
Kehidupan Ziana dan Bright sangatlah bahagia, mereka di karuniai dua orang anak yang di beri nama ,mark Axelo dan Zack Valmost mereka hanya berbeda dua tahun saja,saat ini usia Mark empat tahun sedangkan Zack baru dua tahun, kedua anak itu tumbuh sehat sempurna seperti kedua orang tua nya, Yuri dan Gun sering berkunjung hanya untuk melihat kedua cucu mereka, semua orang sudah memiliki kehidupan masing masing, Yuri sudah mulai bisa merelakan kepergian putranya Bride, walaupun dalam hati nya masih sangat yakin bahwa putranya itu masih hidup,hingga suatu hari satu kabar mengejutkan telah mereka terima, Brigh tiba tiba dinyatakan sakit dan menderita penyakit leukimia, meskipun baru stadium satu, namun penyakit ini tidak bisa dianggap enteng,
"Tidak cocok" ucap Dokter Robert mendunduk lesu
Semua orang sudah di cek kecocokan tulang sum sum nya, namun sama sekali tidak ada yang cocok, dan hal itu membuat Zia merasa hancur,
"Hiks, Hiks"
"Andai Bride masih ada, pasti tulang sumsum nya lah yang cocok" ucap Yuri memeluk Gun
Zia menunduk, dia baru ingat bahwa Bright masih memiliki seorang kakak laki laki, namun tidak bisa di harapkan karena pria itu sudah menghilang, air mata Zia pun jatuh tak tertahan kan
"Momi, jangan menangis" ucap Mark mengusap pipi Zia dengan tangan mungilnya
"Hiks, hiks, momi hanya kelililapan saja sayang" ucap Zia berbohong, dari kejauhan Winter dan Gun terus memperhatikan Zia, kasihan sekali, anak mereka masih kecil dan kini Bright harus di ponis penyakit mematikan,
"Jangan khawatir, aku dengar di negara Ausi ada seorang dokter yang di juluki tangan dewa, dia bisa menyembuhkan penyakit apa saja, asalkan Bright sanggup untuk menanggung rasa sakit nya kemo terapy saja" ucap Robert
"Benarkah kak dok, siapa nama dokter itu, kami akan segera pergi kesana" ucap Zia bersemangat
"DOKTER LEON"
...****************...
"Pasien kehilangan kesadaran dok"
Seorang dokter gagah nan tampan langsung menekan titik sendi seorang pasien, tak perlu menunggu lama, pasien tersebut sadar kembali
"Wohhh, seperti biasanya Dokter Leon selalu berhasil" ucap para perawat bersorak, sedangkan sang dokter hanya tersenyum bangga,
Dia adalah LEONARD dokter spesialis yang di juluki sebagai tangan Dewa karena sejauh ini, belum ada kasus yang tidak bisa dia lalui, dan yang akan membuat kalian kaget adalah Leonard merupakan Sahabat karib Axel Brider, sang Raja bisnis dari Ausi,
***
"Hai brad, bagaimana kabarmu hari ini" ucap Leon pada Ax yang sedang duduk melamun, saat ini mereka tengah duduk di sebuah bar milik Andre yang juga adalah sahabat mereka,
"Aku sudah menikah"ucap Ax tiba tiba
"Puuufftttt"
"Apaaaa" teriak Leon dan Andre, mereka berdua terkejut sampai memuntahkan b*r dari mulut mereka,
"Jangan bercanda Ax, bagaimana bisa "?
" Aku menikahinya hanya untuk menutup rumor bahwa aku adalah seorang g*y dan yang kedua ayahnya telah berkhianat padaku jadi aku akan membalas dendam" ucap Ax
"Astaga malang nasib gadis itu, tapi apa kau sudah menyentuhnya"?
Ax menatap tajam ke arah Andre dan pria itu langsung saja Ciut melihat tatapan Buas sang raja bisnis tersebut,
" Di dalam kehidupan ku hanya ada satu wanita yang aku cintai, hanya Dia" ucap Ax
__ADS_1
"Hemm sudah lah percuma berbicara dengan mu terserahmu saja, cuma aku ingin berpesan padamu, jangan sakiti wanita yang kau nikahi, dia tidak bersalah Bro" ucap Leon menepuk pundak Ax
"Aku hanya menyuruhnya memasak, dan berakting, dan aku juga hanya menyuruhnya tidur dan makan gratis di mansion, ku aku tidak pernah memperdulikan dia mau apa, asalkan jangan keluar tanpa seizinku, sudah begitu saja" ucap Axel
"Berapa usianya, aku jadi penasaran ingin melihat kakak ipar" ucap Leon
"Sembilan belas"
"...................." ???!!
