
"Sekarang kalian diam dikamar jangan berkeliaran di halaman rumah Dad akan segera cari tempat yang aman untuk kalian bersembunyi " Ucap Frans
"Dad kita harus segera bergegas karena mungkin tinggal 2 bulan lagi Kamila akan melahirkan " Ucap Cantika
" Iya sayang Dady akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera menemukan tempat yang aman sekarang kalian istirahat dulu saja "
Frans berjalan keluar dari kamar
" Hallo.. " Ucap Frans
" Pak hasilnya sudah keluar " Ucap Suster rumah sakit
" Bagaimana hasilnya ? " Tanya Frans
" Pak ternyata Bapak tidak ada hubungan darah " Ucap suara telpon
"Deg.... " Frans merasa syok karena sudah yakin Kamila adalah anak mereka yang meninggal dahulu
" pak... pakkk... " Suara di telpon
Seketika Frans mematikan telponnya dan kembali menuju ruangan kerja
Frans duduk termenung
" Aku amat yakin Kamila adalah anakku karena dia sangat mirip denganmu " Sambil memandangi photo alm istrinya
" Tapi tak apa aku akan menyayanginya seperti anakku karena Kamila dan Cantika sepertinya sudah sangat saling sayang aku akan memcoba untuk menyanyangi seperti anakku sendiri " Ucap Frans
Segera Frans mengambil telpon
" Hallo Bos... "
__ADS_1
" Cepat cari tempat untuk anakku bersembunyi dari keluarga Step " Ucap Frans
" Kalau ingin bersembunyi dari keluarga Step sepertinya harus di daerah perkampungan Bos "
" Yah cari lah tempat sepertinya yang dekat dengan rumah sakit juga jangan terlalu jauh dengan akses jalan " Ucap Frans
" Baik Bos.. "
Segera Frans mematikan telpon
Wiliam terus saja menunggu kabar dari anak buahnya
Terus saja mondar-mandir di rumahnya
" Bila menantuku benar ada di sana aku akan dobrak pintu rumah Frans " Dengan nada kesal Wiliam
" Kriiingg..... kriiiing... " Suara telpon
" Bagaimana hasilnya apa menantuku ada disana ? " tanya Wiliam
" Sepertinya menantu anda tidak ada disana dikarenakan Pak Frans bilang anaknya saja tidak ada pulang kerumah " Ucap Suara telpon
" Tapi coba selidiki lagi apa mungkin mereka di sembunyikan " Ucap Wiliam
" Tapi tadi ada seorang wanita yang berjalan menuju kami apa mungkin dia ingin memberitahu sesuatu "
" mungkin itu istri Frans coba kamu selidiki bila bisa ajak ketemu secara diam-diam " Ucap Wiliam
" Baik Bos akan segera kami laksanakan "
Wiliam mematikan telponnya
__ADS_1
" Semoga aku segera menemukan Kamila agar segara kesalahpahaman ini segera terselesaikan " ucap Wiliam
Wiliam berjalan menuju kamar Jospeh dan mengintip dari balik pintu yang tidak tertutup rapat
Joseph berbaring di tempat tidur dan terus memandang photo Kamila
" Apa kamu sangat membenciku hingga tak ingin bertemu dengan ku "
" apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi "
" Cepat pulang sayang tak pernah sedetik pun aku melupakan mu "
" Cepatlah pulang sayang hiksss" tangis Joseph
Wiliam melihat putranya sangat terpuruk membuat perasaanya makin sedih
" aku sudha tak kuat lagi melihatnya " Ucap Merta
" Kamu buat aku kaget saja " Ucap Wiliam
" Semoga anak kita bisa melewati semua ini "
" tapi bagaimana ini bila terus berlarut seperti ini aku takut Joseph akan hilang kendali atas dirinya lagi " Ucap merta dengan nada sedih
" Semoga tak ada hal yang buruk yang terjadi kepada anak kita, menantu kita, dan cucu kita " ucap Wilaom sambil memeluk istrinya
" Iya sayang tapi aku amat hancur melihat keluarga putraku sangat hancur berantakan seperti ini "
" Sudah kita harus yakin bahwa anak kita pasti kuat menjalaninya sekarang karena bila kita sama-sama sedih siapa yang akan memberikan semangat kamu juga harus kuat kita beri semangat kepada Joseph agar dia tak merasa sendiri "
" Iya benar sayang aku akan tetap bertahan dan berdiri untuk terus memberikan semangat kepada putra kita " Ucap Merta
__ADS_1