
Joseph terus saja memikirkan hal-hal yang tidak-tidak membuat kepalanya pusing dengan pemikirannya sendiri
"kemana kamu pergi sayang"
"aku tak bisa bila tak ada kamu disini "
terus saja Joseph berbicara melantur
"apa dia baik-baik saja "
" apa dia sudah makan "
" apa dia tertekan olehku hingga mengakhiri hidupnya aahhhh" Joseph berteriak
" aaahhh kkkkk" Joseph mengacak-ngacak rambutnya
Terdengar suara teriakan dari atas ibu dan ayah Joseph mendengar suara teriakan yang sangat keras
"ayah ada apa ini? " tanya Merta
" ayah juga merasa aneh bu mengapa menantu kita belum juga pulang " jawab Wiliam
__ADS_1
" sebaiknya kita lihat keatas yah dari tadi Joseph tidak turun makan dan juga dia terlihat sedang marah " ucap Merta
" Biar ayah saja "
karena wiliam tahu bila merta keatas akan membuat dirinya panik melihat keadaan Joseph bila terjadi apa-apa dan juga sedari kecil Joseph lebih dekat dengan ayahnya
Wiliam pergi keatas dan mengendap-endap dengan pelan melihat sedikit pintu kamar anaknya terbuka seketika Wiliam terkejut
" Joseph.. Joseph... apa yang kamu lakukan? " Wiliam berlari menghampiri Joseph
" yahh Joseph tidak bisa seperti ini hikssss" Joseph menangis
"ayah Kamila sudah tahu apa yang dulu Joseph lakukan pada ibunya dan juga Berlian datang lagi ke dalam kehidupan Joseph membuat Joseph goyah hiksss tapi sekarang Joseph tahu kemana arah hati ini berjalan " Joseph terus menangis
" apa dia tahu dari siapa? apa kamu yang menjelaskannya ? " tanya Wiliam
"bukan aku yah, tapi Berlian yang tiba-tiba kekantor ku dan berkata bila aku hanya merasa bersalah kepada Kamila karena membunuh ibunya dan Kamila pergi kekantor ku dan mendengar semua yang Berlian katakan "
" dia pasti merasa sangat kesal karena bukan kamu yang mengatakannya sendiri melainkan orang lain "
" aku tidak bisa menjelaskannya, setiap aku ingin kenapa hatiku merasa sakit hiksss"
__ADS_1
"sudah tak apa jangan di pikirkan mungkin Kamila butuh waktu untuk sendiri, kamu kelihatan sangat pucat ayo segera makan "
Wiliam mengecek suhu tubuh Joseph yang seperti mengigil
"kamu panas, jangan lakukan hal seperti itu Joseph bila kamu tak sanggup untuk menahannya ceritakan kepada ayah " ucap wiliam
" aku takut yah bila Kamila tidak ingin kembali lagi padaku sehingga aku terus saja berpikir yang tidak-tidak dan ingin mengakhiri hidupku, aku tak bisa hidup tanpanya yah setiap malam aku selalu mengelus perutnya dan merasakan setiap pergerakan anakku , aku tak bisa pah "
Wiliam segera memeluk Joseph yang sangat terpukul dengan keadaan, karena wiliam tahu setiap ada tekanan hebat Joseph selalu memikirkan untuk mengakhiri hidup nya seperti dulu yang Joseph lakukan saat Berlian meninggalkannya mabuk-mabukan dan membawa mobil dengan kecepatan yang tak karuan hingga membuat kejadian naas yang terjadi pada ibu Kamila
" sudah kamu jangan mengurus perusahaan dulu biar ayah saja kamu pergilah ke villa di puncak untuk menenangkan diri , ayah akan coba untuk mencari Kamila "
" baik yah Joseph juga tidak akan diam untuk terus mencari Kamila, dan semoga Kamila bisa memaafkan Joseph yah "
"pasti .. pastii Kamila memaafkanmu karena Kamila anak yang sangat baik " wiliam terus menepuk-nepuk punggung Joseph
" Joseph ingin istirahat ayah bisa keluar sekarang "
"Baik ayah akan keluar ingat jangan lakukan hal bodoh "
Wiliam segara keluar dan menutup pintu Joseph
__ADS_1