Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Fakta


__ADS_3

"Begitulah ceritanya Zia" ucap Tuan Gun, dia telah menceritakan semua kejadian saat Bright mengalami kecelakaan yang membuatnya menjadi trauma seperti itu


Sedangkan Zia diam tidak berkutik, jantung nya terasa diremas, kilasan kilasan bayangan merasuki otak kecilnya,


"Deg, Deg, Deg, Deg"


"Zia, Zia"!! Gun terus memanggil Zia yang seperti orang linglung, namun gadis itu malah berdiri, dan seperti orang kebingungan,


" Dia, Dia"


"Tidak mungkin"


Flashback on*


Freya kecil dirawat oleh Winter dan dibesarkan di negara M, dia tumbuh bersama dengan Micke disana, Winter melatih semua Yakuza nya di negara itu setelah mereka dewasa dan menjadi kuat, mereka langsung di bawa ke markas utama yaitu di negara X,


Saat itu Freya berlatih pedang bersama dengan Micke, namun karena berat pedang yang tidak seimbang dengan bentuk tubuhnya Freya pun membuat pedang tersebut terlempar jauh ke jalanan, dia masih sangat ingat kejadian dimana seorang anak lelaki mendorong nya ke pinggir jalan, dan dia yang telah menjadi korban,


Freya kecil juga mengalami trauma yang sama, dia selalu merasa bersalah dan berniat untuk mencari pria kecil yang telah menolongnya, Freya pikir dengan menjadi Yakuza dia akan mudah untuk menemukan orang yang di carinya, namun nihil hingga dia beranjak remaja pun dia sama sekali tidak menemukannya, hingga akhirnya Freya harus mati dan berpindah tubuh,


Flashback Off


"Hahhhh"


"Hahhh"


Nafas Zia sesak, dia terlalu Shock mengingat kejadian itu, pria yang dia cari selama ini, ternyata adalah Bright, namun Dia tidak mungkin mengatakan kebenaran nya, karena Freya telah berubah menjadI Zia,


"Zia, ada apa dengan mu nak"?


" Hey Jay kemarilah"


Jay berlari dan langsung memberikan pertolongan kepada Zia, dia memberikan oksigen kepada Zia, dan membuat gadis itu menjadi tenang,


"Huufffttt"


Zia menghela nafas panjang


"Kamu baik baik saja kan"? Tanya Gun


"Zia, baik paman, bolehkah Zia merawat Bright selama disini"?


Pertanyaan Zia mengagetkan Gun dan Jay, kenapa tiba tiba Zia ingin merawat pria dingin itu, pikir mereka,


" Bagaimana dengan kuliahmu"? tanya Jay,


"Aku bisa ikut kelas online" ucap Zia


Gun melihat kesungguhan di mata gadis itu, jadi dia hanya bisa mengangguk tanda setuju, dia berharap dengan begitu Zia dan Bright bisa lebih dekat setelah ini

__ADS_1


...****************...


"Ughhhh" Bright terbangun, namun dia terkejut melihat Zia duduk disampingnya dan tidur beralaskan laptop miliknya, seperti nya gadis itu menjaga nya seharian


"Zia , Zia" ucapnya menggoyangkan tangan Zia


"uhmm, kau sudah bangun"? tanya Zia


"Apa yang kau lakukan, kenapa tidak kuliah" tanya Bright


"Aku ingin menjagamu"!!


" Deg, Deg, Deg, Deg"


Jantung Bright berdetak kencang mendengar ucapan Zia, dia memalingkan wajahnya dan menetralkan perasaan nya, baru kali ini dia merasa salah tingkah setengah mati terhadap seorang gadis,dan Zia rasanya ingin tertawa melihat Bright yang memerah dia terlihat seperti kucing yang di guyur hujan,


"Tapi kuliahmu"?


" Aku ikut kelas online, sampai kau baik baik saja" ucap Zia


"Kenapa, kau ingin menjagaku"? Tanya Bright


" Ingin, dan hanya ingin, itu saja jawaban nya" ucap Zia, dam Bright tidak lagi menanyakan nya


"Baiklah waktunya makan siang tuan muda" ucap Jay membawa makan siang untuk Bright


"Biar aku menyuapi mu" ucap Zia merebut nampan dari tangan Jay, dan pemuda itu hanya menatap cengo ke arah Zia


"Jadilah anak manis tuan dingin" ucap Zia mendekatkan wajahnya di wajah Bright, lagi lagi jantung Bright tidak bisa di ajak kompromi, terus berdebar sampai ingin lepas rasanya, Bright diam saja dan menerima setiap suapan dari Zia, meskipun merasa canggung tapi gadis itu selalu saja bisa mengendalikan nya,


