Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Sudah menikah S2#


__ADS_3

Ax sedang merendam diri nya di kamar mandi, dia mendinginkan badan nya yang panas karena terlalu banyak minum, lalu tiba tiba dia teringat pada istri selembar kertasnya, dan dengan cepat dia memakai pakaian lalu berjalan menuju kamar Halana,


Gadis itu terus mengigau, dan ternyata benar yang dikatakan Leon, gadis itu akan mengalami demam tinggi,


"Kalian pergilah, bawakan air dingin kemari biarkan aku yang mengurusnya"'ucap Axel kepada para pelayan, lalu dengan cepat mereka pun keluar dari sana,


" Tidak ayah, Lana tidak mengambil boneka kakak, tidakk ayahh tidak"


Ax melirik ke arah Halana, dia terus mengigau, keringat terus membasahi wajahnya,


Dahi Ax juga mengernyit, entah apa yang gadis itu igaukan, sepertinya kehidupan gadis yang dia nikahi itu sangatlah menderita, Ax menekan ponselnya dan menghubungi steve


"Steve, Cari tau tentang kehidupan gadis ini, aku ingin semua informasi nya siap dalam waktu cepat" ucap Ax


"Baik tuan"


Lalu beberapa menit kemudian Steve mengirimkan pesan kepada Axel


"HALANA JADE PUTRI KEDUA DARI JORDY JADE , MEMILIKI KAKAK PEREMPUAN YANG BERNAMA MARIA JADE, SAAT INI DIA SEDANG BERADA DI RUMAH SAKIT DAN AKAN MELAKUKAN 0PERASI GINJ4L, TUAN JORDY MENYAYANGI MARIA, TAPI TIDAK DENGAN HALANA, DIA BERPIKIR BAHWA ISTRINYA MENINGGAL KARENA HALANA, DARI KECIL HALANA TIDAK PERNAH DI PERHATIKAN, TIDAK LULUS SEKOLAH, DAN BEKERJA SEBAGAI PEGAWAI SEBUAH TOKO, UANG HASI KERJANYA SELALU DI RAMPAS MARIA, KEHIDUPAN HALANA SANGAT MENDERITA SEMENJAK DIA LAHIR KEDUNIA"


Pesan yang di kirimkan Steve membuat jiwa Ax bergetar, ternyata gadis itu sudah melalui kehidupan yang sangat miris, sama seperti dirinya dulu,


"Tak ku sangka, kau lebih menderita dari aku" gumam Ax, dengan telaten dia menghapus keringat di dahi halana yang terus meracau,


***


Keesokan harinya Halana merasa lebih baik, tapi wajahnya masih pucat, betapa terkejutnya ketika dia bangun, dia melihat tuan nya sedang tertidur berbantalkan tangan di sampingnya,


Halana mengusap kepala Ax, dan bergumam


"Kau tampan sekali tuan,meskipun gmsangat galak juga,Andai tuhan menjadikanmu suami ku yang sebenarnya, maka aku lah wanita yang paling bahagia di dunia ini" ucap Halana


merasakan ada pergerakan di kepalanya, Axel pun terbangun,


"Apa yang kau lihat" ucap Axel dingin


"Cihh, baru saja aku mengaguminya, ya tuhann tidak jadi" bathin Halana


Axel kikuk, dia mendengar doa konyol dari gadis yang ada dihadapan nya, tak mau berlama lama Axel pun memutuskan untuk pergi,


"Tuan"! Panggil Halana


" Ada apa lagi" sahut Axel


"i, itu, terimakasih karena tuan sudah menjagaku " ucap Halana gugup


Axel tidak menjawab, dan langsung berlalu pergi.


"Huuufftt datar dan galak sekali" ucap Halana kembali berbaring


...****************...


"Hari ini biarkan dia istirahat, jangan biarkan dia berkeliaran sendirian, jika terjadi sesuatu padanya, maka kalian yang akan menerima hukuman" ucap Axel


"Baik tuan" sahut para pelayan

__ADS_1


"Aneh, kenapa tuan sangat perhatian pada gadis itu"?


" Benar, padahal kan dia menikah hanya sebatas selembar kertas saja"


Para pelayan merasa aneh dan juga iri kepada Halana yang memiliki keberuntungan di dalam rumah tersebut,


"Kalian berhentilah bergosip, atau lidah kalian akan hilang" ucap Penjaga yang bertugas menjaga kediaman Bride


Mereka terkejut dan langsung membubarkan diri, didalam mansion itu terdapat peraturan bahwa pekerja tidak boleh membicarakan tuan nya, jika ada yang melanggar maka mereka akan medapatkan hukuman, meskipun begitu, tetap saja ada pelayan yang tidak bisa di atur,


...****************...


Tidak ada orang yang mengetahui wajah tampan seorang Axel Brider,kecuali orang orang terdekat nya, karena saat di luar mansion nya dia akan mengenakan penutup wajah atau masker hitam,sehingga publik berasumsi bahwa sang raja bisnis itu memiliki cacat di wajahnya, sehingga dia selalu menutup wajahnya,


Saat berjalan menuju perusahaan nya, tiba tiba jantung nya berdebar kencang, dia melihat seorang wanita sedang memasuki sebuah restoran di samping perusahaan nya,


"Deg, Deg, Deg, "!!


