
" pak jus mangga satu jus strawberi satu " ucap Kamila
" baik" ucap bapak penjual jus
Joseph terus memperhatikan Kamila ntah kenapa menurut Joseph hari ini Kamila sangat cantik
" dia sangat cantik hari ini " ucap Joseph
padahal setiap hari pun Kamila cantik tapi tak pernah terlihat cantik karena Joseph selalu memikirkan Berlian
" mas ini jusnya " ucap Kamila
" oh iya terimakasih " ucap Joseph
" emmm segar sekali, mas apa jus mangganya enak?" tanya Kamila
" enak tapi sedikit asam " jawab Joseph
" mau mencoba punyaku? " tanya Kamila
" boleh" ucap Joseph
padahal Joseph tidak berminum dari bekas orang lain tapi ntah kenapa untuk punya Kamila dia tidak merasa ragu
" wahhh enak sekali " ucap Joseph
" enakan mas aku paling suka strawbery" ucap Kamila
" apa kita mau main yang lain lagi mas? " tanya kamila
" ehmm sepertinya tidak karena aku masih merasa pusing " ucap Joseph
" maafkan aku yah mas karena aku yang memaksa mas jadi begini " ucap Kamila sedih
" tak apa mungkin badanku saja hari ini sedang tidak fit " ucap Joseph
mereka berdua hanya duduk dan memperhatikan anak-anak kecil yang lucu
" mas lihat deh itu anak kecil yang itu lucu sekali yah " Kamila menunjuk anak kecil yang gendut putih itu
" ah iya lucu sekali " ucap Joseph
" kalau kita punya yang seperti itu di rumah akan semakin ramai mas " ucap Kamila senang
__ADS_1
" apa kau mau punya anak bersama ku? " tanya Joseph
" aku tidak bilang mau punya anak mas maksudnya bila ada di rumah kita loh " jawab Kamila
" yah mau ada dimana bila kita tidak membuat " ucap Joseph
" yah kan tidak perlu buat mas adopsi saja bisa " ucap Kamila
" tapi kita masih belum mencoba mila, jika kita mencoba bisa sajah kita punya yang lebih lucu dari itu " ucap Joseph tertawa
" ahh mas ada-ada saja " ucap Kamila malu
mereka berdua terus saja berbincang keasikan sampai waktu sudah hampir sore
" mas ini sepertinya sudah sore ayo kita pulang " ucap Kamila
" ah iya, ayo kita pulang " ucap Joseph
Mereka berdua sudah berada di dalam mobil tiba-tiba mendengar suara perut berbunyi
"kruikk.. kruuk... " suara perut
" apa kau lapar? " tanya Joseph
" ah yasudah kita mampir dulu ke restoran yang dekat-dekat sini sajah " ucap Joseph
" tapi mas kayanya baso bakwan yang itu enak deh " Kamila menunjuk bapak perjual bakso
" kau serius mau makan disamakan tidak sehat " ucap Joseph
" iya mas aku mau itu sepertinya enak deh makan pinggir jalan gtu " ucap Kamila
" oh baiklah tapi makannya di mobil mas yang pesanan kesana " ucap Joseph
Joseph memarkirkan mobilnya ke samping jalanan
" pak baksonya 1 yah " ucap Joseph
" baik pedesnya yang pedes setan apa pedes biasa " tanya penjual bakso
" sebentar pak " ucap Joseph
Joseph berjalan kearah mobil
__ADS_1
" Mila baksonya pedes setan apa pedes biasa? " tanya Joseph
" apa sih mas pedes setan ada- ada ajah " ucap Kamila
" ga tau mas kan kata si abang yang jual " jawab Joseph
" pedes biasa ajh mas " ucap Kamila
Joseph berjalan lagi menuju abang tukang baso
" pak pedesnya biasa ajh " ucap joseph
" ini sudah beres " uang abang penjual bakso
"berapa pak? " tanya Joseph
"20rb ajh " jawab abang bakso
" ini , gausah kembalian " Joseph menyodorkan uang 100rb 10 lembar
" makasih pak ini banyak sekali " ucap abang tukang bakso
Joseph pergi mendekati mobil karena Kamila sudah menunggu
"ini " ucap Joseph menyodorkan bakso kepada Kamila
" wahh ini kayanya enak ni" ucap Kamila
Kamila memakan bakso dengan sangat lahap Joseph merasa giller melihat Kamila
" apa mas mau? " tanya Kamila
" engga itu baksonya ga sehat " jawab Joseph
" ah mas tapi kayanya mas mau deh soalnya dari tadi mas liatin Kamila makan bakso sampe mau ileran gtu " ucap Kamila tersenyum
" ayo mas dicoba " Kamila menyodorkan baso bulat ke mulut mas Joseph
" ayo mas aaaa "
dengar ragu Joseph membuka mulutnya
" gimana mas rasanya " ucap kamila
__ADS_1
"....... hhmm.. " Joseph