Persinggahan Kedua

Persinggahan Kedua
Bab 14


__ADS_3

"Mas Erwin kok belum juga datang sih katanya tadi udah mau nyampe, kok masih belum juga nyampe rumah" Dengan penuh kasih Rara menunggu suaminya di teras rumah. Tentu saja dia tidak bisa duduk tenang sebelum suaminya pulang. Langkah kakinya terus mondar mandir sambil melihat ujung jalan, berharap mobil suminya muncul dari sana. Hati Rara sedikit ada perasaan tidak enak, rasa takut dan kecemasan berkecamuk. Matanya tidak bisa mengalihkan pandang dari sebuah jalan di ujung sana. Terakhir kali Erwin menghubunginya sewaktu hendak berangkat dari kota Bandung menuju Jakarta. 


"Biar aku coba telpon lagi" berulang kali menelepon sang suami, tapi tidak di angkat olehnya. Bagaimana mau menjawab telepon Rara kalau diri dan hp Erwin di kuasai selingkuhannya. Erwin tidak bisa berbuat banyak karena dia suka kecemburuan si Icha ini. Dia bilang Icha itu cute kalau lagi ngambek, bibirnya menggoda gitu. 


(Pasti istrinya yang telepon ganggu aja sih) Icha sengaja memegang hp Erwin karena dia tidak mau kebersamaan mereka terganggu oleh siapa pun. Hp milik Erwin dia tahan di dalam tas yang ia pangku saat ini. Nada getar dari ponsel itu membuatnya tau pasti saat ini istri dari kekasihnya lagi kebingungan tanya kabar. (Rasain biar dia stop ganggu mas Erwin. Paling juga cuma tanya mas lagi apa, di mana, udah makan belum, jangan lupa makan, jaga kesehatan, udah nyampe belum, pasti isi pesannya begitu terus tiap hari. Pantes aja mas Erwin lebih nyaman sama gue). Sombong Icha membela diri. Ya iyalah di bela mana ada seseorang merendahkan dirinya sendiri? Nggak mungkin ada. 


"Kenapa sayang?" Bibir Icha terlihat seolah sedang mencibir seseorang "Kok kaya lagi ngedumel gitu bibitnya?" 

__ADS_1


Icha tersenyum "Nggak kok mas, aku seneng banget bisa ke Jakarta lagi. Udah lama banget nggak ke sana" Dusta Icha sambil menggelayut di bahu kekasihnya itu. Sembari menyetir Erwin menyempatkan tangannya memgusap tepi wajah kekasih haramnya itu. Kenapa bisa haram? Tentu saja haram, mana ada perselingkuhan di halalkan. Fitrah laki laki dan perempuan itu saling menjaga jodoh masing masing bukan malah menjaga jodoh orang. Jodoh sendiri aja banyak di anggurin masa mau sok sokan jagain jodoh orang, hehehe.


"Makasih ya sayang udah mau ajak aku ke Jakarta, seneng banget deh bisa lebih deket sama kamu" dengan gemasnya Icha memilin lengan Erwin.


Cup...


Erwin mencium kepalanya "Apa sih yang nggak aku kasih buat kamu sayang" 

__ADS_1


Bukannya kesal si Icha malah terlihat senang "Biarin aja napa mas, dengan begitu kamu akan lebih lama bersamaku" 


"Modus mu aku suka, gayamu aku cinta...." 


Icha semakin bahagia dengan pujian pujian itu sampai mereka bisa mengatasi kejenuhan itu. 


"Pak, pak, turunin kacanya" seorang wanita meminta pak supir untuk membuka kaca mobil. "Emang benar dia itu suami Rara, bener kan apa kata gue tuh laki selingkuh" mengambil sebuah gambar atas apa yang di lihatnya. Erwin dan selingkuhannya tertangkap kamera tengah tertawa bersama dengan satu tangan di atas kepala gadis muda itu. Perlahan jalan ibu kota mulai normal kembali. Kebetukan Mirna juga baru smapai di Jakarta, melihat kaca mobil di sebelahnya terbuka dia pun sekilas melihat wajah si laki laki itu. Benar saja laki laki itu suami dari sahabat baiknya.

__ADS_1


"Ya Tuhan lindungi suami hamba" dalam setiap doa tak henti memohon perlindungan untuk keluarga, diri sendiri, terutama untuk suaminya. Layaknya seorang istri yang baik dia menyiapkan makanan untuk suaminya. Semua masakan sudah matang tinggal nanti memanaskan sebentar kalau suaminya sudah sampai di rumah.


"Mending nyalain tv biar ati adem" Sambil menunggu suaminya pulang dia menyalakan tv, rebahan sambil nonton tv sudah jadi tugasnya tiap hari. Sampai jenuh mau ngapain, kerja nggak boleh sama suami, mau main tapi si Mirnanya masih ngambek. Jadi Rara memutuskan tetap stay di rumah menunggu mas suami pulang.


__ADS_2