
Bright memakai stelan jas berwarna hitam berpadu dengan dasi berwarna merah darah, dia terlihat seperti dewa yunani saat berpenampilan seperti itu, tidak ada yang bisa mengabaikan pesona seorang Bright Axelo, semua mata memandang ke arah nya, meskipun tak sedikit juga orang yang mencibir, namun pahatan wajah itu sangat lah sempurna sehingga mereka mengabaikan kekurangan pada Fisik seorang Bright Axelo,
"Selamat datang tuan muda Axelo" sambut manager gedung tersebut
"Dimana tuan Dante"?
" Beliau meminta maaf karena datang sedikit terlambat, putra beliau di rawat di rumah sakit, karena mengalami demam tinggi" ucap nya
"Tunjukan ruangan nya" ucap Bright tegas, lalu pria itu pun menuntun Bright untuk menunggu di ruangan Dante castello
"Maafkan aku Bright, huuuhh, huuhhh"
Nafas nya tersengal karena telah berlari sepanjang koridor perusahaan nya
"Apa ada hal yang ingin kau jelaskan"? Ucap Bright dingin
Bulu kuduk Dante meremang, dia tau apa yang dimaksud oleh Bright
" Aku belum menikah, anak itu adalah anak Sepupuku, dia meninggal saat melahirkan, dan aku memutuskan untuk mengurusnya" ucap Dante
Dante Castello merupakan sahabat karib Bright, mereka tumbuh bersama di negara NY, dan berpisah ketika mereka sama sama sukses, karena ayah Dante berasal dari negara X, maka diapun terpaksa meneruskan perusahaan ayahnya yang berada di negara tersebut,
"OH"ucap Bright singkat
" Astaga setan kutub utara mu masih tetap melekat ternyata, aku panjang lebar menjelaskan, jawabanmu hanya itu saja, ckkk, yang benar saja Bright" ucap Dante kesal
"Tidak usah berbasa basi, aku tidak banyak waktu, Ken" ucap Bright menyebut asisten nya, tanpa bertanya lagi Ken pun sudah tau apa yang harus dia lakukan,
"Proyek di kota Manor berjalan delapan puluh lima persen, tapi banyak dana yang dirasa tidak perlu" ucap Ken singkat
Dante tersentak, bagaimana bisa begitu, proyek tersebut dia sendiri yang turun tangan, dan dia tidak merasa telah mengambil dana tersebut,
"Karna kau sudah mengerti, maka aku permisi" ucap Bright berlalu, sedangkan Dante masih melamun memikirkan masalah yang sedang dia hadapi
"Mungkinkah,?
" Si#l"
"Bright tunggu aku"!!
Dante pun mengejar Bright setelah dia tau dimana letak kesalahan nya, sedangkan Bright menarik sudut bibirnya melihat kecerobohan sang sahabat,
__ADS_1
...****************...
" Saya dengar tuan muda Axelo telah tiba di negara X, dan dia sedang berada di kota Ace saat ini" ucap seorang pria berbadan tegap
"Mangsa bagus, apakah dia membawa bodyguard"?
" Tidak tuan, dia hanya datang bersama asisten nya, tapi saya dengar asisten nya itu ilmu bela diri nya sangat tinggi"
"Ehmm sepandai pandainya dia, jika satu lawan dua puluh tentu dia akan kalah,Siapkan pasukan"!!
Mereka adalah anggota geng yang sangat meresahkan di kota Ace, mereka seperti belut listrik ketika para pihak berwajib mencari mereka, dengan cepat mereka bisa menghilangkan jejak, mereka adalah anak buah Fero, setelah kematian sang ketua, para anak buah itu pun membentuk geng baru yang diberi nama Dark wolf,
***
Bright dan Ken masih dalam perjalanan menuju apartemen mereka, namun saat diperjalanan Ken merasakan hal yang aneh, sebuah mobil berwarna merah gelap terus mengikuti mereka dari tadi, curiga akan sesuatu Ken pun memutuskan untuk turun singgah di tempat yang ramai,
" Si*l sepertinya mereka menyadari keberadaan kita" umpat si pria botak memukul keras setir mobil yang dia bawa
"Ada apa Ken"?
