Persinggahan Kedua

Persinggahan Kedua
Bab 23


__ADS_3

"Aduh mereka itu bikin malu saja...." Sambil berlarian kecil ke arah mobil Iyan. 


"Silahkan masuk...." sebelumnya Iyan lebih dulu membuka pintu untuk Rara, kemudian dia duduk di bangku kemudi. Keduanya duduk di bangku depan. Kejadian yang baru saja terjadi membuat keduanya canggung. Sampai pada akhirnya mobil melaju ke sebuah tempat di mana terselenggaranya reuni sekolah. Sebelum ke sana, Rara meminta Iyan mengantarnya ke taman tadi untuk mengambil motornya, Rara juga tidak ingin terjadi fitnah nantinya jika mereka datang berdua. Dan sepertinya Mirna sudah pulang kerja, jadi dia bisa datang bersama sahabatnya itu. Iyan pun menyetujuinya. Setelah mengantar Rara ke taman tadi, dia langsung meluncur ke tampat tujuan.


"Nggak nyangka pertemuan kita ini masih menimbulkan getaran cinta di hati ku" Dengan wajah bahagia mengingat kisah mereka dari masa lalu hingga tadi pertemuan pertama setelah terpisah beberapa tahun lamanya. Cinta mereka kandas bukan karena sebuah pertengkaran atau perselingkuhan, melainkan karena Rara memilih mundur dari hubungan itu, sebab terhalang restu orang tua. Baginya sebuah restu dari orang tua itu sangat penting di banding harus memikirkan ego pribadi, sebelum nantinya menyesal di kemudia hari. Iyan yang kala itu juga tidak bisa menentang perintah kedua orang tuanya, hanya bisa pasrah dengan takdir yang nantinya harus di jalani.


"Oke, deh kalau gitu aku tunggi kamu, ya" Ujar Rara pada Mirna di telepon. Sebelumnya Rara mengajak Mirna ikut reuni sekolahan, dengan mengumpulkan semua alumni dari junior sampai senior. Semuanya dapat undangan begitu juga bagi orang yang telah berpasangan, mereka boleh mengajak pasangannya. 


"Aku minta ijin mas Erwin dulu karena bagaimana pun dia itu masih suamiku....." Rara menghubungi Erwin berkali kali tapi Erwin tak kunjung menjawab. Bagaimana dia mau menjawab kalau saat ini saja dia sedang bersama wanita lain. Entah bahagia sepeeti apa yang Erwin inginkan, sudah banyak kebahagiaan bersama Rara dan Rara begitu sangat mencinrainya, tapi Erwin masih saja membuka pintu hati untuk wanita lain. Sungguh keterlaluan sekali.


"Sayang aku masih ada acara, kamu di rumah saja ya" ucap Erwin yang masih ada di atas ranjang bersama dengan selingkuhannya. Dada bidang Erwin terlihat seksi dengan bulu halus di atasnya. Bentuk perut bak atlet dunia. Siapa sih yang tidak suka dengan laki laki sempurna seperti itu? Pasti banyak dong yang mau. Termasuk kamu, hehehe. 


Icha masih tiduran di lengan Erwin sambil melihat layar ponsel Erwin. Dia melihat pesan mesra keduanya, hingga membuat Icha sedikit kesal. Setiap istrinya kirim pesan singkat atau pesan yang telah lalu selalu di baca, dan timbul rasa cemburu. Wajah Icha seketika kesal saat Rara mengirim pesan pada Erwin, meski sekedar pesan biasa saja. 


"Istri kamu itu ngapain sih ganggu aja, telpon berkali kali nggak di jawab iru harusnya dia sadar diri dong. Jadi istri kok maksa banget...." ketusnya sambil melempar pelan hp milik Erwin ke samping badannya.

__ADS_1


Biasanya selingkuhan itu akan jauh lebih cemburuan ketimbang istri sah, betul, apa betul? Jawabannya salah. Hehehe jawabannya jelas betul lah, masa salah. Kenapa selingkuhan akan cenderung lebih cemburuan ketimbang istri sah? Jawabnya, karena dia itu sadar bahwa dia hanyalah bayangan, bisa di lihat tapi juga tak bisa mendapatkan atau bahkan di dapatkan. Tempat bayangan itu di bawah bukan di atas.  Sedangkan istri sah berwujud nyata dan bisa di sentuh dan termiliki dengan kepastian, derajatnya jauh lebih tinggi dari sekedar bayangan. Memang benar  sifat bayangan itu licin seperti belut, karena meski di injak dia tidak sakit, di ludahi diam saja, di pukul juga tidak masalah. Seperti itulah mental pelakor jaman sekarang, kebanyakan dari mereka tidak takut apa pun selama mereka bisa behagia dengan hidup mereka. 


