
Zia kembali ke apartemen nya dengan selamat, dia merasa geli sendiri dengan sikapnya yang seperti ulat bulu, namun dia akui, dirinya mulai tertarik terhadap Bright, pemuda itu keras kepala, dingin dan tidak mudah dirayu, memang type seorang Freya,
"ckk , aku termakan oleh kelakuan ku sendiri, lama lama aku jadi suka menyentuhnya" ucap Zia
"Kau berbicara dengan siapa"? Tanya Micke
" Eh, haha sepertinya aku benar benar menyukai Bright" sahut Zia
"Baguslah, kau sendiri tidak akan menderita saat menjaga nya, karena kau mencintainya" ucap Micke
"Oho, kakak ku ini manis sekali, dan seperti paham tentang cinta, apa kau pernah jatuh cinta"? tanya Zia
Micke terdiam lalu menjawab
" Tidak"
"Hemm begitu ya, maka coba lah untuk jatuh cinta" ucap Zia berlalu
"Aku pernah merasakan nya padamu Freya"! Bathin Micke, sementara gadis itu sudah tidak lagi di tempat sehingga tidak bisa lagi mendengar isi hati Micke,
...****************...
Tiga hari berlalu, akhirnya tuan muda dingin itu bisa kembali beraktivitas setelah lima hari di rawat di rumah sakit, selama itu juga Zia tidak pernah meninggalkan nya sama sekali,,
" Gruuuungggg"
"Nah itu dia, akhirnya Zia masuk kelas juga" ucap Vox
"Hemm tidak ada yang indah untuk di pandang saat Zia tidak masuk kelas" ucap Green
"Lebay sekali" ucap Bright sinis
"Hai kak, selamat pagi, selamat pagi sayang"? Ucap Zia pada Bright
" Ehmm, ehmm"
Bright langsung menetralkan keterkejutan nya, ,ternyata Zia tidak main main dengan ucapan nya,
"Wow, sudah manggil sayang aja ni, apa ada hal yang kita lewatkan tuan muda"? Tanya Vox
" Tidak, dia hanya sedang kehabisan obat" ucap Bright berlalu pergi
"way tunggu, jelaskan pada kami dulu" teriak Vox dan Green menyusul pemuda itu
"Ahahahha, terus saja menghindar, setelah enam hari dan di hari ke tujuh kau akan mencari ku dan merindukan keberadaan ku" gumam Zia pelan
__ADS_1
Ternyata taktik Zia adalah membuat kesan terlebih dahulu sehingga nanti Bright akan merasa kehilangan saat Zia tidak ada,
Zia pun masuk ke dalam kelas nya bersama dengan Micke, tidak ada teman dekat, karena mereka takut dengan wajah datar milik Micke, yang selalu berdiri gagah di samping Zia,
***
Jam istirahat telah tiba, Zia berjalan kembali dia baru saja membelikan satu kotak Sushi untuk Bright, pemuda itu menyukai makanan jepang tersebut karena ibunya berdarah jepang, jadi tentu saja darah ibunya juga ada pada diri Bright,
"ini untukmu, makan ya" ucap Zia memberikan nya kepada Bright
Para mahasiswi menatap sinis ke arah Zia, karena berani mendekati Most wanted di universitas mereka
"Hey, Zia, apa yang kau lakukan, kenapa ada gadis yang tidak tau malu seperti mu" ucap salah satu siswi
"Ehmm, yang pertama aku menyukai Bright, dan yang kedua aku suka pada Bright, dan yang terakhir aku sangat menyukai Bright, sudah paham" ucap Zia tak perduli
"Hahhh, apa, benar benar tak tau malu" ucap yang lain nya ikut mengejek
"Makan, aku sudah membelikannya dan sudah dihina juga, masa kau tak ada rasa kasihan sedikitpun" ucap Zia menunjuk sushi yang dia beli
Bright hanya menatap Zia, dan beralih ke makanan nya, mau tak mau dia membuka makanan itu lalu memakan nya,
"Ternyata kau juga suka memaksa ya Pendek" tegur seorang gadis langsing tinggi, dia adalah Fans berat Bright Axelo yang bernama Angela
"Kau baru saja menghina Fisikku" ucap Zia menatap tajam ke arah gadis itu, dan membuatnya diam mematung, Aura Zia sangat hitam, bulu kuduknya meremang, dan dia tidak bisa berkutik
"Ehmm, sudah Zia, jangan terbawa emosi, lihat pria dingin itu sudah memakan habis makanan mu" ucap Vox menghentikan Zia