" Ada yang mencurigakan tuan muda, kita parkirkan mobil kita disini, dan pulang naik taxi" sahut Ken
Saat mereka berjalan melewati sebuah mall besar, tak di sangka Zia dan Bright berpapasan, Bright menatap Zia dengan Smirk andalannya, sedangkan Zia tidak perduli karena dia pikir mereka tidak saling mengenal,
"Ternyata kau semakin cantik, kepala batu,sayang hatimu tidak secantik wajahmu" bathin Bright
"Ken"
"Ya tuan muda" sahut Ken
"Kau lihat gadis itu"!
Ken pun menatap ke arah yang tuan nya maksud, dia langsung diam membeku, ternyata gadis yang menyakiti hati tuan nya saat kecil ada di hadapan nya, dengan cepat Ken berjalan dan berpura pura tidak mengenal Ziana, sedangkan Zia merasa aneh dengan kedua pria yang terlihat seperti memperhatikan nya tersebut,
" Aneh sekali" gumam Zia melihat kepergian Ken dan Bright
***
"Zia pulang"!
" Selamat datang sayang, ayo duduk ada yang ingin daddy bicarakan" ucap Vivian, ternyata keluarga besar Valmost sudah duduk di ruang keluarga dan menunggu kedatangan Zia,
__ADS_1
"Ada apa dadd, serius sekali"? Tanya Evelyn
" Lusa kita pergi ke NY" ucap Winter
"Woahh sudah lama kita tidak kesana, Apa kau ingat Zia, disana pantai nya sangat indah" seru Evelyn bersemangat, sedangkan Vivian langsung tidak enak hati, dia tau apa maksud dari suami nya itu
"Kenapa sayang"? Tanya Winter
" Dad" ucap Vivian menggelengkan kepalanya,
"Zia sudah berubah, dan sudah waktunya dia sendiri yang meminta maaf kepada Bright, meskipun mereka tidak harus melanjutkan pertunangan" ucap Winter menatap Zia
"Tunangan"? ucap Zia pelan
" Jangan katakan bahwa kau lupa Zia, kau sudah membatalkan pertunangan mu waktu kecil, kau menghina putra bungsu tuan Axelo dengan kejam haha" ucap Evelyn tertawa
Winter menatap Zia dan mengisyaratkan bahwa dia akan menjelaskan nya, lalu Zia pun menganggukkan kepala tanda mengerti,
***
"Hemm,lalu apa yang harus Zia lakukan dad"? Tanya Ziana, Winter telah menceritakan Ziana kecil yang pernah memutuskan pertunangan masa kecilnya secara sepihak
" Minta maaf lah, tentang hubungan kalian, lupakan saja, karena tidak ada yang bisa memaksakan perasaan seseorang" ucap Winter bijak, dia sadar bahwa apa yang telah dia lakukan hanyalah sekedar ambisi agar persahabatan nya dengan tuan Gun semakin erat saja,
"Baik dadd, Zia mengerti" sahut Ziana, setelah selesai berbicara, Winter dan Zia pun keluar dari ruang pribadi Winter, sedangkan yang lain masih setia menunggu di ruang keluarga, tidak ada satupun orang yang bertanya, karena apapun yang di lakukan Winter adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat, pria tegas itu mendidik mereka supaya bisa menghargai privacy masing masing,
"Bagaimana Zia, kakak yakin pria yang pernah kau panggil angsa jelek itu sekarang telah berubah menjadi angsa tampan ahha" ucap Evelyn
"Ckkk, " sedangkan samuel hanya bisa berdecak saja mendengar ucapan saudara kembarnya
Samuel adalah pemuda dingin yang jarang berbicara, dia hanya akan bersikap hangat kepada keluarganya saja,terutama si bungsu Zia, samuel benar benar sangat menjaga adik bungsu nya itu, berbeda dengan saudara kembarnya Evelyn, gadis itu banyak bicara, dan mudah beradaptasi, Evelyn juga sangat menjaga adiknya Zia
...**************...
Satu hari kemudian keluarga Valmost pun akhirnya melakukan penerbangan ke negara NY sedangkan Bright dan Ken mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga mereka tidak ada waktu untuk mencari tau tentang Zia lagi,
Setelah Keluarga besar itu sampai, mereka langsung menempati Apartemen pribadi milik Winter,hampir di setiap negara Winter memiliki apartemen, karena dia pikir supaya nyaman ketika melakukan perjalanan bisnis, maupun berlibur bersama keluarganya,
"Dua hari ini nikmati dulu liburan kalian, setelah itu Zia, bersiaplah untuk bertemu Bright" ucap Winter
"Baik dadd" sahut Zia.
__ADS_1