Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Terjebak


__ADS_3

"Sayang, temanku mengundang kita ke b*r xxx, ayo pergi" ucap Jeni menelpon Moon


"Baiklah, nanti malam aku jemput" ucap Moon


Jeni bersemangat, Moon memang sangat mudah untuk di jeb4k pikirnya, malam ini Jeni akan melancarkan rencana nya, teman teman nya yang lain sudah di beri tau, mereka mau karena Jeni memberikan mereka uang yang banyak,


Malam telah tiba, Moon dan jeni sedang berada di sebuah b*r saat ini, kemudian teman teman Jeni sengaja membuat Moon Mabuk dan membuat Jeni berhasil melancarkan aksinya dengan mudah


...****************...


Moon terbangun dan terkejut melihat kamar yang berantakan, dan juga di sampingnya ada Jeni yang tak memakai apapun


"Ya tuhan apa yang telah aku lakukan,mom sudah memperingatkan ku" ucap Moon frustasi, dia tidak pakai pen9aman dan dia juga tidak ingat apa apa,


"Ughh, ada apa sayang"? tanya Jeni


" Kenapa kau tidak memakai kan ku pen9aman Jen, kau tidak takut hamil"? Tanya Moon kesal


"Memangnya kalau aku hamil kau tidak mau tanggung jawab"? Tanya Jeni pura pura sedih


" Bu, bukan begitu" ucap Moon luluh dan memeluk Jeni


"Aku akan bertanggung jawab, jika memang kamu sampai hamil" ucap Moon


"Kurasa lebih menyenangkan tanpa memakai nya" goda Jeni


"Jangan goda aku Jen, aku harus cepat pergi bekerja" ucap Moon mengemasi barang barang nya lalu pergi ke kamar mandi dalam keadaan toples, mereka berdua memang sudah melebihi suami istri, sudah tidak punya rasa malu, jangan di tiru ya Guys hehe,


***


Moon kembali ke kantor, dia memutuskan untuk tinggal di negara X bersama dengan keluarganya, sedangkan Jeni dia memiliki keluarga disini jadi dia juga bisa mengikuti Moon kapan saja dia mau,


"Kenapa wajahmu bro"? Tanya Nik sahabat Moon


Moon langsung diam mematung dia ingat,dari semalam sampai hari ini Jeni tidak menanyakan soal luka nya, apa gadis itu tidak perduli dan khawatir lagi kepadanya,


" Eh malah melamun" ucap Nik terkekeh


"Aku berkelahi dengan Bright" ucap Moon


"Masalah apa, cinta lagi ya bro"


"Dia mengatakan Jeni tidak baik, lalu aku membalikan perkataan nya dengan menyebut Zia tidak baik, nah dia langsung marah dan memukulku" ucap Moon


"Hahha, tapi memang benar bro, aku peringatkan, kau jangan terlalu dalam untuk mencintainya, kurasa ada yang janggal dengan perempuan itu" ucap Nik menepuk pundak Moon lalu pergi, perkataaan Nik membuat Moon merenung sejenak,


"Hmm tidak mungkin, Jeni sangat mencintaiku" gumam Moon,


...****************...


"Cihh cantik sih tapi sayang simp4nan om, hahaha"


Zia dan Sesil berjalan menuju kampus, tapi ada yang aneh hari ini semua mahasiswa menatap mereka dengan tatapan jiji,dan banyak pula yang menyindir

__ADS_1


"Apa yang mereka maksud"? Tanya Sesil


" Jangan perdulikan, ayo masuk kita harus segera menyelesaikan kuliah kita, " sahut Zia, sebenarnya Zia juga penasaran dengan apa yang di hebohkan para mahasiswa, tapi dia juga tidak ingin menunda mata kuliah nya,


Saat mereka masuk kedalam kelas, mereka mendapatkan tatapan merendahkan dari semua orang


"Setelah Viral, masih berani masuk kelas ya, dua ulat bulu" sinis salah satu mahasiswa


"Apa yang kalian maksud"? Pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir Zia


"Pake pura pura lagi, lihat ini"!


Zia menerima ponsel gadis itu dan melihat video yang di dalam nya ada Zia dan Sesil mereka memasuki sebuah h0tel dan melayani pria hidung bel4ng,


" Coba kulihat" ucap Sesil mengambil ponsel itu, Zia tidak terkejut dia malah tertawa,


"Kau sudah gila ya, vide0 mu tersebar kau malah bangga, dasar perempuan tak tau malu"


"Braakkkkk"


"Awwwhh, ponselku" teriak gadis itu, karena Sesil marah dan melempar ponselnya sampai hancur


"Bagaimana, apa kau sudah tau, siapa editor nya"? Tanya Zia


" Tentu, ayo pergi" ucap Sesilia, dia memindai semua d*ta yang ada di video tersebut, sehingga tau siapa orang yang berani mengganggu dia dan Zia,