Lagi lagi Leon dan andre terkejut mendengar usia gadis yang telah Ax nikahi
"Kau bukan ped0fil kan, usiamu berbeda jauh dengan nya" ucap Andre
"Aku normal" ucap Ax singkat
"hahahah, kurasa dia memang aneh" ucap Andre dan Leon saling berbisik dan menertawakan sahabatnya, namun pria itu hanya diam saja dan tidak perduli
***
Kediaman Brider
"Ughhh bosan sekali, Tuan tidak di rumah, aku ingin mencoba untuk berenang di malam hari sepertinya seru,
Halana berjalan menuju teras belakang dan melihat sebuah kolam yang sangat luas, dia pikir kolam itu dangkal, padahal kolam tersebut memiliki dalam lima meter,
" Byurrr"
Halana mulai menceburkan diri, namun betapa terkejut nya dia ketika kaki nya tidak bisa menginjak lantai, dan barulah dia tau bahwa kolam itu sangat dalam, tidak ada siapa pun disana, para penjaga sedang berkumpul di pos depan bermain kartu,
"Bllkkkk, blkkk"
Halana tidak bisa meminta tolong, dia benar benar tenggelam, nafasnya mulai sesak, dan air mulai memasuki rongga mulutnya,
"Ya tuhan andai memang aku harus mati di usia muda, maka izinkan aku untuk mati dalam ketenangan" bathin Halana pasrah
" Tak, tak"
"Byuurrrrrrr"
Seseorang menyelam menyelamatkan gadis yang sudah mulai lemas itu, dia adalah Axel, sepulang dari Bar dia merasa panas dan bermaksud untuk pergi berenang mendinginkan badan nya, namun dia terkejut ketika melihat pintu belakang terbuka dan melihat Halana tenggelam di dalam nya, tanpa berpikir panjang Bride langsung menceburkan diri ke kolam untuk menyelamatkan gadis malang tersebut,
"Pluk, Pluk"
"Heii bangun, Zia, banguunn"
Ax menepuk nepuk pipi Halana dan menekan dada Halana agar air keluar dari mulutnya
"Uhuukk, uhukkk"
"Hiks, Hiks, Hiks"
__ADS_1
Halana bangun dan langsung memeluk Ax yang diam mematung, baru kali ini dia mendapatkan pelukan erat dari Zia, ya Ax pikir yang tenggelam adalah Ziana
"Tuan, jangan marah, hikss, aku takut aku takut" ucap Halana menangis, tidak di pungkiri, dia sangat ketakutan saat di dalam air , dia takut malaikat maut akan menjemputnya
"PENJAGAAAAA" teriak Axel
Semua orang berlarian, mereka terkejut melihat sang tuan dan istrinya dalam keadaan basah kuyup
"KALIAN TUNGGU DI SINI, DAN KAU BAWA DIA MASUK PANGGILKAN LEON KEMARI" ucap Axel penuh dengan kemarahan,
Seorang pelayan memapah Halana untuk masuk ke dalam mansion, Sedangkan Ax saat ini sedang menghukum para penjaga yang lalai,
Axel menggila, dia dalam keadaan pengaruh alkohol, yang dia pikir bahwa Zia lah yang sedang tenggelam saat itu,
"Tuan hentikan mereka sudah babak belur" ucap Steve melerai tuan nya yang terus saja menggila,
"Bagaimana keadaan Zia"? Tanya Axel
" Maaf tuan, dia bukan nona Zia, tapi istri tuan Halana" ucap Steve
Ax mengusap wajahnya dengan kasar dan langsung pergi menuju kamar Halana,
Dokter Leon sedang memeriksa Halana saat ini, sedangkan gadis itu sudah tertidur dengan lelap,
"Bagaimana "? Tanya Ax singkat
" Dia syok, sepertinya nanti malam dia akan mengalami demam tinggi,salah satu dari kalian, tolong jaga dia" ucap Leon
Ax yang ingin marahpun mengurungkan niatnya karena melihat keadaan gadis itu,
"Cihhh merepotkan" ucap Ax pergi dari sana,
Leon ingin tertawa rasanya Melihat Ax yang siap meledak kapan saja tiba tiba mengurungkan niatnya,
***
"Hey Bro" ucap Leon masuk kedalam ruangan Axel
"Kakak ipar manis juga, "
"Jangan mulai Le" ucap Axel menghisap rok0k nya
"Aku yakin lama lama kau akan jatuh cinta padanya, dia benar benar lugu, kurasa dia tenggelam karena berpikir bahwa kolam renang mu itu dangkal" ucap Leon cekikikan
"Dia bukan lugu, tapi Bod0h" ucap Axel menekan kepalanya
"HAHAHA, sepertinya kau mulai mempunyai mainan Baru" ucap Leon tertawa lagi
"Hemmm"
Axel berpikir, kenapa bisa bisanya dia memiliki rasa kasihan atau semacam nya, padahal selama ini, dia adalah pria yang tidak mengenal rasa ampun, tak ingin berpikir lebih jauh lagi Ax pun memutuskan untuk minum lagi bersama sang sahabat,.
__ADS_1
...****************...
ADUH ADUH,, TANDA TANDA ITU ABANG BRIDE 😛😛