
Jam pun sudah sangat sore saatnya Joseph untuk pulang tapi dia malah melamun di kantor
"bos belum pulang? " tanya Devan
"aku malas untuk pulang karena di rumah ada orang tua ku, aku harus tidak bersama manusia setengah ular itu " ucap Joseph sembari memainkan ponselnya
" bukannya senang yah bisa sekamar dengan nyonya Kamila yang sexy aduhay bagai gitar spanyol" ucap Devan
" apa kau bilang" Ucap Joseph kesal
" tidak.. tidak.. bos aku tidak bilang apa-apa " ucap Devan
" aku tidak tuli bodoh aku mendengarmu, apa benar dia terlihat sexy dan cantik? " tanya Joseph
" menurutku nyonya wanita cantik baik dan sexy sangat sempurna bos " ucap Devan
" Tapi dimataku dia lebih mirip seperti rubah yang licik ular yang berbisa " ucap Joseph
" karena bos sangat membencinya coba bos buka hati untuk nyonya bukan untuk wanita yang tidak pasti " ucap Devan
" apa kau bilang wanita seperti Berlian tidak pasti " ucap Joseph
" iya bos hanya mengejar wanita yang seperti bayangan hanya bisa di lihat tapi tidak untuk di miliki, sadar lah bos jangan mengejar terus bayangan " ucap Devan
" ya yang kau katakan memang benar tapi hatiku selalu untuknya" Joseph termenung
__ADS_1
" bukalah lembaran baru bersama nyonya mungkin tuan akan merasakan cinta yang berbeda" ucap Devan
" kau berkata seperti yang sudah punya mantan banyak saja, dirimu pun tak pernah sekalipun pacaran atau dekat dengan wanita saranmu akan sangat tidak berguna " ucap Joseph
" sudah lah aku ingin pulang berbicara terus ini sudah malam bos langit sudah gelap" ucap Devan
" apa aku termenung sangat lama di sini" Joseph sambil berdiri berjalan mengikuti jalan Devan dari belakang
Devan membuka pintu untuk Joseph yang masih dengan wajah yang sendu
" sudah bos jangan di pikirkan terus sekarang bos pulang saja tidak akan terjadi apa-apa " ucap Devan
Joseph hanya mendengar apa yang Devan katakan tanpa menjawab
" kau sudah pulang " ucap bu merta
Tanpa berkata Kamila hanya menyalami suaminya dan mengambil tas kerja suaminya
" apa yang kau lakukan" Joseph melihat Kamila mengambil tas kerjanya
"Bukankah kita sedang berakting menjadi suami dan istri yang romantis dan harmonis serta saling menyayangi" ucap kamila berbisik di telinga suaminya
joseph tidak menjawab dia berjalan menuju kamarnya dengan kamila saling bergandengan sangat romantis
" sangat romantis yah pasangan muda itu" ucap bu merta
__ADS_1
pasangan muda itu sudah berada di kamar atas
" sudah lepaskan tanganku" ucap kamila mengepis tangan Joseph
" iya lagian aku juga mau lepas dari tadi takutnya kena bisa ular yang menakutkan" ucap Joseph
" apa kau bilang ular " kamila melotot kepada Joseph
" kau melotot seperti itu sangat mirip ular yang ingin memangsa korbanya" Ucap Joseph berjalan menuju kamar mandi
" Dasar laki- laki menyebalkan " Teriak kamila
" upss, aku tidak ingat ada ayah dan ibu" guman kamila sambil menutup mulutnya
Dikamar mandi ada yang sedang menatapi telapak tangannya karena takut racun bisa kamila masuk kedalam tubuhnya sambil tersenyum kecil
" aduuh apa racun cintanya sudah masuk kedalam tubuhku sehingga berpegang saja dengannya membuatku senang"
"tangannya sangat lembut sekali"
"nyaman sekali di pegang olehnya "
guman batin Joseph
" ahhh tidak- tidak aku tidak boleh jatuh cinta kepada wanita ular itu " ucap Joseph segera menyelesaikan ritual mandinya
__ADS_1