
"Dad"
Zia memanggil ayahnya, namun Winter hanya bisa diam dan mencium kepala Zia, tubuhnya bergetar hebat, sepertinya dia sedang menangis,
"Maafkan"
"Sstttt"
Winter menutup bibir Zia dengan Jari telunjuknya
"Berjanjilah untuk tetap baik baik saja Zia" ucap Winter berderai air mata,
"Malam ini Dadd temani kamu tidur disini, Ride beritahu istri ku dan anak anak yang lain besok pagi, sekarang kau pergilah beristirahat" ucap Winter
"Tidak tuan, saya ingin bersama anda" ucap nya tegas,
Zia tersenyum, Ride memang pantas menjadi tangan kanan ayahnya
"Minta lah sebuah kasur untuk mu tidur" ucap Winter
Rider berlalu dan memintanya kepada perawat,
"Apa yang terjadi"? Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Winter
Zia menatap wajah ayahnya dengan sendu, dan menceritakan kejadian yang terjadi malam ini
" Kenapa kau nakal sekali Zia" ucap Winter mengusap rambut putrinya
"Sekarang kau bukan seorang Yakuza, kau cukup menjadi putriku yang penurut, berjanjilah sayang, Daddy tidak ingin kehilangan mu lagi" ucap Winter
"Zia janji dadd"
"Cupp"
"Tidurlah, besok, momy dan kedua kakak mu pasti akan terkejut melihatmu berada disini" ucap Winter mengecup kening Zia dengan sayang, lalu Zia pun berusaha untuk menutup mata nya,
***
Pukul dua pagi, Freya merasakan sakit diseluruh tubuhnya,tubuhnya terasa dingin sampai bergetar hebat,
"Si*l tubuh Zia ini lemah sekali, sepertinya aku harus cepat cepat belajar tentang ilmu pengobatan Chin*" bathin Freya menggerutu, pasalnya selama jadi Yakuza dia sudah tidak merasakan sakit, karena saking terbiasanya dengan luka
"Dadd, mom, sa, sakit" gumam Zia tanpa sadar
__ADS_1
Rider yang memiliki pendengaran tajam langsung terbangun, dia berdiri dan mendekat ke arah Zia yang terus mengigau, diapun memberanikan diri untuk menyentuh dahi Zia,
"Panas sekali, sepertinya nona bungsu mengalami demam tinggi"bathin Rider, lalu dia memutuskan untuk membangunkan Winter
" Tuan"
"Emmm, ada apa" ucap Winter pelan
"Maaf tuan, nona bungsu demam tinggi" ucap Rider
Mata Winter terbuka lebar, dia langsung berlari memanggil dokter, nasib baik ada seorang dokter jaga yang sedang kosong
"Tak, Tak, Tak"
Dokter tersebut berlari ke ruang rawat Ziana, dan langsung memeriksanya
"Nona demam tinggi, dia harus segera di infus" dokter memanggil perawat untuk membantunya memasang beberapa alat untuk mengurangi demam Zia
"Ya tuhan Zia" Winter mengacak rambutnya kasar, dia merasa sangat gagal menjadi seorang ayah, sudah seharusnya dia selalu menjaga putri kesayangan nya itu, agar tidak ada lagi yang bisa membahayakan hidup nya,
"Tuan"
Rider menyodorkan segelas air putih, dia tau tuannya dalam keadaan yang paling buruk saat ini,
"Terimakasih kau selalu bersama ku Ride" ucap Winter, sedangkan Ride hanya menganggukkan kepala saja,
...****************...
