
Bright berlari dan langsung masuk kedalam mansion milik keluarga Valmost, rumah itu sepi dan hanya ada pelayan yang berlalu lalang,
"Selamat datang tuan muda" sapa seorang pelayan
"Kenapa sepi, kemana semua orang"? Tanya Bright dia lesu kembali karena dia pikir Zia telah membohonginya,
"Tuan dan Nyonya pergi memenuhi undangan bisnis, tuan muda Samuel belum pulang, sementara nona bungsu ada di kamarnya"
Ucapan pelayan itu membuat Bright bersemangat kembali, dan langsung berlari ke tangga arah kamar Zia,
"Tok, Tok"
"Sayang, bolehkah aku masuk"
"Ceklek"
"Kenapa tidak di kunci"
Bright pun masuk, tidak ada siapa pun disana, namun ada suara gemericik air di dalam kamar mandi, dan Bright menyimpulkan bahwa Zia sedang mandi, Bright pun memutuskan untuk duduk menunggu Zia,
"Ceklek"
Zia terkejut melihat Bright yang sedang mematung di sana, Zia hanya menggunakan handuk sebatas lutut, kulitnya putih bercahaya, dan hal itu membuat Bright menelan ludah kasar,
"Sayang"
"Hubby"
Bright berjalan memeluk Zia, dan Zia membalas pelukan nya, dia lupa bahwa dia hanya memakai handuk saja,
Bright membawa Zia duduk di kasur nya, sedangkan bright berlutut dan memeluk pinggang Zia,
"Sayang, hiks hiks, jangan tinggalkan aku, aku minta maaf,jika kau marah padaku jangan lama lama, dan jangan pergi ,nanti aku bisa mati" ucap Bright menangis,
"Hey Hub, aku minta maaf, karena sudah membuatmu khawatir" ucap Zia
"Jadi kau tidak marah padaku"? Tanya Bright memandang Zia dengan deraian air mata
" Tentu tidak, kemarilah" ucap Zia merentangkan tangan sambil tersenyum
Bright pun memeluk Zia, dan perlahan mereka mulai berciuman, namun, entah ada setan apa, Bright mencium bau harum tubuh Zia dan kelelakian nya mulai terpancing, Bright menciumi leher Zia, dan Zia malah melenguh Mereka sama sama tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan,
Bright menuntun Zia naik ke ranjang, Handuk Zia melorot, dan sudah terlihat separuh dari buah yang mulus itu,
Bright memandangnya tak berkedip, lalu dia terkejut dan tersadar dengan apa yang dia lakukan, dengan cepat Bright menarik selimut Zia dan membungkus gadis kesayangan nya itu,
"Astaga, maafkan aku sayang" ucap Bright meminta maaf dan memeluk Zia
Sementara Zia sendiri sudah Syok, mereka hampir saja melakukan Hubungan yang tidak boleh terjadi sebelum menikah,
__ADS_1
"Bod0h bod0h, Freya apa yang kau pikirkan, astaga,tapi, kenapa rasanya enak sekali, aku merasa melayang" bathin Zia merutuki keb0dohan nya namun juga tidak di pungkiri dia juga menikmati nya
"Sayang boleh pinjam kamar mandi"? Ucap Bright kikuk
Zia melihat ke arah celana Bright yang mulai sesak, sambil tertawa Zia mengizinkan Bright untuk mendinginkan diri nya yang sudah mulai panas,
...****************...
Malam telah tiba, Zia berkutat dengan dapur, malam ini dia yang akan memasak untuk seluruh keluarga nya, termasuk Bright pemuda itu memutuskan untuk makan malam bersama kekasihnya yang baru saja kembali,
" Bagaimana proyek Real estate mu Dad"? tanya Bright pada Winter
"Hampir sempurna, minggu depan sudah bisa di buka, katakan pada Ayah dan ibumu, Dad mengundang kalian ke acara Grand opening" ucap Winter
"Makanan siap" ucap Zia menghentikan pembicaraan mereka berdua,
"Wah, wanginya harum sekali, sepertinya Ziana kita sudah siap untuk menikah" ucap Sesil menyindir
"Cihhh, jangan mulai sesil atau aku akan"? Ucap Zia menaik turunkan alisnya
" Baik lah maafkan Sesilia adiku Sayang" ucap Sesil memeluk Zia, Sesil paling takut jika Zia mematikan program nya,
"Mari makan" ucap Mereka semua, lalu suasana pun berubah hening dan hanya dentingan sendok dan piring saja yang terdengar, mereka sangat menikmati masakan Zia yang sangat lezat,
Bright dan Zia saling menyuapi layaknya pasangan suami istri, dan hal itu membuat Winter berpikir untuk segera menikahkan mereka berdua,
Makan malam sudah selesai, mereka saat ini sedang duduk bersantai di ruang keluarga, oh ya Evelyn sudah menikah dua bulan yang lalu jadi dia sudah jarang datang ke kediaman Valmost karena sibuk dengan karirnya sebagai seorang pembisnis,
"Aku ingin menikahi Zia" ucap Bright to the point
Winter tersenyum, baru saja dia memikirkan nya, pemuda itu langsung melamar putrinya,
"Bagaimana Zia"? Tanya Winter
" Tentu saja aku mau secepatnya" ucap Zia
"Ciyeee sudah tidak tahan hahaha" ledek Sesil, lalu Zia pun menyentil dahi nya, bukan Sesil yang merasa sakit malah Zia sendiri,
"Awwwhh"
"Zia apa kau baik baik saja" tanya Sesil khawatir
"Aku lupa kau itu"?
