
Sore harinya Erwin langsung menuju Villa.
(Sayang, maaf ya malam ini mas lembur) Isi pesan singkat dari Erwin untuk sang istri. Saat ini Erwin tidak bisa mengendalikan hasrat dalam dirinya untuk segara menemui selingkuhannya itu. Hampir seminggu menahan diri dengan keinginan terpendam, kini sudah tidak bisa di tahan lagi bagai di ujung tanduk. Bayangan indah kala si wanita mendesah membuat Erwin ingin segera menjamah. Pertama kali Erwin melakukan hubungan terlarang itu ternyata Icha masih gadis itulah yang mengikat Erwin sampai saat ini.
Sesampainya di Villa Erwin langsung masuk, mencari sosok Icha "Sayang........sayang, kamu di mana? Mas datang nih"Melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar. Namun tidak ada siapa pun di dalam. Kemusdian berjalan ke arah kamar mandi "Sayang kamu di dalam?" Tak ada jawaban, lalu Erwin membuka pintu kamar mandi. "Loh kok nggak ada sih, kemana dia?" Meraih ponsel lalu menghubungi Icha.
(Iya sayang kenapa?) Ucap Icha di telepon.
Erwin mengerutkan alis kala melihat ke arah jendela sebelah villa. Di sana terlihat Icha tengah duduk bersama seorang laki laki. Mereka nampak duduk berdua di dalam rumah, tengah asik mengobrol. Kebetulan jarak vila mereka tidak terlalu jauh hingga terlihat dari jendela kaca merela tengah duduk bersama "Mas udah datang, kamu ngapain di sana?" Segera Erwin keluar dari rumah menghampiri Icha yang tengah duduk di dalam Villa Rama. Entahlah, kenapa Icha bisa berada di sana.
"Mas Erwin......" Icha bangkit menghampiri kekasihnya yang telah berdiri di depan pintu. Sambil memetikan panggilan telepon, Erwin melihat laki laki dengan tatapan penuh kecurigaan. "Ngapain kamu di sini?"Tanya Erwin.
Icha menatapnya sambil membenahi krah baju Erwin "Tadi ada paket buat mas Rama, tapi beliau nggak da di rumah., terus pak kurir titip di aku. Ya udah deh aku terima dari pada pak kurir bawa pulang lagi, kan kasian mas" jelas Icha sembari memeperlihatkan sebuah paket di tangannya.
"Iya, pak. Tadi mbk Icha cuma mau mengantar paket saya saja. Kebetulan tadi saya sedang keluar sebentar buat cari makan, eh nggak taunya paket saya datang" Rama menghampiri keduanya.
"Oh begitu ya, kalau begitu buruan kasih paketnya, mas mau ngomong sama kamu"
Icha pun memberikan paketnya "Kami pamit pulang dulu mas Rama"
"Kanapa terburu buru mas, mbak. Mending kalian tinggal sebentar lagi? Biar saya buatkan minum dulu" tawar Rama.
Erwin menarik tangan Icha "Terima kasih, kami harus pulang dulu" dari nada bicara Erwin sepertinya dia cemburu melihat Icha bersama laki laki lain.
"Ya sudah kami permisi dulu mas Rama. Lain kali saja." mengulas senyum manis lalu Erwin menariknya keluar dari rumah itu.
"Kamu ngapain sih ke tempat laki laki itu, udah tau dia itu tinggal sendiri masih aja ke sana. Gimana kalau sampai kamu di per......" Icha keburu membungkam mulut Erwin lalu menciumnya. Icha paling tau cara meluluhkan amarah laki laki di hadapannya ini. Mudah sekali baginya dengan satu tindahan membungkam kemarahan. Mereka saling memanggut, sambil menutup pintu keduanya beradu kasih. Erwin tak mau kalah dia langsung memapah tubuh Mungil Icha "Ah.......mas Erwin" dengan wajah menggoda dan tangan mengusap lengan lelaki kekar yang tak lain adalah Erwin. "Aku udah kangen banget sama kamu mas" sembari mencium leher Erwin yang tengah memapah tubuhnya. Erwin sendiri tidak tahan lagi, segera membawa Icha masuk ke dalam kamar.
"Aw.....mas" Badan Icha terhempas ke atas ranjang di imbangi dengan diri Erwin yang menindih tubuhnya. Melihat wajah cantik Icha membuat hasratnya tidak bisa tertahan lebih lama. Dengan ganas Erwin mulai melancarkan aksinya. "Sayang....." desah Icha kala kenikmatan mulai menjalar ke seluruh tubuh. Sentuhan lembut Erwin membuat Icha menikmati sentuhan itu dengan ******* mesra.
"Mau lama atau sebentar?" Bisiknya mesra.
Icha tersipu malu, kedua pipi nampak memerah "Terserah mas aja" Sambil melingkarkan kedua tangan di leher Erwin.
"Kuat berapa kali? Mau dua atau tiga kali?" senyum Erwin sengaja menggodanya.
__ADS_1
"Ih mas Erwin malu ah" dengan gemulai Icha memalingkan wajah, membuat Badannya sedikit miring.
Emuah.....
Mencium kedua pipi dengan kecupan lembut "I love you, honey" Ujar Erwin sembari mengusap wajah cantik Icha.
Icha tersipu malu setiap kali mendapat kata romantis dari sang kekasih gelap.
"Semua dalam diriku seutuhnya milikmu, sayang" Melingkarkan tangan pada leher Erwin kemudian menatap sendu "Malam ini menjadi saksi cinta kita"
Mereka pun beradu dalam peluh. Denyit ranjang menjadi saksi bisu kenikmatan mereka saat ini. ******* demi ******* menggema di setiap ruangan.
