Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Mahasiswa Baru


__ADS_3

Micke di sulap menjadi seorang mahasiswa yang sangat tampan, Zia memilihkan pakaian yang pas untuk pria kaku tersebut,sedangkan dirinya sendiri juga terlihat sangat menggemaskan dengan tubuh mungilnya,Zia memutuskan untuk memakai motor menuju kampusnya, begitu juga micke, dan Kini kedua motor sport berwarna hitam Dove itu pun melesat membelah jalanan


"Jangan ngebut nona" ucap Micke lewat ipod nya karena saat ini dia terus mengejar Zia yang terus melaju dengan kecepatan tinggi


"Ckk, tidak seru" sahut Zia


"Gruunggg"


"Grungg"


Semua mata menatap ke arah suara bising, dan membelalakkan mata ketika melihat dua buah motor sport limited edition telah terparkir apik di parkiran Universitas mereka


"Woh, Black Jade sport, apa kau tau , harga motor itu seharga satu apartemen"


"Aawww siapa mereka"


"Mabar cuy"


Suara ricuh mulai terdengar setelah Kedatangan Zia dan Micke,


Bright ada kelas pagi, jadi dia datang pagi ini, saat ini dia berjalan bersama teman teman nya


"Ada apa, mereka heboh sekali" ucap Green penasaran


"Lihat itu" tunjuk Vox ke Arah Kanan


Zia dan Micke berjalan bersamaan, membuat semua mahasiswa maupun siswi menjerit mengelu elukan paras mereka,


"Aaarrrghh Tampan sekali"


"Gadis cantik, dan menggemaskan"


"Akhirnya Zia datang" ucap Green menatap Bright, sedangkan pria dingin itu hanya acuh tak acuh, dan melajukan kursi rodanya menuju kelas,


"Apakah dia sebenci itu pada gadis cantik itu, kudengar kakak nya Moon sedang mengejar Xia" ucap Vox menyilangkan tangan di dada nya,


"Semoga tidak ada cinta segitiga setelah ini" ucap Green menghela nafas


...****************...


"Prok, Prok".


" PERHATIAN SEMUANYA, HARI INI KITA KEDATANGAN DUA SISWA BARU, KALIAN MASUK" ucap Dosen memanggil Zia dan Micke


"Hai, perkenalkan namaku Ziana"ucap Zia


"Micke" ucap nya singkat


Semua orang menganga melihat perkenalan singkat dari Micke tersebut, jelas saja dia berbicara tanpa ekspresi dan juga dengan nada dingin,


"Ckk"


Zia menyenggol tangan Micke, namun micke diam saja,


"Apa ada yang ingin ditanyakan"? ucap dose


" Berapa nomor mu Zia"? ucap seorang pemuda

__ADS_1


"Huuuuuuuuuuuuuu" para mahasiswa yang lain pun menyoraki nya karena menanyakan nomor ponsel Zia


"Sudah sudah, tenang, soal itu kau berusaha sendiri lah nanti" ucap dosen terkekeh


"Apa kalian saling mengenal"?


" Krikk, Krikk"


Micke diam, sedangkan Zia menatap Micke terlebih dahulu sebelum akhirnya dia menjawab,


"Dia adalah kakak sepupu ku, kami saudara" ucap Zia


"Ohhhh" seru para mahasiswa ber oh ria


"Baiklah, kalian silahkan duduk" micke dan Zia pun duduk, dengan Zia dibangku depan dan Micke di belakang, lalu pelajaran pun di mulai,


***


Jam istirahat telah tiba, para mahasiswa berhamburan menuju kantin, seperti biasa para gadis akan bersemangat karena Bright and geng berada di sana sebagai pencuci mata mereka,


"Nah itu ada bangku kosong" tunjuk Zia pada micke,


"Biarkan saya memesan nona" ucap Micke


"Baiklah, aku ingin makan seafood dan milk tea" ucap Zia


Micke mengangguk lalu pergi ke arah kantin,


"Hai, apa kau masih mengingat kami"? Tanya seorang pria yang tiba tiba duduk disebelah Zia


" Hemm, teman si pria dingin" ucap Zia


Zia menatap ke arah tangan Green yang menyisakan bekas luka, dia juga memakai lengan panjang, sepertinya luka pemuda itu sama parahnya seperti Zia, tapi berkat salep yang dia buat sendiri, luka luka Zia bisa hilang, kulitnya yang rusak kembali seperti semula,


Green melihat kearah apa yang di tatap oleh Zia, lalu dia tersenyum


"Biasalah, luka ini sudah biasa bagi seorang pria" ucap Green


"Aku punya salep penghilang bekas luka, tapi setelah habis, anda tidak akan bisa membelinya dimana pun" ucap Zia menyodorkan Sisa salep miliknya


