS_1
" maafkan ibu nak karena selalu memaksamu menjadi anak yang sempurna "merta meneteskan air mata