Vivian berlari dengan air mata yang terus menetes, begitu juga dengan Evelyn, Samuel juga tak kalah kacau saat mendengar kabar buruk tentang adiknya,
"Zia"
"Stttt"
Winter mengisyaratkan agar istrinya tetap tenang, Zia tidak tidur semalaman karena demam nya, dan pagi hari dia baru bisa tidur dengan nyenyak,
"Apa yang terjadi sayang"! Tanya Vivian, dan Winter Pun menceritakan apa yang Zia lakukan
" Sejak kapan gadis nakal ini bisa mengendarai motor"? tanya Samuel
"Diam, diam dia belajar, dad pun tidak tau" ucap Winter beralasan, Winter terpaksa berbohong, dia mengatakan bahwa Zia keluar ketika mereka semua pergi ke kamar masing masing, dan mengalami kecelakaan ketika sedang dalam perjalanan,
"Ya tuhan, kenapa adikku nakal sekali,lihat itu, tangan nya kaki nya hiks, hiks, pasti sakit sekali" ucap Evelyn menangis membayangkan betapa sakitnya tubuh Zia, sampai sampai adiknya mengalami demam tinggi
__ADS_1
"Ingat, jangan marahi Zia ketika dia bangun nanti, dia sudah sangat menderita kali ini" ucap Winter
Mereka mengangguk tanda mengerti, lagipula siapa yang tega memarahi gadis lemah itu, pikir mereka
...****************...
Lain hal nya dengan kediaman Axelo, Bright masih terpikir tentang Gadis yang dia temui tadi malam, dia benar benar merasa penasaran dan juga tertarik pada gadis itu, walaupun gadis semalam memakai masker, Bright akan tetap tertarik meski wajahnya tidak cantik sekalipun,
"Bright"!
" Hmmm" sahutnya datar
"Momy dari tadi memanggilmu, dan kau tidak mendengarkan nya,ada apa denganmu" ucap Moon
"Apa yang membuat si dingin ini berpikir begitu keras, apakah ada seorang gadis cantik yang berhasil membuatmu tertarik"? tanya Sun bercanda
" Benar" sahut Bright singkat
"Wah, benarkah,siapa, gadis mana yang beruntung itu"? tanya Yuri bersemangat, dia senang akhirnya Bright bisa membuka hatinya untuk seorang gadis
Bright menceritakan apa yang terjadi tadi malam kepada seluruh keluarga nya, dan mereka menampilkan berbagai macam ekspresi
" Wah, benar benar malaikat, andai aku melihatnya secara langsung, aku yakin aku juga akan langsung jatuh cinta" ucap Moon, sedangkan sun juga mengangguk setuju
"Kasihan gadis itu, tapi kenapa dia harus bermain hal berbahaya seperti itu, dia seorang perempuan tidak seharusnya bermain dengan hal berbahaya dan juga keluar pada malam hari untuk bermain" ucap Yuri heran
"Ada dua hal, yang pertama itu adalah Hobi nya dan yang kedua, dia sedang butuh uang" ucap Gun ikut berkomentar, dia sendiri juga merasa tertarik dengan cerita putra bungsunya itu,
"Betul mom, tidak ada yang bisa memaksa kan seseorang bukan"? Sahut Moon setuju dengan ucapan ayahnya, dia tidak ingin ibunya berpikir terlalu kolot, karena ini sudah bukan zaman nya berpikir jelek sebelum tau faktanya,Lalu mereka pun berhenti bicara dengan pikiran mereka masing masing
***
" Bagaimana"? Tanya Bright pada Ken, sementara asisten nya itu hanya bisa menggelengkan kepala nya, karena tidak bisa mencari informasi apapun tentang gadis yang dia cari
"Bagaimana dengan si kepala batu"? tanya nya lagi
" Keluarga Valmost tiba tiba melakukan penerbangan ke Negara X,dan saya dengar nona Zia mengalami demam tinggi" ucap Ken
Bright mengerutkan dahi nya,dia heran kenapa tiba tiba gadis itu sakit, tidak mungkin dia sakit karena penolakan darinya bukan,
"Ada apa dengan nya"? tanya Bright penasaran,
" Saya menelusuri semua tentang nona Zia, dia memiliki penyakit asma, dan itu bawaan lahir, jadi nona Zia sebenarnya memiliki tubuh yang sangat lemah, tuan Winter mencoba untuk melindungi kelemahan putrinya agar tidak di ketahui oleh para lawan bisnisnya, karena bisa saja mereka menggunakan kelemahan nona Zia untuk melawan tuan Winter" ucap Ken menjelaskan
__ADS_1
Bright baru saja tau tentang fakta kelemahan Zia, ternyata gadis itu juga mempunyai kekurangan pikirnya,
"Ada apa denganku, kenapa aku perduli pada gadis batu itu" bathin Bright tenggelam dalam pikirannya sendiri.