Green menerima sebuah pot kecil berisi salep


"Apa aku harus membayarnya"? tanya Green


" Tidak itu gratis, sebagai gantinya silahkan pindah kembali ke tempatmu, karena kakak ku tidak suka ada orang asing berada di sekitarnya" ucap Zia


"Baiklah, terimakasih" ucap Green pergi menuju meja teman teman nya


"Apa yang kau bawa bro, apa Zia mengusirmu"? tanya Vox


" Tidak, dia melihat lukaku dan memberikan ku ini, dia bilang salep ini limited edition, setelah habis aku tidak bisa membelinya lagi" ucap Green


"Wow, baik sekali gadis itu" puji Vox


"Kurasa dia sangat menarik, apa kau tidak tertarik Bright, dia mantan tunangan masa kecilmu loh" goda Vox,


"Aku tidak suka anak manja"! ucap Bright

__ADS_1


" Sepertinya kau sangat mengenal Zia, jangan katakan bahwa kau selalu memantau nya selama ini"? Ucap Green


"Tentu saja, sebelum aku menyesal karena bertunangan dengan nya, aku harus mencari tau semuanya bukan"! ucap Bright


Zia menyeringai di ujung sana, dia mendengar pembicaraan para pemuda itu, Micke juga sama, namun dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, karena mereka semua benar, Micke sendiri tau bagaimana buruk nya sifat Zia di masa lalu,


Zia menatap Micke, dia mendengar isi pikiran Micke, dan menghela nafas panjang


" Begitu buruk kah dirimu Zia, astaga, banyak sekali hal yang harus aku perbaiki" bathin Freya menjerit ingin rasanya dia berteriak mengatakan bahwa dia bukan lah Zia, namun apalah daya, dia sudah berjanji untuk memperbaiki kehidupan seorang Ziana,


...****************...


Setelah kelas berakhir, Zia dan micke berjalan menuju parkiran, terlihat di Sana ada beberapa pemuda sedang berada di dekat motor sport nya,


"Apa kalian tau, itu adalah hal yang tidak sopan, menyentuh barang orang lain tanpa permisi" ucap Zia


"Woah, jangan marah nona, kami hanya takjub melihat motormu ini" ucap nya mengelus motor Zia,


"Srett, krakkk"


"Aargggghhh"


"JANGAN BERANI MENYENTUH MILIK NONA


KU" ucap Micke dingin, dia langsung melesat menangkap dan mematahkan pergelangan tangan pemuda itu


"Arghh, Si*l sakit sekali"pemuda itu menjerit kesakitan


"Heii kau apa tidak tau dia siapa hahh, dia anak kepala dekan" ucap teman nya


"Sayangnya kami tidak perduli" ucap Zia melajukan motornya, dan meninggalkan para pemuda tadi,


"Arggghhh, tangan ku" desis nya


"Ada apa Teo, "? Tanya Green heran


" Lelaki yang bersama gadis mahasiswa baru itu mematahkan tangan nya"! sahut teman nya bernama Jake


"Micke" bisik Vox, dan Green pun mengangguk, tentu saja pria itu sangat ganas, karena dia penjaga yang di utus tuan Winter untuk menjaga Zia pikir Green, dan para pemuda itu benar benar si*l karena telah berurusan dengan mereka,


"Sebaiknya kalian lupakan masalah ini, mereka tidak mudah untuk dihadapi" ucap Green mengingatkan


"Apa kau gila, tidak mungkin aku melupakan orang yang membuatku seperti ini" teriak Teo


"Baiklah, terserah, tapi jangan menyesal, karena aku sudah mencoba untuk mengingatkanmu" ucap Green, lalu mereka pun pergi bersama,


***


Saat ini Green dan Vox berada di mobil Bright, mereka memutuskan untuk pergi bersama ke perusahaan untuk melakukan bisnis,


"Pria itu benar benar kejam"ucap Vox membuka suara


" Dia yakuza"


Ucapan singkat Bright membuat mata kedua sahabatnya terbuka lebar, tentu saja mereka pernah mendengar bagaimana hebatnya seorang Yakuza dalam membantu negara untuk menertibkan rakyatnya, mereka membantu para p0lisi untuk memberantas kejahatan,


"Pantas saja, hmmm, aku mundur, aku tidak berani mengganggu gadis itu ucap Vox mengangkat tangan, tapi lain hal dengan Green dia malah merasa penasaran dan tertarik pada Zia,

__ADS_1


Bright sendiri malah tenggelam dalam pikiran nya, entah apa yang pemuda dingin itu pikirkan, Hanya author yang tau haha.


__ADS_2