Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Cantik S2#


__ADS_3

Setelah selesai dengan tugasnya Leon memutuskan untuk menyusul teman temannya untuk bersenang senang, dia adalah dokter serba bisa jadi dia tau bagaimana caranya segar kembali setelah dia mabuk,


"Hai bro, sorry telat" ucap Leon


"Tidak apa apa bro kami tau kau sangat sibuk" ucap Andre


"Benar, hari ini pasienku banyak sekali, dan hari ini aku mendapatkan pasien dengan penyakit Leukimia" ucap Leon


"Berat juga ya" ucap Andre menyahut


"Ya, tapi aku salut kepada istrinya yang selalu setia mendampingi nya, tadi aku sempat menabrak wanita itu, ku kira dia masih gadis body nya wiihhh, wajahnya juga sangat cantik, kurasa aku tidak keberatan menjadi suaminya yang kedua" ucap Leon


"pletakkk"


"Jangan bod0h" ucap Ax menyentil kening Leon


"Aucchh, kau belum lihat saja Ax, kalau kau lihat, pastii akan jatuh cinta" ucap Leon


Axel melihat layar ponselnya dan tersenyum


"BAGIKU YANG TERCANTIK HANYA DIA" ucap nya


"Ya, Ya, Ya tuan bucin pada cinta pertama, tapi bisakah kami melihat wajah cinta pertama mu" ucap Andre


Dengan cepat Axel menutup kembali layar ponselnya


"Hmm, dan jawaban nya adalah tidak" ucap Leon tertawa,


...****************...


Keesokan harinya Leon terus membantu keluarga Axelo untuk mendapatkan don0r secepatnya, namun anehnya tidak ada yang cocok sama sekali dengan tulang milik Bright, dan sepertinya pemuda itu memiliki tulang yang sangat langka,


"Maaf nyonya, saya sudah berusaha" ucap Leon


"Tidak apa apa, kita kem0terapy saja" ucap Bright


Zia menatap ke arah suami nya, Leon mengatakan bahwa Ada beberapa hal yang harus Bright relakan selama dia menjalani Kem0terapi, yang pertama adalah menahan rasa sakit, mual dan pusing yang luar biasa, dan yang kedua, Bright harus merelakan rambutnya habis berguguran


"Rasa sakit bisa ku tahan, asalkan istri dan anak anak ku tetap sehat dan berada di sampingku, dan untuk rambut aku bisa memakai rambut palsu, meskipun akan terlihat konyol " ucap Bright tersenyum


Leon salut dengan semangat pemuda itu, dan juga keluarga yang tidak pernah meninggalkan nya walau sedetikpun,


Semenjak Bright jatuh sakit, keuangan dua perusahaan menjadi tidak terkendali, karena kedua Ceo harus terus mangkir dari perusahaan, Micke dan Silver sampai kewalahan untuk memenuhi keinginan para Klien, mereka terus menuntut agar kursi Ceo secepatnya di Duduki kembali, Perusahaan itu masih berdiri karena ada Dukungan Winter dan juga Gun, jika tidak, mungkin kedua nya sudah bangkrut sejak awal,


"Sayang aku ke toilet dulu ya" ucap Zia


Bright tersenyum dan menganggukkan kepala,

__ADS_1


Zia berlari kencang,dia tidak tahan,dia sangat sedih dan hancur, lalu Zia menemukan sebuah tempat duduk yang sepi , Zia pun menangis sekeras kerasnya,


Dokter leon tau, Zia berbohong, dia melihat wanita itu meneteskan air mata saat masih di dalam ruangan, lalu dia pun keluar mencari Zia untuk mencoba menghiburnya, Wanita itu begitu baik sehingga tidak ingin sang suami melihat air mata kesedihan nya,


Leon benar, Zia tengah menangis di sebuah taman belakang rumah sakit,


"Menangislah Nona, hanya air mata lah yang biasa membuatmu lebih lega" ucap Leon


Zia menatap ke arah Leon, dan terus terisak menangis,


"Sebenarnya masih ada kakak kandung suami ku, yang mungkin tulangnya cocok dengan Suami ku" ucap Zia menatap datar kedepan


Leon diam dan mencoba untuk mendengarkan, Zia pun menceritakan apa yang telah terjadi di masa lalu,


"Benar benar Gil* ternyata ada cinta yang seperti itu" ucap Leon terkejut dengan cerita Zia