Zia melirik ke arah Bright, dan pemuda itu terkekeh pelan, dia pikir seru juga memakan Sushi sambil menonton Live
"Tertawa Lah Bright sampai kau bisa memasukan namaku ke dalam hatimu" bathin Zia
"oh baiklah, karena kesayanganku sudah makan, maka aku juga akan kembali ke mejaku, karena kakak tampan ku sudah menunggu" ucap Zia berlalu pergi,
Vox, green, Bright dan Angela hanya bisa menatap cengo melihat kepergian Zia yang begitu santai,
"Woah sejak kapan dia mengejar mu Bright"? Tanya Vox langsung, sedangkan Green langsung berkecil hati, karena Zia secara terang terangan memperlihatkan kegilaan nya pada Sang sahabat,
" Dia menjagaku selama di rumah sakit" ucap Bright
"Apaaa"!!! teriak Vox, dan Green bersamaan, mereka tidak menyangka ternyata Zia tidak masuk kelas karena menjaga Bright, mereka tidak pernah tau, karena ketika Zia pulang mereka akan datang,
" Tidak ku sangka Zia banyak berubah, lalu bagaimana perasaan mu Bright, apa kau akan menerima nya" ? Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Vox
"Tidak semudah itu, aku sendiri tidak tau, apakah hatiku masih ada untuknya atau tidak" ucap Bright
__ADS_1
"Jika tidak,maka berikan kepadaku,biarkan aku yang akan menjaga nya" ucap Green
Bright langsung menoleh ke arah sang sahabat, dia tiba tiba merasa kesal mendengar ucapan Green,
"Aku sudah selesai, aku kembali ke kelas" ucap Bright pergi
"Jelas jelas dia mencintai Zia, tapi dia tidak sadar juga" ucap Vox,
Green diam saja dan sudah tidak selera untuk makan lagi, sementara Zia di seberang sana sedang tertawa di dalam hati mendengar obrolan ketiga pemuda itu,
"Sepertinya, dia mulai terkena panah mu Zia" ucap Micke
"Benar, dihari ke enam kita akan meninggalkan kota ini untuk meninjau pembangunan Proyek kita, dan kita lihat, seberapa gila nya Bright ketika dia tidak menemukan ku" ucap Zia tersenyum,
...****************...
"Apa aku boleh main ke rumah ibu mertua sayang"? Tanya Zia, tiba tiba saja gadis itu datang ketika Bright sedang menurunkan kaca Mobilnya
" Kau lagi" ucap Bright lelah
"Hemm, boleh ya"? Ucap Zia memelas, saat ini mata kuliah telah selesai, beruntungnya Bright dan Zia keluar di jam yang sama, sehingga membuat gadis itu lagi lagi mengganggu Bright, dia tidak akan melepas Bright walau sebentar saja,
" Masuk"
Ucapan singkat Bright membuat Zia bersemangat, dan langsung masuk kedalam mobil Bright, dan duduk di samping pemuda itu,
Bright memalingkan wajahnya, sementara Zia terus memperhatikan setiap pahatan wajah pemuda yang membuatnya Gila seperti itu,
"Jangan menatap ku seperti itu gadis gila" ucap Bright
"Pelit sekali, siapa suruh kau tampan" ucap Zia,
Ken hampir tertawa mendengar setiap ucapan konyol Zia, ken menjadi semakin tertarik dengan cara nona muda Valmost itu menarik perhatian tuan muda nya,
***
Sesampainya Zia di kediaman Axelo, dia langsung di sambut hangat oleh nyonya Yuri yang kebetulan sedang berada di rumah,
"Kenapa tidak bilang mau datang kesini, bibi bisa menyiapkan makan siang untuk mu" ucap Yuri
"Tidak apa bi, hari ini Zia yang akan masak untuk Kalian" ucap Zia
Yuri memandang wajah lesu putranya, kenapa tiba tiba dia membawa Zia, bahkan gadis itu menawarkan diri untuk memasak,
"Memang nya kamu pandai memasak ya"? Tanya Yuri
__ADS_1
" Selama pindah ke negara ini, Zia memasak sendiri, karena makanan rumah lebih sehat dari pada membeli di luar, jadi Zia belajar dari internet" sahut nya
Yuri takjub, masih ada gadis yang berpikir seperti itu di Zaman sekarang, karena jujur saja, dia sendiri juga tidak bisa memasak, dan semua urusan dia serahkan kepada para pelayan.