
"Aarggggg, kau cantik sekali princess"
Teriakan tiga gadis cantik membuat semua orang kembali ke alam sadar, setelah beberapa menit lalu mereka dibuat terkesima oleh kecantikan Ziana,
Kelly, May, dan Yosie terlambat datang, karena mereka terjebak macet ketika di perjalanan
Zia berjalan di iringi oleh Winter dan Samuel, mereka menyambut tangan lembut Zia dengan penuh kasih sayang
"Happy Birthday sayang" bisik Winter mengecup pipi kiri Zia, dan Samuel mengecup pipi kanan nya
"Happy birthday"
"Cup"
Tiga gadis itu mengecup pipi Zia secara bergantian, dan di susul oleh uluran tangan para tamu undangan
Mata Zia dan Bright bertemu, Freya memiliki daya ingatan yang sangat kuat, dia ingat pemuda yang duduk di kursi roda itu pernah bertemu dengannya di plaza tempo hari,
Bright menatapnya dengan tajam, dan membuat dahi Zia mengerut
"kenapa dia menampilkan aura kebencian padaku"? Bathin Zia heran,
"Selamat ulang tahun sayang, kamu cantik sekali" sapa Gun dan Yuri
"Ah, om, tante terima kasih karena sudah datang" ucap Zia
"Hai,masih ingat aku"? tanya Moon
" Ya, kak Moon" sahut Zia tersenyum
"O, my god cantik sekali, senyumnya aaaaaarghh" jerit Moon dalam hati dan Zia rasanya ingin tertawa mendengar batinan Moon
Green, jay, Vox dan Dante juga mengagumi paras Zia secara diam diam
"Aku benar benar tersanjung, ternyata nona cantik masih mengingatku" ucap Moon mengecup tangan Zia
Bright menatap kakak nya dengan sangat datar, entah ada api apa yang membuat dadanya terasa panas,
Saat Bright akan pergi Zia menghentikan nya
"Tunggu, anda siapa"? Tanya Zia
Bright berbalik, dan menyunggingkan smirk andalan nya
" Kau lupa dengan angsa jelek ini nona"? Tanya Bright dingin
"Deggg"
Hati Zia seperti diremas, sepertinya itu adalah perasaan Zia yang asli
__ADS_1
"Bright"! ucap Zia
" Ya, dia adiku Bright dan mantan tunangan masa kecilmu nona" ucap Moon
Zia tersenyum kaku, permasalahan lama ini belum selesai, dan dia harus mengakhiri nya, agar arwah Zia bisa tenang
"Bisakah saya berbicara empat mata dengan anda"? Tanya Zia sopan
" Tidak ada lagi yang harus di bahas" ucap Bright
"Beginikah cara anda berbicara dengan seorang gadis tuan"? Tanya Zia mulai kesal
" Cihh, apa kau ingat, dulu kau lebih tidak sopan daripada aku" ucap Bright sinis
"Dulu usiaku tujuh tahun, aturan mana yang mengatakan anak di bawah umur harus memikirkan sopan santun, saat marah atau kesal mereka akan jujur untuk berekspresi, dan sekarang usia anda kurasa diatas delapan belas, dan anda sudah tau apa arti kesopanan" ucap Zia menatap tajam ke arah Bright
Bright merasa terintimidasi oleh tatapan Zia, luar biasa berat, bulu kuduk nya terasa berdiri semua, dengan kikuk Bright menyuruh Zia untuk mengikutinya, sedangkan teman teman Bright dan kedua belah pihak keluarga hanya bisa menatap kepergian muda mudi tersebut,
"Keren, dia bisa membuat seorang Bright menjadi tak berkutik" ucap Green salut
"Benar , haha,dia tidak seperti rumor yang tersebar, " sahut Jay
***
"Aku minta maaf Bright, aku tau kata kataku tidak bisa ditarik kembali, tapi aku benar benar meminta maaf" ucap Zia tulus
Bright berbalik dan menatap mata Zia lagi, terlihat pancaran sinar ketulusan di setiap kata maaf Zia, dan mungkin ayahnya benar, Bright harus bisa melupakan masa lalu, dan menata masa depan,
"Huufft, dia dingin sekali, begitu besar kah kesalahanmu Zia, sampai sampai dia menjadi seperti itu, hmm, setidaknya masalahmu sudah selesai, semoga kau tenang di alam sana Ziana" gumam Freya
Zia pun kembali ke acara ulang tahun nya, dan acara dilanjutkan kembali dengan meriah,
...****************...
