
Tiba hari di mana Erwin harus kembali ke jakarta. Cuti kerjanya telah usai, begitu juga dengan kebersamaan mereka. Hampir sepuluh hari lamanya menghabiskan waktu berdua dengan Icha hingga kini tiba waktunya dia kembali pulang. "Hari ini terasa berat banget buat aku ninggalin kamu sayang, tapi mau gimana lagi cuti kerja aku udah abis" ucap Erwin sambil membenahi kacing bajunya.
"Makanya kamu cari kerja di sinu aja lah mas, biar kita bisa bareng bareng terus" Ucao Icha yang masih duduj di teoi ranjang menatap ke arah Erwin.
"Nggak bisa gitu dong sayang. Aku itu cuma kontraktor biasa bukan bos. Kamu harus ngertiin aku dong sayang"
Icha memutar kedua bola matanya "Terserah"
__ADS_1
Ada sedikit kendala saat Erwin hendak kembali, si Icha sedikit rewel tidak mau di tinggal. "Sayang pokoknya aku mau ikut kamu ke jakarta, titik." Icha bangkit lalu memeluk Erwin dari belakang. Saat ini Erwin tengah berkaca sambil merapihkan rambutnya. Erwin melihat wajah Icha dari depan kaca "Ya nggak bisa gitu dong sayang ku, kamu tetap stay di sini saja seperti biasa. Nanti aku bakal tengok kamu seminggu sekali. Oke?" Melepas tangan Icha lalu mereka saling berpandangan.
"Aku tu bosen tau nggak mas jadi simpenan kamu terus kaya gini, ngapa ngapain serba di batesin. Harusnya kalau kamu cinta sama aku turutin semua keinginan aku dong" Icha memperlihatkan wajah manyunnya sambil membelakangi Erwin.
Erwin membalikkan badan Icha menggapai dagu gadis cantik itu "Tapi kalau kamu ikut ke jakarta kemungkinan besar terbongkarnya hubungan kita semakin besar sayang. Kamu di sini aja ya, please. demi hubungan kita" mencoba meyakinkan Icha supaya tidak ikut bersamanya. Kalau sampai dia ikut pasti akan banyak masalah terjadi nantinya.
"Ya udah terserah kamu" memutar bola mata merasa sangat kesal.
__ADS_1
Seketika Icha berbalik "Beneran? Kamu nggak lagi becanda kan mas?" Wajah Icha terlihat begitu senang.
Erwin membalas senyum lalu mengangguk.
"Asik....." sangking senangnya, Icha melompat kegirangan.
Melihat wanitanya bahagia tentu saja membuat Erwin bahagia. "Mau sampai kapan lompat lompat kaya kelinci gitu? Mending kamu packing semua baju kamu biar aku telepon pemilik rumah ini setelah itu kita berangkat ke jakarta" jelasnya sambil mengotak atik ponsel.
__ADS_1
Segera Icha mengeluarkan semua barang dari dalam lemarinya, memasukkan ke dalam koper besar. Begitu pula dengan baju Erwin yang harus ia packing ke dalam koper milik Erwin. Melihat tank top hitam dengan renda tipis di bagian atas membuatnya tersenyum, pasalnya tank top itu hadiah pertama dari Erwin saat mereka tidak sengaja bertemu di sebuah acara di bandung. Pertemuan mereka sangat tidak sengaja. Saat itu Erwin tengah menghadiri sebuah pesta atasannya di kota Bandung bersama teman kantornya. Mereka di minta datang ke acara itu. Acara di selenggaran di sebuah cafe terkenal di kota Bandung. Kebetulan siang itu Icha bertugas di sana, dia bekerja sana sejak dua bulan lalu. Awalnya semuanya berjalan baik baik saja, sampai pada akhirnya Erwin mau ke kamar mandi dan tanpa sengaja menabrak Icha yang tengah membawa pesanan pelanggan lain. Bajunya basah terkena minuman yang tumpah. Otomatis Erwin panik dong, dia menelepon seorang temannya untuk membelikan baju wanita. Si temannya ini mengira baju itu untuk istrinya atau simpanan Erwin, lalu dia membelikan sebuah tank top dengan niat menggoda Erwin. Tapi siapa sangka baju itu malah Erwin berikan kepada wanita itu. Temannya pun kaget bukan main saat paper bag yang di bawa langsung di kasih sama wanita itu. Mendengar penjelasan Erwin membuat temannya tadi mengungkap baju yang di beli bukan sekedar baju biasa melainkan tank top seksi. Dengan masih menggunakan baju kerja yang kotor Icha mengembalikan baju itu kepada Erwin. Betapa malunya Erwin saat itu, dia pun meminta maaf atas kesalahan temannya itu. Icha yang masih polos dengan malu malu menjawab tidak apa apa. Demi menebus kesalahannya Erwin menunggu sampai Icha pulang kerja, di depan cafe ia menunggu beberapa lama sampai Icha pun keluar dari dalam cafe tersebut. Dengan malu malu Icha menghampirinya, Erwin pun mengutarakan niat untuk mengganti baju yang tertumpah noda tadi. Awalnya Icha menolak tapi dengan kekeh Erwin memohon demi menebus rasa bersalahnya. Akhirnya Icha mau. Mereka menuju toko baju yang ada di seketira tempat itu, setelah membelikan baju Erwin juga memberikannya baju yang tadi temannya belikan. Dengan nada sedikit menggoda Erwin pun memeberikan baju itu, dia memuji Icha kalau Icha itu pantas memakai baju itu, badannya bagus dan seksi si tambah wjah cantik dan pipi tirusnya pas dengan tank top yang indah itu.
Wanita mana yang tidak senang di puji setinggi langit, Icha pun luluh dalam buaian Erwin. Lama kelamaan mereka sering bertemu, jalan bareng, nonton bareng. Nah dari sanalah hubungan mereka terjalin. Cinta keduanya tumbuh berkembang seiring berjalannya waktu. Tidak perduli milik siapa dan statusnya bagaimana asal mereka saling bahagia pasti hubungan itu berjalan dengan lancar.