Persinggahan Kedua

Persinggahan Kedua
Bab 38


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian gugatan cerai tak kunjung terlaksana, akhirnya keluarga Rara melayangkan gugutan terlebih dahulu. Beberapa kali pertemuan tidak di hadiri pihak Erwin atau keluarga, hingga pada akhirnya pak hakim ketuk palu. Mereka di nyatakan resmi bercerai secara sah di pengadilan agama jakarta pusat. Awalnya Rara tidak mau kalau dia melayangkan gugutan terlebih dahulu, tapi karena desakan pihak keluarga akhirnya dia pun melaksanakan gugutan terlebih dahulu.


Tidak jarang perselingkuhan berujung di meja hijau, sebab jika seseorang telah terjebak dalam situasi seperti itu maka akan sulit mengeluarkan orang itu dari lingkaran hitam perselingkuhan. Meski di maafkan berulang kali tetap saja di kemudian hari nanti jika datang kesempatan pasti akan terulang lagi. Perselingkuhan itu bagaikan candu kehidupan, jika sudah merakan rasanya manis akan sulit untuk tidak memakannya. Setiap kali ada peluang pasti dia(tukang selingkuh) ingin setiap saat melakukan ketika ada kesempatan datang. Bohong jika seseorang yang pernah selingkuh akan langsung berubah dan tidak punya keinginan selinguh lagi. Memang benar setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, ketiga atau selebihnya, tapi bagi kebanyakan orang kesalahan atas dasar perselingkuhan sangat sulit di maafkan apa lagi sampai harus menjalin hubungan kembali. Kebanyakan orang akan menyerah dengan takdir mereka saat menerima sakit akibat perselingkuhan.


"Akhirnya kamu telah bebas dari belenggu pernikahan ini, Ra. Sekarang waktunya kembali bangkit setelah luka" ujar Mirna sambil mengusap pundak sahabatnya.


Rara terlihat diam tanpa kata, jemarinya berbutar menyentuh tepi gelas di atas meja. Seperti biasa Mirna mengajak Rara makan bakso kesukaan mereka, kali ini mereka di temani sosok Iyan. Tapi, Iyan tidak makan bakso karena dia tidak suka makanan itu. 


Iyan melihat ada guratan merah di ujung mata Rara  mungkinkan Rara akan menangisi perceraian itu sebab dia penyesal? Entahlah saat ini yang paling tau hatinya Rara adalah dirinya sendiri.


"Ehem.....oh iya Ra kata Mirna kamu cari pekerjaan, ya?" Memecah keheningan saat ini.


"Entahlah, aku belum tau mau cari kerja di mana mungkin saat ini sudah waktunya kembali bangkit" ujarnya sambil melihat ke arah Iyan.


"Gini aja deh kalau kamu mau kamu boleh kerja di tempatku, kebetulan aku baru saja merintis usaha kecil kecilan itu pun kalau kamu mau...." 

__ADS_1


Mirna menjentikkan jari "Nah lu kerja aja ama dia, Ra. bosnya aja baik pasti lu betah di sana. Ya nggak, yan?" Menyengol lengan Iyan sambil tersenyum senyum


Rara tersenyum palsu "Nanti tak pikir pikir dulu" Jawan Rara sambil mengaduk mangkok berisikan bakso.


"Oke, kapan puj kamu siaplangsung hubungi aku saja" Ujarnya sambil menguspa tangan Rara. Tak berapa lama kedua saling menatap hingga saatnya Rara melepaskan tangan Iyan dari tangannya "Terima kasih atas tawarannya, nanti kalau sudah siap aku akan hubungi kamu"


Tok tok...


Seorang tukang pos mendatangi rumah Erwin yang dulunya di berikan pada Rara sebagai mahar pernikahan. Tapi, berulang kali pintu di ketuk tidak ada respon dari dalam. Pak pos langsung menyelipkan surat di bawah pintu seperti biasa. Di bawah pintu juga ada beberapa surat dari pengadilan agama yang masih utuh di sana "Apa rumah ini kosong?" Melihat dari jendela samping pintu nampak gelap gulita.


"Pemilik rumah ini kemana buk? Saya mengantarkan surat dari pengadilan agama tapi beliau sepertinya sudah lama meninggalkan tempat" melihat ke arah bawah pintu di mana ada beberapa surat.


Tetangga itu pula melihat ke bawah pintu "Sudah hampir dua bulan ini saya tidak melihat pemilik rumah ini pulang, pak. Setelah pemiliki laki laki ketahuan selingkuh dia tidak ada pulang kesini. Mungkin dia malu kalau pulang ke sini. Bu Niara sendiri kemungkinan ada di rumah kedua orang tuanya" jelas wanita paruh baya itu. Tanpa sengaja sewaktu beliau habis belanja tidak sengaja mwliaht seorang tukang pis berdiri di depan rumah kosong itu dan memberitahukan bahwa pemilik tidak lagi tinggak di sana.


Pak pos mangangguk paham dengan masalah yang baru menimpa kedua pemilik rumah, video mereka tidak hanya viral di dunia maya tapi juga booming di dunia nyata. "Terima kasih informasinya, buk. Kalau begitu saya peemisi" pak pos segera pergi.

__ADS_1


"Ra maaf ya lu ikut Iyan aja sepertinya ban motor gue  bocor" melihat bannya sudah kempes.


"Mending kita cari tambal ban dulu aja Mir" 


"Nggak usah Mir biar gue cari bengkel di depan lu pulang aja sama Iyan. Gue nggak apa apa kok bisa sendiri" Mirna tidak tega melihat Rara terus berduka seperti itu. Setelah luka ini pasti hati dan pikiran Rara masih di landa kesedihan.


"Tapi....."


"Udah deh nggak usah tapi tapi dah sono pulang" 


"Iya iya aku pulang. Tapi bener nih kamu nggak apa apa sendirian" ucap Rara meyakinkan Mirna. 


"Iya beres deh tenang aja" 


"Ya udah kita pulang dulu ya Mir" Rara pun di bonceng Iyan. 

__ADS_1


__ADS_2