Desan Icha semakin menguat dengan gerakan semakin di perkuat. Erwin memacu gerakan dengan cepat hingga mencapai puncak kenikmatan. keduanya terkulai lemas sambil tersenyum.
"Makasih sayang ku" di ciumlah kening Icha lalu memeluk tubuh mungilnya.
(Ya Tuhan kuatkan hambamu ini) tanpa mereka sadari ada seseorang di bawah ranjang tengah mendengar ******* mereka dan menyaksikan hubungan terlarang itu dengan pantulan kaca di tangannya yang terarah langsung dengan kaca di samping ranjang. Ya, seseorang itu adalah Niara. Sengaja dia masuk ke dalam villa di waktu Erwin dan Icha berada di villa Rama.
Pergulatan mereka terlihat jelas sampai air mata tak bisa terbendung lagi. Kaki serasa lemas, jantung berdetak sangat kencang, sampai terasa sesak nafas.
Sesaat kemudian
Brak....
Betapa terkejutnya Erwin melihat pintu kamar tiba tiba di dobrak oleh beberapa orang.
"Apa apaan ini?" tanya Erwin pada beberapa orang di hadapannya.
"Kalian pasangan mesum harus menerima peraturan di wilayah ini, ayo ikut kita kelauar" lantang seorang pria paruh baya berbadan tinggi besar berkulit hitam. Tatapan pria itu terlihat bagai burung siap menerkam mangsa.
"Sayang...." Icha ketakutan sambil menutup tubuhnya dangan selimut. Badannya gemetaran.
"Tunggu dulu, maksud semua ini apa ya? Kami ini bukan seperti yang kalian tuduhkan. Kami ini suami istri" Dusta Erwin berusaha meyakinkan warga.
"Bohong, mereka itu pezina" tiba tiba saja keluarlah Rara dari bawah ranjang.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Erwin melihat istrinya muncul dari bawah ranjang. Ia langsung melepas Icha dari tubuhnya "Sayang ini semua....."
"Cukup! Sekarang kamu tidak bisa mengelak lagi mas. Tindakan kamu lebih hina dari seekor binatang" ketus Rara sambil melotot. Sesaat pandangannya beralih pada wanita di samping suaminya "Dan kamu gadis muda tidak punya harga diri. Kamu mendekati suamiku hanya karena pengen uang, kan? Nih gue beli harga diri lu" Melempar uang pecahan seratus ribu ke wajah Icha.
"Harga diri lu hanya seharga minyak goreng saja nggak lebih dari itu. Kalau masih kurang sekalin saja lu bawa laki gue pergi"
Kejadian itu banyak di rekam warga sekitar.
"Heh.....apa apaan anda ini? Kurang ajar banget sih, pantes mas Erwin cari selingkuhan watak kamu saja kaya begini" Si pelakor masih bisa menyalahkan isyri sah demi membela diri sendiri.
Rara menyunggingkan senyum sinis "Gila, benar benar gila dunia ini(bertepuk tangan) lu yang harusnya ngaca jadi selingkuhan aja lu bangga. Apa yang lu banggain? Benalu kaya lu itu nggak pantes di hargai mending di basmi dari muka bumi" Sambung salah seorang yang baru saja muncul dari balik tirai kamar.
Keluarlah Mirna dari balik tirai dengan memegang kamera "Kalian akan viral sebantar lagi. Dan sebentar lagi kalian bakal jadi sampah masyarakat."
"Apa apaan kalian ini, jadi semua ini kalian yang rencanakan?" Erwin naik pitam. Ia hendak meraih baju di samping ranjang, tapi pria tadi mengambilnya lebih dulu.
"kembalikan baju saya sekarang juga" Bantak Erwin.
"Kalian harus menerima hukuman setimpal." Beberapa orang langsung menarik Erwin dan yang satunya memberi sebuah handuk pada Icha untuk menutup sebagian rubuhnya.
"Rara apa apaan ini, suruh mereka menjauh atau aku akan menceraikan kamu" ancam Erwin.
"Kamu kira aku takut, mas? Setelah melihat ini aku pun jijik melihat kamu. Haram bagiku bersama orang pezina seperti kamu" Ketus Rara.
Mirna meraih bahu sahabatnya sambil mengusap perlahan "Kalau butuh bukti kita masih punya banyak lagi" sambung Mirna sambil melihat ke arah keduanya.
"Hukum mereka pak sesuai ketetapan wilayah" pinta Rara.
Mereka pun mengangguk "Kalian ikut kami" beberapa warga langsung menyeret Erwin dan Icha kelaur dari Villa itu.
"LEPAS....mas tolong aku" rengek Icha ketika ada dua orang memegang kedua lengannya. Badan Icha hanya terbalut handuk saja dan Erwin hanya mengenakan ****** *****. Hukuman meraka adalah di hakimi di hadapan muka umum. Bagi pezina di wilayah mereka akan di jatuhi hukuman seperti mengarak keduanya dengan telanjang bulat. Karena ada permintaan khusus dari Rara akhirnya warga memutuskan untuk menutupi bagian terlarang keduanya.
"Mau kalian bawa kamana kami?" Erwin berusaha melepaskan diri ketika mereka hendak mengarak kedua pelaku zina itu di jalan raya. Betapa malunya Erwin dan Icha menjadi tontonan warga sekitar dan pastinya banyak kamera merekam kejadian itu lalu mengungunggahnya di sosial media. Tak butuh waktu lama vidio itu pun viral. Banyak orang berbondong bondong melihat kejadian itu dengan melempar kata kata jahat.
"Hukuman itu lebih dari cukup untuk mereka" Tutur Rara sambil melihat suami dan selingkuhannya di arak ramai ramai oleh warga setempat.
__ADS_1