
"Siapa yang melakukan ini pada putraku, hahh"! Bentak seorang pria yang berwajah garang
" Dia mahasiswa baru , pak kepala" ucap jake
"Ayah kau harus membalas dendam" ucap Teo
"Tentu saja, cari tau dimana dia tinggal, tapi lebih baik menunggu mereka berada d luar baru balaskan dendam" ucap nya, dia adalah kepala dekan AX univercity, dan dia berniat untuk membalas Micke yang telah menyakiti putra kesayangan nya,sungguh mereka sangat si*l karena berniat untuk menyentuh seorang Yakuza
***
"Sepertinya setelah ini, kita akan menghadapi beberapa kesulitan" ucap Zia menghela nafas,
Micke diam, secara tidak sengaja dia menabur kebencian pada seseorang, dan hal itu pasti juga pasti akan berdampak kepada nona nya,
"Maaf kan saya nona, saya lalai" ucap Micke
"Tidak kak, kau tidak salah, mereka nya saja yang kurang ajar" ucap Zia
"Ayo mandi, nanti malam aku ingin keluar" ucap Zia
"Tidak untuk balap nona" ucap Micke
"Ckk,tidak, Daddy bilang paman Gun mengundang kita makan malam, bersiaplah" ucap Zia
Micke mengangguk dan bergegas pergi ke kamar nya,
***
"Zia akan datang makan malam dengan kita" ucap Gun memecah keheningan
"Benarkah, yess" ucap Moon bersemangat
"Hati, Hati dia bukan gadis yang mudah di dekati" ucap Yuri
"Hem, aku tau, " ucap Moon mengerti
Bright diam tanpa bersuara, dia merasa kesal kenapa Zia harus selalu berada di sekitarnya, walaupun mencoba untuk melupakan dendam nya, tapi jika begitu rasa benci nya akan selalu ada,
"Kau baik baik saja Bright"? tanya Sun, mendengar pertanyaan itu semua orang berbalik menatap Bright yang hanya duduk diam, dan melamun
" Kau sudah tidak membenci nya bukan"? Tanya Gun
"Tidak, aku tidak masalah dia mau kesini kapan pun terserah dia, " sahut Bright menjawab pertanyaan ayahnya,
***
Malam telah tiba, Zia dan Micke pun telah sampai di kediaman besar Axelo
"Selamat malam sayang"? Sapa Yuri
"Selamat malam tante, terima kasih karena mengundang kami untuk makan malam" ucap Zia sopan
"Bukan apa apa, mari masuk"
__ADS_1
Mereka pun masuk, di sana sudah ada Bright, Moon, Sun, dan tuan Gun yang menunggu kedatangan mereka,
"Selamat malam nak" sapa Gun
"Malam paman, malam semuanya" dan Zia pun duduk bersama setelah saling menyapa
Bright makan dengan malas, dan hal itu terlihat jelas di mata Zia, dan Zia merasa Bright seperti itu karena kedatangan nya, lalu tiba tiba ada suara kaki berlarian masuk kedalam kediaman Axelo,
"Bright, gawat, Jay dan Green di keroyok kelompok tak dikenal, Sirkuit hancur" ucap teman Vox bernama Elman memberi tau bahwa mereka mengalami penyerangan,
Bright langsung berbalik dan menggertakan gigi nya,
"Ken"!!
