Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Balapan


__ADS_3

"Hallo dadd"?


" Hallo, akhirnya kau menerima panggilan ku" ucap Gun


"Maaf dad, jadwalku sangat padat hari ini,sudah larut malam ada apa dad" sahut Bright


"Tadi Winter datang bersama putrinya"


"Degg"!!


" Apa, kenapa dady tidak mengirim pesan"? tanya Bright dengan nada kesal


"Coba kau lihat baik baik ponselmu itu, ada berapa pesan yang ku kirim anak b0d*h" ucap Gun


"Maafkan aku Dadd, lalu apa yang mereka katakan"? tanya Bright, lalu Gun pun menceritakan kejadian tadi,


" ****,, kenapa Dady memutuskan pertunangan kami" umpat Bright


Gun terkesiap, kenapa putranya tiba tiba marah, bukankah dia tidak ingin bertunangan dengan Zia


"Dad, aku ingin membalaskan rasa sakit ku pada gadis itu" ucap Bright


"Lupakan Bright, gadis itu telah banyak berubah, jika kau tidak ingin pertunangan kalian di batalkan maka kau harus merebut hati nya secara sadar, jangan terobsesi oleh dendam,karena dendam tidak akan memberikan mu kebahagiaan" ucap Gun lalu mengakhiri panggilan,


"Aarggghhhhh, kacau" ucap Bright mengacak rambutnya dengan kasar


"Brakkk"


File di mejanya semua berserakan, kenapa semua nya jadi begini pikirnya


"Aku tidak akan menyerah, sebelum aku bisa membalas dendam" ucap Bright


Ken masuk setelah mendengar suara keributan, lalu menatap datar ke arah kertas yang telah berserakan


"Ada apa tuan muda"?


" Bereskan" ucap Bright datar dan meninggalkan Ken menggunakan mesin kursi rodanya


***


Keesokan harinya,setelah semua pekerjaan nya selesai,akhirnya Bright kembali pulang ke negara NY,


"Selamat datang kembali putraku" sapa Gun memeluk putra kesayangan nya, sedangkan Bright tetap diam


"Weyhh, Bright karena kau sudah pulang maka aku akan berterus terang, kau dan Zia sudah tidak ada lagi hubungan Maka aku akan maju untuk mencoba mendekati Zia" ucap Moon


"Deg, deg"


Jantung Bright berdebar ketika mendengar ucapan Moon, dan membuat dia mematung ditempat, jangan katakan bahwa kakak nya sudah jatuh cinta kepada Zia pikirnya

__ADS_1


"Apa maksudmu "? tanya Bright datar


Moon pun menceritakan kejadian saat Zia menyuruh Rider untuk menolongnya,


" Begitu ceritanya" ucap Moon tersenyum


Bright menjalankan kursi rodanya dan menepuk tangan Moon


"Semoga berhasil Bro" ucap nya, tapi entah kenapa bahkan perasaan Bright terasa hambar setelah tau semuanya telah berakhir, dan ayahnya berasumsi bahwa Bright telah menolak perjodohan itu, tapi nasi sudah jadi bubur jadi lebih baik dia fokus dengan dirinya sendiri saja sekarang,


...****************...


"Dadd"


"Ya tuhan, Zia apa yang kamu pakai, serba hitam seperti Yakuza saja" ucap Evelyn cengengesan


Samuel menatap Zia dan menepuk kedua pahanya, lalu Zia pun duduk di pangkuan nya


"Zia sudah besar bang haha" ucap Zia


"Abang tau, tapi Zia tetap bayi kecil bagi abang" sahut samuel


"Hemm, setelah beberapa jam akhirnya aku dengar lagi suara mahalmu itu Sam" ucap Evelyn mengejek, sedangkan Samuel sama sekali tidak menggubrisnya


"Mau kemana"? tanya Vivian


" Jalan jalan malam dengan paman Ride" ucap Zia


"Kalau begitu Zia pergi sendiri"


"TIDAK BOLEH" ucap Vivian, Evelyn dan Samuel serempak, sementara Zia merasa kikuk dengan jawaban serempak dari mereka


"Kembali dan tidur" ucap Vivian mutlak


"Baik mom" jawab Zia lesu, dan langsung kembali setelah mendapatkan ciuman selamat malam dari semua orang,