"tak, tak"


Sesil menggendong Zia dan berjalan di atas atap, mereka sedang pergi menuju ke tempat orang yang membuat video palsu Zia dan Sesil,


"Bagus, siapa suruh dia berani berurusan dengan kami" ucap ayah Stif, ternyata orang yang telah membuat video tak pantas itu adalah Ayah dan ibu Stif, mereka menaruh dendam kepada Zia dan sesil


Stif sendiri berada di sana, dia hanya tertawa puas, karena dia yakin saat ini kedua gadis itu sudah malu dan menangis, karena dikeluarkan dari kampus, padahal dia salah, terlalu dini untuk merasa menang, karena saat ini Zia dan Sesil sedang memperhatikan mereka di atas atap,


"Brugggg"


Atap roboh, dan disana berdiri dua gadis cantik, yaitu Zia dan Sesil


"Hahah, Prok, Prok, Prok"


"B0doh" maki Sesil


" Edit0r kampungan, jelas jelas disana badan kami tinggi dan langsing, badan kami mungil begini kok" ucap Zia


Mereka semua terkejut, karena Zia dan Sesil bisa tau tentang keberadaan mereka,


"Sesil, habisi" ucap Zia singkat


"Sretttt"


"Bughh"


"Bugghhh"

__ADS_1


"Bugghhhh"


Sesil mengeluarkan Double stik yang terbuat dari besi dan langsung memukuli mereka semua yang ada di ruangan itu, termasuk ibu Stif, perempuan itu langsung pingsan seketika,


"Haha, lemah begini ingin berurusan dengan Zia" ucap Zia tertawa, dia hanya duduk bersilang kaki dan menonton Sesil memb4ntai mereka semua


Tidak ada satupun yang lolos, pelaku sudah tumbang semua, Zia pun merencanakan alibi seperti sebuah bangunan meled*k akibat tabung gas,


Zia dan Sesil melompat dari atap lalu kemudian,


"Boooooommmm"


Rumah itu meled*k dan hangus terbakar, bersama orang orang jahat yang ada di dalam nya,


"Prok prok"


"Selesai" ucap Zia menepuk tangan nya, dan pergi bersama Zia


Sepuluh menit kemudian berita tersebar di mana mana, ledakan tersebut membuat geger lautan manusia, tidak ada yang tau bahwa pelakunya ada di antara mereka,


Vide0 Zia dan sesil sudah di hapus dari akarnya, sehingga tidak ada satupun vide0 yang tersisa, nama mereka sudah kembali bersih, karena Zia membayar seseorang untuk melakukan pengakuan Palsu,


"Ledakan nya luar biasa kan Hub"? ucap Zia


" Haha gadisku memang nakal" sahut Bright, dia hanya bisa tertawa saja, karena dia sudah yakin bahwa ledakan itu bukanlah ledakan biasa, dan benar saja gadisnya lah yang telah membuat api, dan tentu Bright tau bahwa tidak akan ada api jika tidak ada korek, jadi siapa yang menyalakan maka api akan segera membakar, benar benar kedua pasangan yang kejam,


...****************...


Satu bulan berlalu, Jeni mengalami mual yang luar biasa, sudah waktunya dia memberitahukan Moon bahwa dia sedang mengandung, Jeni juga sudah membayar salah satu dokter k*ndungan untuk bekerja sama, usia kandungan nya berjalan tiga bulan jika di hitung dari tanggal terakhir dia datang bulan, dia akan membuat usia kehamilannya satu bulan lebih muda, kedepan nya dia akan memikirkan nya lagi, otak licik Jeni memang tidak ada habisnya


"Tok, Tok"


"Moon ada jeni kesini" ucap Nik


"Suruh dia masuk" ucap Moon,


"Ceklek"


"Sayang" sapa Jeni menyodorkan sebuah amplop, sambil tersenyum


Perlahan Moon membuka dan melihat isi amplop itu,


"Duaaaarrr"


Sesuatu yang Moon hindari akhirnya datang juga menghampiri nya, dia telah membaca kertas hasil tes kehamilan dan disitu tertera bahwa Jeni p0sitif hamil,.


"Ya tuhan" ucap Moon mengusap wajahnya,


"Kenapa, apa kau tidak senang, bukankah kita bisa menikah, mom dan dad akan punya cucu" ucap Jeni


"Beri aku waktu Jen, aku harus mempersiapkan diri untuk memberitahu mereka, ini terlalu mendadak" ucap Moon mengacak rambut dengan kasar


"Baiklah Moon, aku beri waktu kau tiga hari, jika tidak maka aku akan datang ke rumahmu untuk meminta pertanggung jawaban" ucap Jeni m3ngancam

__ADS_1


"hmm, baiklah" ucap Moon pasrah,.


__ADS_2