Setelah acara potong kue, para kerabat dan juga kedua keluarga makan bersama dalam satu meja sambil berbincang hangat, hanya Zia dan Bright yang diam dan memperhatikan
"Apakah sudah ada rencana mau kuliah jurusan apa nona Zia"? Tanya Moon membuka obrolan
" Darimana anda tau, saya akan lulus haha, saya baru tujuh belas tahun loh" ucap Zia
"Hehe" Moon keceplosan, dia jadi ketahuan telah mencari info tentang Zia yang lompat kelas karena terlalu pandai
"Harusnya masih kelas satu SMA kan"? Ucap Jay menyahut
" Zia kami terlalu pintar, jadi dia lompat kelas, dan langsung lulus dari kelas tiga" ucap Evelyn menjelaskan
"Waw, amazing" sahut yang lain nya,
"Bukankah kau bilang dia payah"? Bisik Bright di telinga Ken
__ADS_1
"Saya juga tidak tau, bagaimana bisa saya salah memberi info tuan muda" bisik Ken
Dari jauh, Zia tersenyum, dia bisa mendengar suara bisikan kedua pemuda itu, ternyata Bright selalu memantaunya selama ini,
"Saya ingin kuliah jurusan management bisnis,dan berusaha untuk menyaingi kekayaan Dady" ucap Zia menatap ayahnya
"Haha, bagus, ambisi yang bagus, semangatlah nak, kalahkan ayahmu itu" ucap Gun tertawa, sedangkan Winter hanya mengecup puncak kepala Zia dengan penuh kasih sayang
"Zia akan ku kirim ke Negara NY, dan kuliah di universitasmu, aku titipkan dia padamu Gun" ucap Winter
Zia terkejut kenapa ayahnya mengirimnya begitu jauh, dan tanpa diskusi terlebih dahulu
"Baguslah, aku jadi bebas mendekati Zia" bathin Moon
"Yess"!!
Berbagai suara bathinan terdengar di telinga Zia, dan membuat Zia terkekeh lucu, sepertinya para pria itu sedang mengejarnya haha
" Siapa yang akan daddy kirim untuk pergi bersama ku"? Tanya Zia
"MICKE"!!
" YA TUAN"
Tanpa terlihat tiba tiba berdiri seorang pemuda bertubuh kekar, wajahnya manis dengan lesung pipi di pipi kanan nya,
"Degg"!
Jantung Freya berdebar kencang, ingin rasanya dia memeluk kakak angkat nya itu, semenjak kejadian Freya tert3mbak dan meninggal, Micke pergi ke amerika melatih tubuhnya agar kebal s3njata, dan bisa melindungi keluarga tuan nya
" Kau akan pergi dengan Zia ke negara NY, nyawanya adalah nyawa mu MICKE" ucap Winter tegas
"SIAP TUAN, SAYA MENGERTI" sahut micke lantang
"Hebat, anak buahmu tidak ada yang mengecewakan, lalu mana orangku yang telah kau janjikan itu"? tanya Gun
"BOY"
"SAYA TUAN"seorang pria gagah dan terlihat seram berdiri di samping Winter
"Kau lindungi tuan Gun dan keluarga nya, mereka adalah tuan mu sekarang" ucap Winter
"SIAP TUAN" ucapnya
Gun tersenyum, semua anak buah Winter memang hebat dan sangat setia, mereka tidak pernah menolak dan membantah perintah tuan nya,
Zia masih menatap wajah Micke yang duduk di sampingnya, dan membuat Bright merasa kesal melihat Zia yang seperti menyukai pria itu,
"Ada apa nona"? tanya Micke tanpa ekspresi
__ADS_1
" Tidak, kau tampan sekali" ucap Zia
Micke diam saja, dia tidak bisa tersipu malu seperti manusia biasa, yang dia rasakan hanya kesedihan karna kehilangan adik angkatnya Freya, namun saat duduk di dekat Zia dia merasakan ada perasaan hangat, hal yang sama seperti saat bersama Freya dulu.