Pernikahan Takku Inginkan

Pernikahan Takku Inginkan
episode 48


__ADS_3

Seketika Joseph berlari menuju ruangan Devan


"Devan.. " teriak Joseph


"ada apa bos terburu-buru seperti itu ? " tanya Devan


"tadi kamu beli makanan dimana? ko rasanya seperti masakan Kamila " jawab Joseph


"aku tadi beli makanan selesai rapat melihat ada restoran baru yang menjual makanan rumahan dan sangat ramai jadi aku mampir " Ucap Devan


"Cepat antar aku kesana mungkin Kamila berada disana " Joseph menarik tangan Devan


"aduhh bos tenang saja jangan menarik-natik ku seperti ini "


"Banyak ngomong lo cepetan jalannya "


Di lain tempat Kamila sedang merasa cemas karena tadi siang melihat Devan datang ke tempatnya untung saja dia berada di dapur jadi tidak terlihat


"Kamu kenapa bersembunyi begitu? " tanya Cantika


"kamu tadi ingat tidak laki-laki yang memakai setelan jas warna coklat? " tanya balik Kamila


"oh laki-laki yang tampan tadi, memang kenapa? "


"itu sekertaris suamiku , bila dia kesini kamu harus bilang mengelola tempat ini sendiri oke? "


"Baik Mila aku mengerti kamu jangan panik begitu kasian baby yang ada di perutmu nanti mereka terkejut di dalam hahaha" Cantika tertawa


"Kamu aku serius begini kamu malah begitu "


"sudah jangan terlalu serius hidup itu harus enjoy and keep smile "


"hehee" Kamila mulai tertawa


Tiba-tiba datang dua orang pria kedalam restaurant itu

__ADS_1


Kamila melihat di balik jendela kecil di area dapur


"Hah.... " Kamila terkejut


"ada apa Kamila? " Cantika binggung


"Cepat kamu kedepan ada pelanggan" suara kecil Kamila


"Baiklah "


Cantika berjalan keluar dari area dapur dan dia pun langsung terkejut


"hah.. pantesan Kamila langsung terkejut " ucap batin Cantika


"mau pesan ada? " tanya Cantika


"aku ingin bertemu dengan kokinya di sini? " ucap Joseph dengan pandangan serius


"aku sendiri koki disini memangnya ada apa? " tanya Cantika


"aku benar tuan, aku tidak berbohong" jawab Cantika


" Devan periksa dapurnya " ucap Joseph


"jangan jaangaann di dapur sangat berantakan " segera Cantika menghentikan Devan


" apa yang kamu sembunyikan disini sampai aku tidak boleh memeriksanya " ucap Devan


"aku tidak menyembunyikan apa-apa tapi dapur ku belum aku bereskan "


"sudah tak apa aku hanya memeriksanya saja lagian aku bukan dari badan kesehatan " ucap Devan


"tetap jangan masuk kedapurkuu" sentak Cantika


"kamu membuatku semakin penasaran " ucap sinis Devan

__ADS_1


"Jangaannn.... "


"awas minggir " Devan medorong tubuh Cantika hingga terjatuh


"kreekkkk... " Devan membuka pintu


"aku mohon Kamila bersembunyi" ucap batin Cantika , memejamkan matanya


"Bos di sini tidak ada siapa-siapa" Teriak Devan


"ahhh syukurlah" Cantika membuka matanya


"Aku bilang juga apa di sini aku yang memasak dan mengelola tempat ini sendiri " Tatapan tajam Cantika pada Devan


" yah maafkan aku telah mendorongmu " ucap Devan malu


"Devan ayo kita kembali lagi kekantor " ucap Joseph


"baik bos " Devan berjalan mendekati pintu keluar


Cantika segera memeriksa Kamila keruangan atas


"Kamila " Ucap Cantika


Kamila sedang melamun dan merasa ketakutan


"sudah mereka sudah pergi "


"aku takut dia kesini hanya ingin mengambil anaknya saja dan dia pasti sudah bahagia bersama kekasihnya hikss" Kamila menangis


"sudah mereka sudah pergi aku pasti tidak akan membiarkan mereka mengambil bayimu" ucap tegas Cantika


"tapi aku takut mereka menginginkan bayiku saja hiksss"


"sudah jangan menangis kasian bayimu juga akan merasa sedih dan masalah ini aku yakin mereka tidak akan mencarimu lagi dan tidak akan pernah menemukanmu lagian kamu tidak pernah keluar rumah ini " Cantika mengelus pundak Kamila

__ADS_1


"terimakasih Tika " Kamila memeluk Cantika


__ADS_2