
"Nggak usah sebut nama dia depan gue lagi deh, Jo. Bikin mood ancur tau nggak" kesal Mirna.
"Lho kok gutu sih? Bukannya dia itu sahabat baik kamu. Apa kalian lagi berantem?" Tanya Jojo penuh selidik. Tidak biasanya mereka bertengkar sampai seperti ini, dari yang Jojo lihat selama ini Mirna dan Rara itu bagaikan sepasang sandal keman saja saling bersama.
Jojo mendekatkan diri dengan tatapan penuh penyelidikan "Kalian reburan makanan ya....hehehe" di saat saat seperti ini masih bisa bisanya Jojo bercanda, tentu saja wajah Mirna semakin kesal. Handuk yang dia pegang dilelparkan ke wajah Jojo.
"Apaan sih Jo nggak lucu tau (kesalnya sambil bangkit dari duduknya) gimana gue nggak marah coba, udah di bela belain gue bayar orang buat mata matain suaminya, eh malah dia maki maki gue, katanya apa hak lu ngurusin rumah tangga gue, dan yang paling bikin gue kecewa duit gue hangus gitu aja pren. Kesel nggak sih lo?" Kali ini Mirna benar benar marah. Sampai di saat bicara pun bibirnya blepotan ke kiri dan kekanan sepertinya dia geram sekali. Yah, siapa sih yang nggak marah di saat dia berjuang untuk sahabatnya tapi perjuangan itu tidak di hargai.
Jojo tertawa "hahaha....lagian buat apa ngurusin urusan orang lain. Ujung ujungnya kamu amsyong juga kan? Mana duit ludes sahabat ilang kasian deh lu"
__ADS_1
"Ih nyebelin....." Di acak acaklah rambut klimis Jojo sampai mereka berdua terjatuh ke lantai sebab saling dorong. Mirna tidak sengaja menindih dada Jojo. Pandangan keduanya saling bertemu hingga beberapa saat "Ih, apaan sih lu deket deket gue, pulang sono" ujar Mirna sambil membuang muka. Terlihat mereka salah tingkah sampai Jojo menggaruk kepala berkali kali.
"Oke deh aku pulang dulu ya, jangan galak galak gitu nanti cinta baru tau rasa kamu" sambil berlarian kecil Jojo menyempatkan menggoda Mirna sampai sebuah sandal mendarat di badannya.
"Amit amit deh gue suka ama lu Jo. Mending gue suka ama duren alias duda keren" sambil mencibir Jojo.
Jojo tidak merasa sakit hati atau dendam, karena memang ciri khas Mirna seperti itu. Gadis tomboy dengan kelakuan laki laki sungguh menggemaskan. Meski begitu sebenarnya Mirna itu cantik. Kulitnya bersih, hidung mancung, hanya perawakannya saja menyerupai laki laki. Seperti itulah kira kira gambarang Mirna.
"Ora sudi aku Jo, Jojo" ucap Mirna lalu menutup pintu kosan.
__ADS_1
"Jan marai mangkel cah siji iki"
Sepulang dari kosan Mirna tanpa sengaja Jojo melihat Rara dengan motor maticknya berhenti tidak jauh dari kosan Mirna. Terlihat dia tengah fokus pada ponselnya. "Niara...." panggil Jojo yang tiba tiba saja ada di sebelahnya. Rara bibgung kapan si Jojo ada di sana, padahal dia tidak mendengar suara kendaraan berhrnti di sampingnya.
"Kak Jojo? Dari kapan kakak di sini" sambil clingak clinguk melihat sekitar. Jojo juga ikut melihat apa yang tengah Rara cari "Cari siapa, Mirna? Dia di dalam no abis mandi" jelas Jojo.
Rara pura pura cuek dengan langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas "Siapa juga yang cari dia? Orang aku mau ke mini market kok" Rara langsung gas motornya ke mini market sebrang jalan.
Jojo mengernyitkan mata "Rumah sama mini marketnya jauh amat? Emang di sana kagak ada mini market. Mau alesan aja pake bohong segala" menggeleng kepala sambil tersenyum. Jojo kembali mengendarai motornya berbalik arah menuju rumah. Sedangkan Rara masih berdiam diri di depan mini market itu sambil melihat Jojo yang sudah pergi.
__ADS_1
"Si Mirna kenapa ya kata temannya dia nggak masuk kerja, apa dia lagi sakit?" Tidak bisa di pungkiri kalau rasa khawatir Rara menggambarkan persahabatan mereka yang tidak akan pernah terhapus olah apa pun juga. Tapi ego keduanya sedang menguasai diri masing masing. Untuk sementara waktu mereka memilih saling berjauhan meski masih saling memantau.