
Joseph melihat ibu itu makan dengan sangat lahap dalam pikirannya terngiang-ngiang Kamila
"apa dia bisa makan " batin Joseph
" apa kamu tak apa dari tadi hanya melamun saja " Ucap wanita itu
" ah aku tidak apa " jawab Joseph
dalam pikiran Joseph terus teringat Kamila melihat ibu itu sedang mengandung mengingatkannya pada Kamila yang saat ini sedang mengandung juga
"cepat kembali sayangku" batin Joseph
setelah selesai makan segera Joseph mengantar ibu itu ke alamat tujuannya
"terimakasih kamu baik sekali sudah mengantarku " ucap wanita itu
"iya sama-sama tapi apa tak ingin aku mengantarnya sampai depan sana " ucap Joseph
"tidak usah aku bisa berjalan dari sini byee " wanita itu melambaikan tangan dengan senyum
"Deg... " hati Joseph
melihat wanita itu tersenyum hati Joseph tak karuan mengingatkannya pada Kamila
"sayang kamu di mana??? "
"aku tak bisa hidup tanpa mu"
__ADS_1
"maafkan akuuu"
"hikkss... hiksss... "
"duutt... duttt" suara getar ponsel
segera Joseph menjawab telpon
" apa kamu kemana saja?? apa kamu sudah gila rapat hari ini kamu tidak datang sampai aku streeess sendiri menjelaskan pada klien kita .... " terus saja Devan mengoceh
"hikss... hiksss... " terdengar suara tangis
" eehhh... bos kamu kenapa? " tanya Devan khawatir
" aaakuuuuu.... aaakuuuuu... hiksss" ucap Joseph
"aakuu menangis bukan karena ocehan mu tapi aku rindu istriku " ucap Joseph tegas
Devan tertenggung akan ucapan Joseph baru kali ini dia mendengar suara hati Joseph yang sebenarnya dan berani manangis pada Devan
"kamu dimana sekarang? " tanya Devan
" sudah lah tidak usah kesini aku sebentar lagi akan pulang " ucap Joseph
"Oke " ucapan Devan segera menutup telpon
" sudah Joseph kamu kuat untuk apa menangis lebih baik cari terus Kamila" ucapan Joseph
__ADS_1
Di lain tempat Kamila merasa yakin akan Mengugat cerai suaminya lewat bantuan ayahnya
" Tika aku semakin yakin untuk mengugat cerai suamiku dan tak akan ragu-ragu lagi " ucapan Cantika tegas
" yah sebaiknya begitu karena melihat mereka tadi sepertinya hidup mereka tampak bahagia tanpa sedikit pun memikirkan mu dan juga anakmu "ucap Cantika
" yah aku sebenarnya aku selalu membenarkan kata hatiku bila waktu itu mungkin hanya Berlian saja yang mengoda suamiku tapi sekarang aku yakin bila suamiku benar tak mencintaiku hikss.. hiksss"ucap Kamila sambil menangis
" sudah jangan di tangisi pria seperti itu tak pantas kau tangisi Mila " ucapan Cantika
"tapi hatiku sakit Tika bila mengingat masa-masaku bahagia dengannya " ucap Kamila
" yah sudah lupakan semua itu kita sekarang harus fokus akan masa depan bayimu "
" yah apa yang kamu ucapkan benar Tika aku harus kuat demi anak-anakku "
"yah kita buat pria itu menyesal karena telah menyakiti kalian"
"yah Tika terimakasih karena selalu ada untukku " Kamila memeluk Cantika
"yah aku juga senang ada kamu disini Kamila aku tidak akan ada di posisi saat ini bila tidak ada kamu Kamila terimakasih karena sudah membantuku " ucap Cantika
"yah kita bangun bisnis ini lebih berkembang lagi semangat " Kamila tersenyum
"Semangaaattt.... sudah buang masa-masaku sedih kita welcome kebahagiaan" ucap Cantika berteriak
"ahhh sudah tidak usah berteriak seperti itu kupingku lama-lama budeg juga nih hahaha" ucap Kamila tertawa
__ADS_1
"hehehe " Cantika tertawa dengan sangat riang