" Ya tuan" tanpa bertanya ken langsung pergi ke tempat parkiran mobilnya,
"Tidak Bright ini sudah malam, kau habiskan makanan mu" ucap Yuri, dia khawatir terjadi apa apa pada putra bungsunya,
"Boy,kau pergilah bantu mereka" ucap Gun
Micke dan Boy saling tatap dan menganggukan kepala, mereka berdua yang akan membereskan masalah Tuan muda Axelo itu,
"Kak" panggil Zia memegang tangan Micke, dan micke berbalik menatap Zia
"Berjanjilah untuk baik baik saja" ucap Zia
"Degg"!! Micke teringat pada Freya, setiap ada tugas dari Winter, Freya selalu berkata seperti itu
" Baik nona" ucapnya menetralkan perasaan sedihnya,
" Panggil aku Zia kak moon,dan untuk pertanyaanmu, dia bukan sekedar penjaga, tapi juga kakak bagiku" ucap Zia, dan membuat Moon langsung diam,
"Aku harus kesana" ucap Bright melajukan kursi rodanya
"Tolong dengarkan ucapan ibumu tuan muda Bright, ini sudah malam," ucap Zia
Bright menatap Zia dengan tajam, dia tidak suka orang lain ikut campur dalam urusan nya
"Kau siapa, kau hanya tamu di rumah ini, jangan campuri urusanku" ucap nya tajam
"Ya tapi setidaknya anda harus sadar diri, bukannya membantu anda malah akan menyusahkan teman teman anda" ucap Zia melewati Bright, dan berjalan menuju halaman belakang
Bright terdiam, apakah gadis itu lagi lagi menghina Fisiknya, lalu dengan marah dia mengikuti Zia dari belakang,
"Tunggu, apa kau menghinaku lagi, karena kakiku lumpuh" ucap Bright
"Tidak, aku hanya ingin kau baik baik saja" ucap Zia
Bright terkesiap dengan ucapan Zia, apakah gadis itu mengkhawatirkan nya, tidak mungkin, Bright hanya bisa berdecak sebal dan pergi dari sana,
Zia berdiri melihat langit langit yang bertaburan dengan bintang, lalu dia melihat Bright dalam mobil bersama asisten pribadinya Ken, dan dengan cepat Zia melompati balkon rumah kediaman Axelo tanpa berpikir bahwa dia akan membuat kehebohan di kediaman itu,
Zia menghentikan sebuah taxi dan mulai mengikuti Laju mobil yang di kendarai oleh Ken,
__ADS_1
"Dimana Zia dan Bright"? tanya Moon
" Tadi mom lihat Zia pergi diikuti oleh Bright di belakangnya, biarkan saja mereka berbicara Moon, jangan ganggu dulu" ucap yuri
Moon pun terdiam, apakah Sun benar, Bright sebenarnya masih menyukai Zia, karena saat kecil Bright sangat bahagia saat tau dia telah di tunangkan dengan seorang gadis cantik bernama Ziana,
...----------------...
"Ckk, pria dingin ini benar benar tidak memperdulikan dirinya sendiri" geram Zia,
Mobil yang ken bawa melaju begitu cepat, hingga Zia sulit mengejarnya,
"Aku turun disini, ini bayaran nya" ucap Zia berlari,
"Hahhh, hahhhhh"
"Si*l kenapa harus sekarang Zia, aku lupa bahwa tubuh ini sangat lemah"
Zia berhenti di perjalanan, dan berjalan perlahan ke pinggiran jalan, dia duduk sambil memegang dad4nya yang sakit, nafasnya ter engah engah, dia lupa bahwa Zia tidak bisa terlalu lelah,
"Hmm ponsel, ponsel"
"Tuuuttt"
"Nona"?
" Kak, a, aku"ucap Zia terbata bata
"Nona, nona" karena lengah Micke pun tidak memperhatikan keadaan, sementara disana Zia sudah pingsan,
" Brugghhhhh"
"Micke" teriak Boy, kepala Micke di hantam tongkat baseball dengan keras, namun dia tidak berkutik, hanya terdengar suara gemelatuk gigi nya Saja,
Saat ini Vox, Jay, dan Green sudah babak belur, entah siapa yang mengeroyok mereka, yang jelas ini adalah perebutan lahan Sirkuit balap yang belum terselesaikan,
"Aaarggghhhhhh"
Micke berbalik dan tidak memperdulikan Darah yang mengalir di belakang kepalanya, dia menghajar semua pria berbaju hitam itu, Micke kalap, karena mereka mengganggu dia saat menerima panggilan dari nona nya,
Tak lama kemudian Bright dan ken datang membantu teman teman nya yang sudah tak berdaya, dan langsung menelpon ambulance,
...****************...
"Kriiingg"
"Hallo"
"Bright kalian dimana, kenapa kau dan Zia tidak di rumah" tanya Gun di seberang sana
Bright terkejut, kemana gadis itu pergi, perasaannya jadi tidak karuan, dia tau kondisi Zia yang lemah, dia jadi sedikit khawatir saat ini
"Bright"
__ADS_1
"Tidak, Zia tidak bersamaku, aku pergi ke rumah sakit membawa Green dan yang lain nya"
Ucapan Bright membuat Gun menjadi kalang kabut, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga putri sahabatnya, dengan cepat Gun keluar, untuk mencari keberadaan Zia.