***


"Huuft, bosan sekali, sayang jika aku tidak pergi" ucap Zia, dia melihat di media sosial, bahwa hari ini akan ada acara balap di sirkuit internasional NY, Zia adalah Freya, dan Freya telah lama memasuki dunia bawah tanah,meskipun Freya tidak bisa membawa mobil tapi Freya sangat lihai membawa motor maka apapun yang terjadi dia akan tetap pergi, Zia memakai masker lalu melompat melalui jendela kamarnya


"Trak, trak, trak" perlahan Zia melompati jendela kaca setiap bangunan hingga dia bisa turun dengan selamat, benar benar nampak seperti Spiderwomen hehe


Setelah itu dia pun berjalan dengan bebas dan menaiki taxi untuk pergi


"Fuuh akhirnya selamat" gumam Zia


Setelah dia sampai di sebuah sirkuit matanya melebar setelah melihat beberapa motor melaju dengan kekuatan penuh, dan suara sorak sorai menggema di seluruh lintasan,


"Keren, aku harus ikut bertanding" ucap Zia

__ADS_1


"Nak siapa kau kenapa kau masuk kesini"? Ucap salah seorang penjaga


"Namaku Serra, aku akan ikut bertanding" ucap Zia memberikan sebuah catatan,disana tertulis bahwa dia pernah mengikuti beberapa pertandingan dan seperti nya memang sudah di rencanakan,Freya merubah namanya menjadi serra terlebih dahulu,


Penjaga itu terkejut, gadis kecil dihadapan nya tidak main main, karena catatan itu asli, benar benar keren pikirnya, diapun meloloskan Zia untuk masuk


Semua mata menatap takjub kepada Zia, pasalnya Zia sangat keren dengan penampilan nya yang mengenakan Outfit serba hitam,walaupun Zia tetap memakai masker nya, mereka berpikir itu adalah Privacy seseorang,


"Bro akhirnya kau datang juga" ucap pembalap nomor satu di negara NY, namanya adalah Green Manuele, nama nya sedang populer di kalangan remaja saat ini, dan ternyata Bright datang bersama dengan Ken, mereka adalah sahabat semenjak sekolah dasar,


Bright mempunyai tiga sahabat, yakni Dante,Green dan satu lagi namanya jay Martin, dan saat ini Jay juga baru sampai disana


"Huuftt nasib baik tidak telat, sorry Bro, aku baru bisa datang" ucap Jay dia adalah seorang dokter muda yang baru lulus dari kuliahnya, dia masih dalam masa orientasi karena itu dia masih sangat sibuk dan datang agak terlambat


"Tenang Bro, aku belum ada lawan" ucap Green


kembali pada Zia, saat ini dia sedang berbincang dengan pengelola sirkuit,


"Siapa yang paling hebat disini"? tanya Zia


" namanya Green" sahut pria bernama Vox itu


"Aku ingin bertaruh dengan nya" ucap Zia mantap


Vox tersenyum meremehkan, walaupun gadis itu punya catatan bagus, namun Green tetap bukan lah tandingan nya, dan dia akan menang dengan mudah, tapi dia juga perlu persetujuan dari Green terlebih dahulu


"Green" panggil Vox pada green, lalu green, jay dan Bright pun datang dengan penasaran


Zia menatap kearah Bright yang duduk di kursi roda, dan kembali serius menatap Green


"Gadis ini menantang mu" ucap Vox memberikan Catatan Zia


"Wah, gadis kecil, kau hebat sekali, tapi sayangnya, aku tidak mau bertanding dengan seorang wanita"! Ucap Green cengengesan


"Apa anda takut kakak"? tanya Zia dengan nada mengejek


" Wow prok, prok, prok"


"Aku takjub sekali dengan nada yang kau gunakan gadis" sahut Jay bertepuk tangan


"Apa yang ingin kau pertaruhkan"? Tanya Jay


"Bagaimana dengan Lima puluh juta dollar" ucap Zia menyerahkan Black card miliknya


"Woah"


Jay, Green, Bright bahkan Ken pun terkejut mendengar nilai uang yang begitu fantastis, meskipun uang Jay banyak, tapi dia juga belum pernah bertaruh sebanyak itu, gadis di depan nya memanglah bukan gadis biasa,


"Ayolah Green, tidak mungkin kau menolak uang sebesar itu kan" ejek Jay

__ADS_1


"Baik lah tantangan diterima" ucap Jay.


__ADS_2