Pernikahan Takku Inginkan

Pernikahan Takku Inginkan
episode 16


__ADS_3

" gila kau berat sekali" Joseph melempar kamila ke arah sofa


" haha baru aku saja sudah berat dasar laki-laki lembek " kamila tertawa


" apa kau bilang laki-laki laki lembek " Joseph kesal


" iya kau laki-laki lembek" kamila menjulurkan lidahnya dan segera Joseph sambar lidah mugil kamila


" uuhhhhh" gerutu kamila mendorong Joseph


" rasakan kau " ucap Joseph berjalan kesebelah tempat tidur


keduanya terpaku atas apa yang mereka lakukan


" bibirnya sangat manis, tapi kata- kata yang keluar dari mulutnya sangat pedas " guman batin Joseph


" ahh gila dia mencium ku, jantungku berdetak hampir copot barusan " guman kamila


" andai kamu bisa menerimaku Joseph mungkin aku akan bisa mencintaimu" guman kamila memejamkan matanya


Di lain sisi seseorang tidak bisa tertidur


" dia sangat cantik seperti yang yang Devan katakan meski tertutup jilbab dan baju syarinya" guman Joseph


" sayangnya terkadang dia bar-bar sekali dalam berbicara kadang aku juga jadi seperti dia suka banyak berbicara sedangkan dulu aku jarang sekali berbicara "


" apa aku mulai nyaman dengan dia saat pertama bertemu pun aku tak ada rasa canggung untuk berbicara dengannya "


" jangan Joseph kau jangan pernah mencintai gadis ini ingat Berlian satu-satunya wanita yang kau cintai "

__ADS_1


guman batin Joseph


Joseph perlahan mulai merasa ingin menyentuh kamila sangat membuatnya menarik untuk membuka jilbabnya


"ahh aku tidak bisa " joseph membalikan badannya


Perlahan joseph pun mengantuk memejamkan matanya hingga pagi pun muncul merek berdua masih nyaman dengan tidurnya


Dilain tempat sedang ada yang merasa senang


" yah mereka mungkin lelah melakukan aktivitas malam jam segini belum bangun " ucap bu Merta


" ah iya sepertinya begitu" ucap ayah binggung


Tiba-tiba suara langkah kaki berjalan mendekati ruang tamu


"ahh nak Devan, ada apa kesini bukannya hari ini hari libur yah?" tanya bu Merta


" ada urusan apa? "tanya ayah Wiliam


" ah itu urusan perusahaan" jawab Devan gugup


" Tapi Joseph belum bangun" ucap bu Merta


" ah apa Bos belum bangun jam segini" Devan merasa terkejut karena biasanya bos nya selalu bangun pagi


" iya mungkin mereka berdua lelah melakukan aktivitas membuat adonan bayi" bu merta tertawa kecil


Devan hanya tersenyum dengan binggung

__ADS_1


" saya mau pulang saja nyonya dan tuan besar " ucap Devan


" tidak mau menunggu saja Van? "tanya ayah wiliam


" ah sepertinya tidak karena saya masih ada urusan, saya pamit dulu" jawab Devan berjalan keluar


Dikamar pasangan yang tidak serasi ini masih saja nyaman saling berpelukan


"ahhh apa ini berat sekali " ucap Kamila sambil mengerjap-ngerjap matanya


" aaahhhkkk, apa yang kau lakukan memelukku " kaget Kamila melihat tangan kekar itu memeluk dirinya


" berisik sekali pagi-pagi apa kau tidak takut terdengar ayah dan ibu " joseph mengerjapkan matanya


"ahhh aku lupa " jawab Kamila


"sebaiknya kau cepat mandi dan turun kebawah " ucap joseph


" ah kau benar aku akan mandi " Kamila menuju kamar mandi


Joseph masih nyaman di tempat tidur


di lihatlah ponsel di samping tempat tidur dia sangat kaget


" apa ini sudah pukul 10 , kenapa aku bisa tidur senyenyak dan senyaman ini " ucap Joseph


"apa karena ada dia "


" apa karena aku tidur kemalaman"

__ADS_1


"aduuh jangan sampai aku tidur nyaman sekali karena ada dia di sampingku" Joseph berpikir keras


"ahhhhhh" menghela napas


__ADS_2