" Mom" gumam nya,


Sedangkan di seberang sana Wanita itu menoleh karena seperti ada orang yang memanggilnya dan dia mencari cari, namun tidak ada siapapun


Ya, wanita tersebut adalah Yuri, insting seorang ibu memang kuat, walaupun Bride hanya berbisik, Sebagai seorang ibu dia pasti bisa akan mendengar suara anak anak nya,


Ax, bersembunyi dibalik dinding, dia memegang dadanya yang berdebar kencang, air matanya luruh ke pipi, orang yang sangat dia rindukan benar benar ada di hadapan nya ,


"Maafkan aku mom" ucap Bride berlalu pergi


"Ada apa tuan"? tanya Steve melihat mata tuan nya yang merah


...****************...


"Kau mencari siapa sayang"? Tanya Gun


" Seperti ada seseorang yang memanggilku, hmm mungkin hanya perasaanku saja" ucap Yuri lagi


Mereka baru saja tiba di Ausi, keluarga Axelo dan juga Zia langsung melakukan penerbangan menuju Ausi untuk melakukan pengobatan pemyakit yang Bright derita,


"Kau akan sembuh Hubby" ucap Zia menggenggam tangan suami nya


Bright tidak putus asa, dia malah semangat untuk tetap hidup karena ada istri dan juga anak anak lucu yang harus dia perjuangkan,


"Terimakasih karena selalu di sampingku sayang" ucap Bright memandang Zia penuh cinta, setelah singgah di sebuah restoran keluarga itu pun langsung melesat pergi menuju rumah sakit,


"Maaf nyonya, dokter Leon belum tiba, mungkin beliau mendapat jadwal siang" ucap recepsionis


"Bisakah kami menemui nya secara pribadi"? Tanya Gun,


" Maaf Tuan, kami hanya melakukan pekerjaan kami dan harus mengikuti prosedur" ucap nya lagi


"Kita tunggu saja Dad, tidak apa" ucap Zia


"Hubby aku pamit ke toilet" ucap Zia,


Zia pun berjalan mencari toilet, karena banyak melamun, Zia pun tidak memperhatikan jalan nya dan

__ADS_1


"Brukkkkk"


"Agghhhh"


Zia Menutup mata nya, dia pikir dia akan terjatuh ke lantai, namun ternyata ada seseorang yang memeluk pinggangnya agar tak terjatuh,


"Anda baik baik saja nona"? Tanya Seorang dokter yang sangat tampan,pada Zia


" Ahhh, maaf, saya tidak memperhatikan jalan" ucap Zia melepaskan diri dari pelukan dokter tersebut


"Maafkan saya juga, saya hanya reflek, jangan salah paham" ucap nya,


"Tidak apa, terimakasih " ucap Zia berlari kembali mencari toilet,


"Benar benar cantik, dan wangi" batin dokter itu,


"Tak, Tak, Tak"


Semua mata memandang ke arahnya, dan recepsionis tadi langsung memanggilnya


"Nah itu dia dokter Leon" ucap nya


Ya, Dokter yang menabrak Zia adalah dokter Leon


"Syukurlah anda sudah datang" ucap Yuri lega


"Hemm mari masuk" ucap Leon


Yuri dan Gun langsung mengkonsultasi kan tentang penyakit yang Bright derita, dan Leon pun langsung memeriksa keadaan Bright,


"Leukimia ini sangat cepat berkembang, satu satunya cara memanglah melakukan transpalasi tulang sumsum bagian belakang, nanti saya akan carikan pendonor yang cocok, anda tepat karena datang kepada saya" ucap Leon


"Terima kasih tuhan" ucap Gun bersyukur,


"Ceklek"


"Ahh, ternyata anda dokter Leon" sapa Zia


Leon terkejut, gadis yang ditabraknya tadi ternyata merupakan kerabat dari keluarga ini


"Perkenalkan nama saya Ziana, istri dari Bright Axelo" ucap Zia memperkenalkan diri


"Owhh, ya, saya dokter Leon"


"Oh sudah menikah ya, sayang sekali"


Dahi Zia mengernyit, ketika mendengar isi pikiran dokter itu, namun Zia tidak perduli,.


***


Axel masih melamun mengingat wajah ibu nya, dia tidak fokus bekerja, lalu tiba tiba bayangan wajah Zia ada di hadapannya, dan di gantikan wajah manis Halana istrinya,


"Arggghhh"


"Ada apa dengan ku" ucap Axel frustasi, karena tidak mood untuk bekerja, Ax pun memutuskan untuk pergi ke Bar milik andre dan menelpon sahabatnya Leon,

__ADS_1


"Aku sedang ada pasien ax, kau jangan gila jam segini mau pergi ke sana, dasar" ucap Leon menutup telpon nya,.


__ADS_2