" Hemmm, tidak apa apa" ucap Zia lagi, dia hampir saja menyakiti hati Sesil dengan mengatakan bahwa dia itu rob0t,
"Apa kau sudah membicarakan nya dengan keluargamu"? Tanya Winter
" Sudah, semalam kami sudah berdiskusi, dan tanggal yang kami pilih adalah dua puluh enam di bulan enam dan tahun dua ribu dua enam" ucap Bright tegas
__ADS_1
"Tanggal yang cantik" ucap Winter
"Selamat nak, kamu akan segera menjadi seorang istri" ucap Vivian terharu
"Jangan menangis mom, Zia tidak akan meninggalkan kalian meskipun Zia menikah" ucap Zia menenangkan hati ibu nya
"Tidak sayang, seorang istri harus menuruti perkataan suami, tidak apa apa, Kalian perlu mandiri dalam berumah tangga, asalkan jangan lupa berkunjung" ucap Vivian mengelus rambut putrinya
"Kami akan tinggal disini, seperti yang Zia inginkan Mom, aku menikahi nya bukan untuk merebutnya, tapi untuk menyempurnakan kebahagiaan nya" ucap Bright menatap Zia penuh cinta,
Zia berdiri dan berhambur memeluk calon suami nya , Dia benar benar beruntung karena sangat di cintai oleh pemuda tampan itu,
"Hari sudah malam, aku pamit pulang Dad, mom, bang, sayang" ucap Bright pamit
"Baiklah nak, berhati hatilah di jalan" ucap Yuri melambaikan tangan, Bright pun pulang dan mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Axelo,
***
Satu jam kemudian Bright sampai di Mansion nya, kebetulan semua orang sudah berkumpul, termasuk Bride pemuda itu sedang bermanja kepada ibunya posisinya sedang tidur di pangkuan Yuri,
"Selamat malam semua" sapa Bright
"Darimana saja sayang, hemm sepertinya putra kita sedang bahagia, bagaimana apakah Zia sudah pulang"? Tanya Yuri
" Ya, aku baru saja kembali dari rumahnya, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian" ucap Bright ,
Bride bangun dari pangkuan ibunya, dan dia langsung merasakan firasat buruk
"Aku sudah melamar Zia, dan akan menikahi nya" ucap Bright
"Duaaaaarrr"
Langit seakan runtuh ketika Bride mendengar kabar itu, dia terduduk lemas, namun juga tersenyum sedikit, dia benar benar tak habis pikir dengan apa yang di pikirkan oleh Zia, gadis itu memilih untuk menikah muda,dan membiarkan nya menahan cinta yang dalam,
"Selamat Bro" ucap Bride terpaksa, namun Bright sangat peka, dia melihat ada sinar kesedihan di mata kakak nya,
"Selamat putraku" ucap Gun memeluk putra bungsu nya,
"Hei selamat, semoga kau selalu bahagia" ucap Sun
"Thanks Bro, jangan bermain terus, cepatlah menikah" ucap Bright tertawa
"Ahhh, aku masih muda, aku mau menikmati hidupku dulu" ucap Sun melenggang pergi
Yuri menatap putranya Bride, dia terlihat melamun dan bersedih, Yuri jadi berpikir bahwa Bride punya perasaan lebih kepada calon menantu nya, hal itu tidak bisa di biarkan, dan Yuri memutuskan untuk mencarikan seorang gadis yang baik untuk putranya nanti,.
...****************...
Bang Bride makin Gila aja ,, 😋😛
__ADS_1
Coba gila nya sama Author,,
Author mau loh Bang.. Hahahy😅