"Hei, kok mukanya kusut gitu sih sayang. Kenapa, apa kurang yang tadi?" Bisik Erwin sambil menggelitik telingan Icha, hingga tubuh Icha menggeliat seperti ular merayap.


"Apaan sih kamu...." ujar Icha berpaling muka. 


"YA udah deh kalau kamu marah, aku pergi dulu ya  ada reuni sekolah" kata Erwin sambil melihat jam di pergelangan tangannya. 


"Ih....aku mau ikut. Pokoknya sekarang juga aku ikut kamu, mas. Percuma dong aku datang jauh jauh dari Bandung ke Jakarta cuma mau di umpetin  terus kaya begini, aku tuh maunya kita happy happy gitu" wajah Icha mendongak ke atas melihat wajah kekasihnya dari bawah. Erwin mengusap ujung kepalanya sambil tersenyum simpul "Oke, deh kalau begitu kamu boleh ikut. Toh hari ini ada acara reuni sekolah jaman aku sma dulu. Di sana banyak di hadiri alumni dari mulai alumni senior sampai junior, semuanya kumpul di sana." Jelas Erwin. 


Seketika Icha senang lalu memposisikan diri duduk di samping Erwin yang tengah bersandar pada bahu ranjang. "Sungguh, aku boleh ikut?" 


"Asik, kita bisa jalan berdua" sangking senangnya sampai Icha memeluk tubuh Erwin dengan erat. Kecupan di pipi Erwin juga tak pernah senggang, sampai Erwin membalas ciuman itu. Tak berapa lama berpaut dalam cinta, Icha melepaskan diri hendak menuju kamar mandi. Dia akan segera bersiap siap berangkat ke acara kekasihnya itu.


"Nggak masalah kan sekali kali aku ajak dia reunian, toh nggak ada yang tau wajah bini gue itu kaya apa." Ujar Erwin santai.

__ADS_1


Sebelumnya pernikahan Erwin dan Rara di lakukan tanpa menggelar pesta, jadi tidak banyak orang tau kalau dia sudah menikah dan bagaimana wajah pasangan Erwin saat ini. 


"Halo, sayang maaf tadi mas lagi ada meeting sama klien. Ada apa sayang?" Tanya Erwin saat dia menelepon Rara tanpa sepengetahuan Icha. Mumpung Icha lagi di kamar mandi, dia segera menelepon balik sang istri. 


"Oh, itu mas tadi aku cuma mau pamit kalau nanti aku ada acara di luar sama teman paling pulangnya agak malam. Kalau kamu nggak percaya kamu boleh ikut kok, mas." Ucap Rara meyakinkan suaminya. 


Erwin sungguh lega karena dia tidak harus pulang cepat hari ini, karena malam ini dia akan membawa selingkuhannya itu bertemu teman lamanya. 


"Mas percaya banget sama kamu, sayang. Lagi pula hari ini mas sibuk banget, banyak proyek yang harus mas hendle" Dusta Erwin.


Rara mencebirkan bibirnya "It's oke, mas. Aku ngerti kok kamu itu orangnya sibuk" tanpa basa basi Rara menutup telepon.


Betapa tercengangnya Erwin kala Rara memutus perbincangan mereka tanpa salam atau seperti biasa, Rara akan menyemangati dengan kaliamat pujian yang begitu mesra. "Hah....kenapa dia jadi banyak berubah begini. Apa cuma perasaan ku saja atau...."


"Mas ayo cepat mandi, nanti kita telat lho" Ucap Icha yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan handuk melingkar di kepal dan baju kimono yang di pakainya.

__ADS_1


Erwin turun dari ranjang sambil berjalan ke arahnya, sebelum masuk kamar mandi dia sempatkan mencubit pipi kekasih gelapnya itu "Oke cinta ku" di kecupnya kening Icha kemudian masuk kamar mandi.


"Kamu sungguh romantis sayang" lirih Icha sambil terus tersenyum. Perlakuan Erwin sangatlah romantis sampai membuat dua wanita sekaligus berada dalam lingkaran cinta yang tabu.


__ADS_2