"Cekrekk"


Jay diam diam memotret Zia yang sedang menyuapi Bright dan mengirimkan nya ke Grup, yang beranggotakan keluarga Axelo , green dan juga Vox


****


Di seberang sana Green yang sedang makan langsung tersedak karena kaget melihat unggahan foto Zia dan Bright didalam grup, begitu juga keluarga Axelo, mereka terkejut , melihat nya,


"Benarkah ini si tuan muda dingin"? ucap Green


" Akhirnya dia bisa menemukan pawangnya" ucap Vox menepuk pundak Green, kehebohan juga terjadi di kediaman Axelo, Moon terlihat mendung setelah dia melihat foto itu,


"Hentikan , sebelum jatuh terlalu dalam Moon,kurasa Zia tercipta memang hanya untuk Bright" ucap Sun


Moon tidak menjawab ucapan kakak nya, dia hanya bisa pergi dan mengurung diri,


"Kenapa kedua putra kita harus jatuh cinta pada gadis yang sama"? Ucap Yuri menatap suaminya, Gun hanya bisa mencium kening istrinya, tanpa bisa berkata apa apa,


***

__ADS_1


" Aaaa"


"Aaammmm"


"Anak pintar" ucap Zia memberikan piring kosong kepada ken, Bright tak berkutik sampai makanan nya habis, karena Zia terus menatap nya tanpa memberi jeda, sehingga membuat pemuda itu salah tingkah setengah mati


"Sekarang minum obatmu" ucap Zia menyodorkan Obat ke bibir Bright, lagi lagi pria dingin itu di buat panas dingin oleh Zia,


"Ting, Ting, Ting"


Matanya berkedip tiga kali, dia merasakan ada sesuatu yang hidup di bawah celana nya, dengan cepat Bright menarik selimutnya dan menutupi sesuatu yang telah terbangun


" Astaga, usiaku sudah dua puluh tiga tahun, baru kali ini aku merasakan ada sesuatu yang membuatnya bangkit" Bathin Bright


Sedangkan Zia mengerutkan Dahinya, dia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Bright di dalam hatinya, Zia sangat polos dan sama sekali tidak tau tentang hal hal seperti itu, sedangkan Bright menelan obatnya dengan cepat,


"Baiklah karena tugasku sudah selesai, maka aku akan pulang" ucap Zia, tapi saat dia akan pergi Bright malah menarik tangan nya,


"Tunggu, kenapa kau aneh sekali hari ini, dan kau berubah" ? ucap Bright


"Cepat sembuh"! Ucap Zia tersenyum, dia tidak mungkin mengatakan pada Bright bahwa Freya adalah gadis yang pernah dia selamatkan,


" Giliranku untuk menolong mu, terhindar dari keterpurukan yang kau dapat karena aku Bright" bathin Zia sambil berlalu pergi


Sedangkan Bright menatap aneh ke arah gadis yang pernah membuat dunianya runtuh tersebut, lalu kemudian dia memanggil Jay dengan lantang


"Jay"


"Hem, apa Bright"? Sahut Jay


" Ternyata aku normal, adikku baru saja bangun" ucap Bright bersemangat


"Benarkah, selamat, tuan muda Axelo, ternyata pesona Zia bisa membangkitkan kejantanan mu" ucap Jay, dan langsung membuat Bright terdiam seketika, jay benar, Sesuatu telah terbangun karena Zia tadi,


...****************...


Zia sudah sampai di apartemen nya, dia langsung mendapatkan seribu pertanyaan dari Micke yang telah dia tinggalkan di kampusnya,


"Lalu apa yang akan kau lakukan ke depan nya"? tanya Micke, Zia baru saja menceritakan hal yang telah dia lakukan selama keluar dari kelas dan meninggalkan kakak nya,


" Aku akan menjaga nya, dan mengembalikan kebahagiaan yang hilang gara gara aku" ucap Zia


"Apa kau mencintainya"? Tanya Micke


"Tidak, belum, dan kurasa akan kucoba" ucap Zia tersenyum, dia sangat ingat bagaimana Ekspresi Bright saat di bawah tekanan nya tadi, Zia menyukainya biar saja walaupun harus dia seorang wanita yang harus memulainya terlebih dahulu, Zia akan membangkitkan perasaan Bright yang lama terkubur untuk Zia,


Micke hanya diam tak bersuara, soal cinta dia buta,yang bisa dia lakukan saat ini hanya terus mendukung adiknya, agar tidak melakukan kesalahan di setiap tindakan nya,.


__ADS_1


Bonus Visual Bright AXelo


__ADS_2