
" gila kau berat sekali" Joseph melempar kamila ke arah sofa
" haha baru aku saja sudah berat dasar laki-laki lembek " kamila tertawa
" apa kau bilang laki-laki laki lembek " Joseph kesal
" iya kau laki-laki lembek" kamila menjulurkan lidahnya dan segera Joseph sambar lidah mugil kamila
" uuhhhhh" gerutu kamila mendorong Joseph
" rasakan kau " ucap Joseph berjalan kesebelah tempat tidur
keduanya terpaku atas apa yang mereka lakukan
" bibirnya sangat manis, tapi kata- kata yang keluar dari mulutnya sangat pedas " guman batin Joseph
" ahh gila dia mencium ku, jantungku berdetak hampir copot barusan " guman kamila
" andai kamu bisa menerimaku Joseph mungkin aku akan bisa mencintaimu" guman kamila memejamkan matanya
Di lain sisi seseorang tidak bisa tertidur
" dia sangat cantik seperti yang yang Devan katakan meski tertutup jilbab dan baju syarinya" guman Joseph
" sayangnya terkadang dia bar-bar sekali dalam berbicara kadang aku juga jadi seperti dia suka banyak berbicara sedangkan dulu aku jarang sekali berbicara "
" apa aku mulai nyaman dengan dia saat pertama bertemu pun aku tak ada rasa canggung untuk berbicara dengannya "
" jangan Joseph kau jangan pernah mencintai gadis ini ingat Berlian satu-satunya wanita yang kau cintai "
__ADS_1
guman batin Joseph
Joseph perlahan mulai merasa ingin menyentuh kamila sangat membuatnya menarik untuk membuka jilbabnya
"ahh aku tidak bisa " joseph membalikan badannya
Perlahan joseph pun mengantuk memejamkan matanya hingga pagi pun muncul merek berdua masih nyaman dengan tidurnya
Dilain tempat sedang ada yang merasa senang
" yah mereka mungkin lelah melakukan aktivitas malam jam segini belum bangun " ucap bu Merta
" ah iya sepertinya begitu" ucap ayah binggung
Tiba-tiba suara langkah kaki berjalan mendekati ruang tamu
"ahh nak Devan, ada apa kesini bukannya hari ini hari libur yah?" tanya bu Merta
" ada urusan apa? "tanya ayah Wiliam
" ah itu urusan perusahaan" jawab Devan gugup
" Tapi Joseph belum bangun" ucap bu Merta
" ah apa Bos belum bangun jam segini" Devan merasa terkejut karena biasanya bos nya selalu bangun pagi
" iya mungkin mereka berdua lelah melakukan aktivitas membuat adonan bayi" bu merta tertawa kecil
Devan hanya tersenyum dengan binggung
__ADS_1
" saya mau pulang saja nyonya dan tuan besar " ucap Devan
" tidak mau menunggu saja Van? "tanya ayah wiliam
" ah sepertinya tidak karena saya masih ada urusan, saya pamit dulu" jawab Devan berjalan keluar
Dikamar pasangan yang tidak serasi ini masih saja nyaman saling berpelukan
"ahhh apa ini berat sekali " ucap Kamila sambil mengerjap-ngerjap matanya
" aaahhhkkk, apa yang kau lakukan memelukku " kaget Kamila melihat tangan kekar itu memeluk dirinya
" berisik sekali pagi-pagi apa kau tidak takut terdengar ayah dan ibu " joseph mengerjapkan matanya
"ahhh aku lupa " jawab Kamila
"sebaiknya kau cepat mandi dan turun kebawah " ucap joseph
" ah kau benar aku akan mandi " Kamila menuju kamar mandi
Joseph masih nyaman di tempat tidur
di lihatlah ponsel di samping tempat tidur dia sangat kaget
" apa ini sudah pukul 10 , kenapa aku bisa tidur senyenyak dan senyaman ini " ucap Joseph
"apa karena ada dia "
" apa karena aku tidur kemalaman"
__ADS_1
"aduuh jangan sampai aku tidur nyaman sekali karena ada dia di sampingku" Joseph berpikir keras
"ahhhhhh" menghela napas