
Di sepanjang jalan ketegaran Rara runtuh seketika. Yang tadinya kuat di depan suaminya kini mulai rapuh dengan kesakitan penuh derita. Air matanya tumpah begitu saja, mengingat kejadian malam itu, dan yang paling membuatnya lebih sakit ketika melihat wajah tidak bersalah dari suaminya. Jika di lihat dari segi sifat dan tingkah laku tidak ada hal yang mencurigakan dari suaminya itu, tapi kenyataan pahit itu ternyata mampu di lakukan oleh suminya sendiri. Dari awal mereka menjalin sebuah hubungan, keduanya sudah menjalin sebuah komitment satu cinta untuk satu orang yang sama. Ternyata komitment itu tidak sejalan dengan yang di inginkan. Sungguh malang nasib Rara saat ini.
Keromantisan seorang pasangan tidak mampu menjamin kesetiaan dari pasangan itu sendiri. Tidak banyak dari mereka(tukang selingkuh) malah menjadikan keromantisan sebagai alat menutupi perselingkuhan itu. Terkadang pula kelembutan tutur kata dan sapa darinya hanya sebuah topeng semata demi bersembunyi dari rasa bersalah. Ketika cinta yang tulus di balas dengan ribuan air mata, di situlah bibit dari kebencian bermula. Sakit yang di rasakan mampu menuntunnya pada jalan yang bengis. Jalan yang mampu di lalui oleh siapa saja. Itulah yang saat ini coba Rara lakukan.
Pondasi dalam rumah tangga adalah sebuah kesetiaan, kejujuran, dan rasa saling percaya. Dan semua itu telah di hancurkan oleh satu hal, perselingkuhan. Hadirnya orang ke tiga dalam suatu hubungan akan menjadi bara api yang nantinya akan membakar diri si pelaku itu sendiri. Tapi, tidak akan pernah ada pihak ketiga jika tidak ada pintu rumah tangga yang terbuka untuknya. Pelakor akan masuk ketika ada celah di hati mereka yang terbuka untuknya. Kehidupan pelakor itu bagaikan benalu yang hanya bisa hidup menopang pada diri orang lain. Benalu itu tidak akan bisa di musnahkan kalau tidak ada pihak lain yang menumpasnya. Maka dari itu jauhkan diri dari benalu sebelum kalian mati perlahan.
"Aku tidak pernah menyangka kalau akhirnya akan seperti ini. Ku kira kamu setia mas ternyata kamu pemulung dosa" Lirihnya sembari mengusap air mata di ujung netra. Hati seorang istri telah di lukai sebegitu kejamnya.
__ADS_1
Kemampuan manusia berada pada mental yang kuat dan kekokohan hati. Namun, bagaimana kita akan kuat menghadapi gempuran mental sekejam itu? Tentu saja kita akan rapuh di buatnya. Cinta itu bagaikan jantung kehidupan, setiap detik akan terasa lebih berharga dengan adanya cinta. Namun, jika cinta telah ternodai akan terasa bagaikan empedu, pahitnya bukan main.
"Ma, lihat kakak itu menangis...." ucap salah satu pengendara motor yang melihat wajah Rara.
Rara mendengar ucapan anak kecil di sampingnya membuat ia melajukan motor dengan lebih cepat.
"Lihat dapurnya berantakan seperti ini kenapa dia bisa bisanya keluar begitu saja. Apa jangan jangan dia ada main di belakangku?" Biasanya orang yang suka selingkuh akan berfikiran negative pada pasangannya. Perubahan sedikit saja di anggap perubahan besar sampai kecurigaan pun muncul.
__ADS_1
Drt....
Tiba tiba ponselnya berbunyi, teman kantornya telepon, menanyakan keberadaan Erwin saat ini pasalnya dia ada meeting dengan beberapa petinggi perusahaan tentang tahab proyek baru yang akan di kerjakan nantinya. Erwin nampak kebingungan karena waktu meeting mepet dan dia juga belum sarapan atau pun mandi. Segera dia berlari ke Kamar mencari baju yang hendak ia pakai, di bukalah pintu lemari dengan menyibakkan beberapa baju di dalamnya.
"Harusnya baju itu ada di sini" tuturnya sambil terus mencari keberadaan baju itu. Lalu tanpa sengaja Erwin melihat baju yang di carinya masih tergelantung di balik pintu kamarnya "Astaga baju kerjaku masih bergelantungan di sana. Kenapa istriku jadi seperti ini sih....?" Sangking kesalnya baju itu di buang ke lantai. "Hal apa yang membuat Rara berbuat ceroboh seperti ini? Biasanya dia selalu tau apa yang aku butuhkan, tapi sekarang dia seolah tidak perduli sama aku."
Karena waktu sudah mepet dan dia juga tidak bisa mengabaikan meeting itu. Segera dia memakai baju seadanya lalu berangkat kerja. Baru kali ini Erwin berangkat kerja dengan perut kosong, penampilan kumel, dan baju tanpa di setrika. Benar benar macam bujangan saja.
__ADS_1