"Ya, dia kakak iparku, tapi sebenarnya aku sudah memaafkan nya sejak lama, lagipula kami sudah menikah dan memiliki dua putra yang lucu, apalagi yang harus kami ingat di masa lalu, tapi kurasa andaikan Bride ada di sini, dia juga tidak mungkin memberikan pertolongan pada suami ku, Dia hanya terobsesi padaku dan memilih untuk merelakan adiknya, hehe" ucap Zia tertawa miris


Leon merasa terenyuh dengan nasib wanita cantik itu,ternyata menjadi cantik tidak menjamin bahwa selamanya akan mendapatkan kebahagiaan, masalah pasti akan datang kepada setiap manusia,


"Maaf dokter saya malah mencurahkan hati saya pada anda" ucap Zia


"Tidak apa apa nona, saya berharap dengan begitu perasaan anda akan lebih lega" ucap Leon


Zia menggangguk dan memutuskan untuk kembali menjaga Bright yang sudah menunggunya, sedangkan Leon hanya bisa menatap kepergian Zia dengan perasaan yang tak bisa di gambarkan,


Jam makan siang sudah tiba, Halana sudah siap untuk mengantarkan makanan ke perusahaan milik Ax, dia berdandan cantik seperti biasanya agar terlihat serasi dengan ketampanan seorang Ax,


"Klak, klak, klak"


Suara hentakan sepatu heel Halana mengundang perhatian semua orang, ini kedua kalinya ada seorang wanita datang menemui ceo mereka, dan dapat masuk dengan mudah ke dalam ruangan nya,


"Aku penasaran siapa gadis cantik itu" ucap salah satu karyawan


"Mungkin pacar si boss" sahut yang lain


"Tidak mungkin, bos kan menyukai pria" ucap nya lagi


"Huuusstt jangan sembarangan, nanti kau bisa di pecat"


"Ah, tunggu nona, anda mau kemana"? Tanya Anita


" Saya ingin mengantarkan makan siang untuk suami saya" sahut Halana ramah


"APA,,????


Semua karyawan terkejut mendengar ucapan gadia cantik itu, sejak kapan boss mereka menikah pikirnya

__ADS_1


Halana tidak memperdulikan para karyawan yang terkejut, dia terus berjalan menuju ruangan suaminya,


" Tok, Tok"


"Masuk"


"Tuan, ini makan siang anda" ucap Halana


Axel berdiri dan menghimpit tubuh Lana ke dinding


"Tu, Tuan, a, apa yang salah "? Tanya Lana terbata bata


" Apa kau lupa, saat di luar mansion kau harus panggil aku apa"? Tanya Ax tajam


"Oh, Sayang, hehe" ucap Lana cengengesan


Ax melihat senyum indah itu lagi, ada lesung pipi yang membuat Halana terlihat begitu manis, Ax menghela nafas dan menetralkan lagi perasaan nya,


"Duduk, dan suapi aku" ucap Ax


"Ahhh, sayang tapi"


Axel menatap tajam ke arah Halana lagi


"Ya ampun suami palsuku galak sekali" bathin Halana


Ax tersedak air liurnya sendiri mendengar isi pikiran Halana, gadis itu selalu saja bisa menjungkir balik kan perasaan nya, dan Ax menyukai itu, Halana adalah mood booster nya ketika dia merasa lelah,


Perlahan namun pasti, Halana terus menyuapkan nasi ke mulut Axel dan ludes seketika,


"Apakah masakan saya enak "? Tanya Halana


" Lumayan"


"Cihhh, kalau hanya lumayan tidak akan habis" gumam Lana


Bibir axel berkedut, hanya Lana saja gadis yang bisa mengumpati nya dengan sesuka hati, dan anehnya dia sama sekali tidak marah kepada gadis itu,


"Bersiaplah, nanti malam kau akan kubawa ke acara makan malam para kolega, tapi aku tidak pernah makan di tempat umum, jadi kau masak, dan beri aku makan" ucap Axel


"Baiklah, kalau begitu saya pamit sayang" ucap Halana melambaikan tangan nya,


Axel menekan dadanya yang berdebar debar


"Apakah kau bisa menggantikan posisi Zia Halana, kuharap iya" gumam Axel tersenyum


...****************...

__ADS_1


Cieee abang Bred akhirnya Move on ya gaysss,,,


__ADS_2